Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Keragaan Spesies dan Seks Rasio Kepiting Bakau (Scylla sp) Berdasarkan Kerapatan Mangrove di Muara Sungai Wawoone, Konawe

JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) · Vol. 3 No. 2 (2019)

DOI
10.33772/jsipi.v3i2.9978
ISSN
2502-3276
Published
2019-08-18
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaan spesies dan rasio kelamin kepiting bakau (Scylla sp) berdasarkan kerapatan mangrove di Muara Sungai Wawoone, Konawe. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai Februari 2018. Lokasi penelitian dibagi dalam 3 stasiun menurut kerapatan hutan mangrove, yaitu: Stasiun I – hutan mangrove rapat (1.500 ind/Ha), stasiun II – hutan mangrove sedang (1000 - 1.500 ind/Ha), dan stasiun III – hutan jarang/rusak ( 1000 ind/Ha). Alat tangkap yang digunakan untuk sampling kepiting bakau adalah bubu berbentuk bulat sebanyak 15 unit pada setiap stasiun. Semua sample yang diperoleh dari setiap stasiun dicatat, diidentifikasi spesiesnya, jenis kelaminnya berdasarkan morfologi abdomennya, diukur lebar karapasnya menggunakan caliper (ketelitian 0,1 mm) dan ditimbang bobot tubuhnya menggunakan timbangan elektronik (ketelitian 1 g). Setiap spesies dan jenis kelamin dihitung jumlahnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa S. serrata mendominansi spesies lain pada semua kondisi kerapatan hutan mangrove. Sex rasio S. serrata menunjukan jantan lebih banyak jumlahnya dibandingkan jenis kelamin betina yang diduga bahwa jenis kelamin betina sudah bermigrasi ke laut lebih dalam untuk memijah. Spesies lainnya walaupun jumlahnya sedikit tetapi masih tetapi menyenangi kondisi hutan mangrove di perairan ini.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 91 co-authorship links · 6 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Bina Sarana Informatika
  • State University of Makassar
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Agus KurniaUniversitas Halu Oleo8
Indriyani NurUniversitas Halu Oleo6
Muhaimin HamzahUniversitas Halu Oleo4
Wa IbaUniversitas Halu Oleo2
Asriyana AsriyanaUniversitas Halu Oleo2
La Ode Baytul AbidinAffiliation unknown2
Oce AstutiAffiliation unknown2
Muhammad Irfan BasriUniversitas Halu Oleo2
Yustika Intan PermatahatiAffiliation unknown2
Muhammad Natsir NessaAffiliation unknown1
Muhammad Iqbal DjawadAffiliation unknown1
Dody Dharmawan TrijunoAffiliation unknown1
Abdul HamidUniversitas Bina Sarana Informatika1
Kangkuso AnaluddinUniversitas Halu Oleo1
La SyahrirUniversitas Halu Oleo1
LD Muhammad Yasir HayaAffiliation unknown1
Ari Sandy MuchtarUniversitas Halu Oleo1
Naslina AliminaUniversitas Halu Oleo1
Zul ChaidirUniversitas Halu Oleo1
Asnani AsnaniAffiliation unknown1
Indrayani IndrayaniState University of Makassar1
Utama K. PangerangAffiliation unknown1
Rahmad S. PatadjaiAffiliation unknown1
Muhammad RamliUniversitas Halu Oleo1
Zainuddin SaenongUniversitas Halu Oleo1
Muhammad IdrisUniversitas Halu Oleo1
Muzuni MuzuniAffiliation unknown1
Muh Yamin EffendieAffiliation unknown1
Muhtar MuhtarAffiliation unknown1
Muslim TadjuddahUniversitas Halu Oleo1
Marni MarniUniversitas Halu Oleo1
Linianti LiniantiAffiliation unknown1
Maulidiyah MaulidiyahAffiliation unknown1
Dasmin SiduAffiliation unknown1
Muis MuisAffiliation unknown1
La RiandaAffiliation unknown1
La HadifaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Keragaan Spesies dan Seks Rasio Kepiting Bakau (Scylla sp) Berdasarkan Kerapatan Mangrove di Muara Sungai Wawoone, Konawe</dc:title>
	<dc:creator>Rosmiati, Rosmiati</dc:creator>
	<dc:creator>Sara, La</dc:creator>
	<dc:creator>Yusnaini, Yusnaini</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Seks Rasio, Keragaan spesies, Kepiting bakau (Scylla sp) dan Kerapatan mangrove</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaan spesies dan rasio kelamin kepiting bakau (Scylla sp) berdasarkan kerapatan mangrove di Muara Sungai Wawoone, Konawe. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai Februari 2018. Lokasi penelitian dibagi dalam 3 stasiun menurut kerapatan hutan mangrove, yaitu: Stasiun I – hutan mangrove rapat (1.500 ind/Ha), stasiun II – hutan mangrove sedang (1000 -  1.500 ind/Ha), dan stasiun III – hutan jarang/rusak ( 1000 ind/Ha). Alat tangkap yang digunakan untuk sampling kepiting bakau adalah bubu berbentuk bulat sebanyak 15 unit pada setiap stasiun. Semua sample yang diperoleh dari setiap stasiun dicatat, diidentifikasi spesiesnya, jenis kelaminnya berdasarkan morfologi abdomennya, diukur lebar karapasnya menggunakan caliper (ketelitian 0,1 mm) dan ditimbang bobot tubuhnya menggunakan timbangan elektronik (ketelitian 1 g). Setiap spesies dan jenis kelamin dihitung jumlahnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa S. serrata mendominansi spesies lain pada semua kondisi kerapatan hutan mangrove. Sex rasio S. serrata menunjukan jantan lebih banyak jumlahnya dibandingkan jenis kelamin betina yang diduga bahwa jenis kelamin betina sudah bermigrasi ke laut lebih dalam untuk memijah. Spesies lainnya walaupun jumlahnya sedikit tetapi masih tetapi menyenangi kondisi hutan mangrove di perairan ini.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-08-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/article/view/9978</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jsipi.v3i2.9978</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation); Vol 3, No 2 (2019): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN</dc:source>
	<dc:source>2502-3276</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jsipi.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSIPi/article/view/9978/7130</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Rosmiati Rosmiati, La Sara, Yusnaini Yusnaini</dc:rights>
</oai_dc:dc>