Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

MENGURAI KONSEP PERAN PENGASUH PANTI DALAM REKONSILIASI ANAK YANG BERMASALAH DENGAN TEMAN SEBAYA DI PANTI ASUHAN SHABRI KENDARI

WELL-BEING: Journal of Social Welfare · Vol. 1 No. 1 (2020) · pp. 23–30

DOI
10.52423/well-being.v1i1.12135
Published
2020-05-15
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pengasuh panti serta faktor yang mendukung dan menghambat dalam pelaksanaan rekonsiliasi anak yang bermasalah dengan teman sebayanya Di Panti Asuhan Shabri Kendari. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah lima anak penerima pelayanan, dan orang tua asuh dua orang. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder, selanjutnya hasil penelitian ini dianalisis. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan deskriptif kualitatif dan kemudian ditarik sebuah kesimpulan dari data yang diperoleh melalui informan yang relevan dengan penelitian. Hasil dari penelitian ini, pelaksanaan rekonsiliasi anak ada empat cara yang di dalamnya terdapat peran pengasuh panti yaitu: Rekonsiliasi pengungkapan kebenaran, peran pengasuh panti sebagai orang tua penganti. Rekonsiliasi redefinisi identitas sosial, pengasuh berperan memfasilitasi relasi dan komunikasi anak dan menjaga kerahasiaan pribadi anak. Rekonsiliasi keadilan parsial pengasuh berperan memastikan bahwa mekanisme aturan, disiplin dan sanksi sesuai dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Rekonsiliasi kesediaan membangun hubungan baru, pengasuh berperan menjaga martabat anak. Dengan faktor yang mendukung tersedianya sarana dan prasarana, adanya area yang luas, dan adanya motivasi anak, dengan hambatan tidak adanya pekerja sosial, anak yang susah diatur, kurangnya ilmu pengetahuan pengasuh panti.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 236 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sulsalman MoitaUniversitas Halu Oleo10
Jamaluddin HosUniversitas Halu Oleo9
Megawati Asrul TawuloUniversitas Halu Oleo7
Syaifudin Suhri KasimUniversitas Halu Oleo7
Muhammad ArsyadUniversitas Halu Oleo6
Sarmadan SarmadanAffiliation unknown6
Suharty RoslanUniversitas Halu Oleo6
Darmin TuwuUniversitas Halu Oleo5
Syaifuddin S. KasimAffiliation unknown4
Juhaepa JuhaepaUniversitas Halu Oleo4
La TarifuUniversitas Halu Oleo3
Amin TundaUniversitas Halu Oleo3
Bahtiar BahtiarUniversitas Halu Oleo3
Muhammad RusliUniversitas Halu Oleo3
Aryuni Salpiana JabarUniversitas Halu Oleo3
Sarmadan SarmadanUniversitas Halu Oleo3
Muhammad Ali BadaruddinUniversitas Halu Oleo2
Bahtiar BahtiarUniversitas Halu Oleo2
Ambo UpeUniversitas Halu Oleo2
Syaifudin S. KasimAffiliation unknown2
Damsid DamsidAffiliation unknown2
Harnina RidwanUniversitas Halu Oleo2
Masrul MasrulUniversitas Halu Oleo2
Sirajuddin SirajuddinUniversitas Halu Oleo2
Jopang JopangUniversitas Halu Oleo2
Nila AndrianiUniversitas Halu Oleo1
Efendi EfendiUniversitas Halu Oleo1
Sarpin SarpinUniversitas Halu Oleo1
Faturachman Alputra SudirmanUniversitas Halu Oleo1
Muhammad RajabUniversitas Halu Oleo1
Adrian TawaiUniversitas Halu Oleo1
Megawati Asrul TawuloAffiliation unknown1
Surya PradisaAffiliation unknown1
Henni AmaliahUniversitas Halu Oleo1
Robin RobinUniversitas Halu Oleo1
Mursidah MursidahUniversitas Halu Oleo1
Muh. ArsyadUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/wellbeing/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MENGURAI KONSEP PERAN PENGASUH PANTI DALAM REKONSILIASI ANAK YANG BERMASALAH DENGAN TEMAN SEBAYA DI PANTI ASUHAN SHABRI KENDARI</dc:title>
	<dc:creator>Rosdiana, Rosdiana</dc:creator>
	<dc:creator>Tanzil, Tanzil</dc:creator>
	<dc:creator>Yusuf, Bakri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">peran; pengasuh panti; rekonsiliasi anak</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pengasuh panti serta faktor yang mendukung dan menghambat dalam pelaksanaan rekonsiliasi anak yang bermasalah dengan teman sebayanya Di Panti Asuhan Shabri Kendari. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah lima anak penerima pelayanan, dan orang tua asuh dua orang. Sumber data  yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder, selanjutnya hasil penelitian ini dianalisis. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan deskriptif kualitatif dan kemudian ditarik sebuah kesimpulan dari data yang diperoleh melalui informan yang relevan dengan penelitian. Hasil dari penelitian ini, pelaksanaan rekonsiliasi anak ada empat cara yang di dalamnya terdapat peran pengasuh panti yaitu: Rekonsiliasi pengungkapan kebenaran, peran pengasuh panti sebagai orang tua penganti. Rekonsiliasi redefinisi identitas sosial, pengasuh berperan memfasilitasi relasi dan komunikasi anak dan menjaga kerahasiaan pribadi anak. Rekonsiliasi keadilan parsial pengasuh berperan memastikan bahwa mekanisme aturan, disiplin dan sanksi sesuai dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Rekonsiliasi kesediaan membangun hubungan baru, pengasuh berperan menjaga martabat anak . Dengan faktor yang mendukung tersedianya sarana dan prasarana, adanya area yang luas, dan adanya motivasi anak, dengan hambatan tidak adanya pekerja sosial, anak yang susah diatur, kurangnya ilmu pengetahuan pengasuh panti.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/wellbeing/article/view/12135</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52423/well-being.v1i1.12135</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">WELL-BEING: Journal of Social Welfare; Vol 1, No 1 (2020): Edisi Mei; 23-30</dc:source>
	<dc:source>27227960</dc:source>
	<dc:source>10.52423/well-being.v1i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/wellbeing/article/view/12135/8545</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 WELL-BEING: Journal of Social Welfare</dc:rights>
</oai_dc:dc>