Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 2

KUANTIFIKASI PENGARUH KLONING DAN KOMPLEKSITAS KODE TERHADAP CACAT PADA EVOLUSI PERANGKAT LUNAK

JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi · Vol. 11 No. 2 (2013) · pp. 19–25

DOI
10.12962/j24068535.v11i2.a7
ISSN
2406-8535, 1412-6389
Published
2013-07-01
Publisher
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Language
eng

Abstract

Kloning adalah hal yang biasa dilakukan oleh seorang pengembang dalam mengembangkan sebuah perangkat lunak. Kloning dapat menyebabkan menurunnya tingkat perawatan (maintainability) sebuah perangkat lunak. Kloning membutuhkan perhatian yang besar, karena kurangnya perhatian terhadap kloning kode akan menimbulkan sebuah kondisi yang tidak konsisten. Kondisi tidak konsisten dapat menimbulkan cacat perangkat lunak. Selain itu, cacat perangkat lunak dapat ditimbulkan oleh atribut-atribut kode, antara lain adalah kompleksitas kode. Tujuan penelitian ini adalah mencari tahu nilai keterkaitan antara kloning kode, kompleksitas kode, dan LOC (Line of Code) terhadap kemungkinan terjadinya cacat (defect) perangkat lunak. Pencarian hubungan antara kloning, kompleksitas kode, dan LOC dengan cacat dilakukan dengan pendekatan statistika. Regresi dan korelasi adalah metode yang digunakan untuk mencari keterkaitan antara beberapa hal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketiga atribut kode (kloning, kompleksitas dan LOC) mempengaruhi terjadinya cacat pada perangkat lunak dengan nilai yang besar, yaitu 95%. Masing-masing atribut kode (kloning, kompleksitas dan LOC) memiliki pengaruh yang berbeda -beda. Kloning tidak selalu menjadi pencetus terjadinya cacat yang paling besar.

Collaboration network of the authors

40 authors · 63 co-authorship links · 10 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • University of Brawijaya
  • Universitas Gadjah Mada
  • Mercu Buana University
  • Ghent University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Fajar PradanaUniversity of Brawijaya6
Chastine FatichahInstitut Teknologi Sepuluh Nopember4
Achmad ArwanUniversity of Brawijaya2
Suhadi LiliInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Fitra Abdurrachman BachtiarUniversity of Brawijaya2
Riyanarto SarnoInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Dyah Sulistyowati RahayuInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Aldy Sefan RezanaldyAffiliation unknown1
Abdul MunifInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Vico Ade CandraAffiliation unknown1
Imam KuswardayanInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Rahmi Ika NovianaAffiliation unknown1
Faizal JohanAffiliation unknown1
Widyanti KartikaAffiliation unknown1
Darlis Heru MurtiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Choiru ZainAffiliation unknown1
Kusbandono Ari BowoAffiliation unknown1
Lutfi Rizal GozaliAffiliation unknown1
Ratih Nur Esti AnggrainiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Mohammad Ahmaluddin ZinniInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Fadli Husein WattiheluwInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Lukman HakimInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Ulima Inas ShabrinaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Muhammad Iskandar JavaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Barlian Henryranu P.Affiliation unknown1
Wijaya KurniawanUniversity of Brawijaya1
Divi Galih Prasetyo PutriUniversitas Gadjah Mada1
Muhammad Shulhan KhairyInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Endang Wahyu PamungkasInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Fernandes SinagaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Mochammad AdhyUniversity of Brawijaya1
Elke Cahya PutriUniversity of Brawijaya1
Lukman HakimInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Andrew Lomaksan Manuel TampubolonInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Thio Marta Elisa Yuridis Butar ButarInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Bambang JokonowoMercu Buana University1
Jan ClaesGhent University1
Denny SagitaUniversity of Brawijaya1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/oai, first harvested 26 Okt 2026, last seen 26 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">KUANTIFIKASI PENGARUH KLONING DAN KOMPLEKSITAS KODE TERHADAP CACAT PADA EVOLUSI PERANGKAT LUNAK</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Priyambadha, Bayu</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rochimah, Siti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en"> Kloning adalah hal yang biasa dilakukan oleh seorang pengembang dalam mengembangkan sebuah perangkat lunak. Kloning dapat menyebabkan menurunnya tingkat perawatan (maintainability) sebuah perangkat lunak. Kloning membutuhkan perhatian yang besar, karena kurangnya perhatian terhadap kloning kode akan menimbulkan sebuah kondisi yang tidak konsisten. Kondisi tidak konsisten dapat menimbulkan cacat perangkat lunak. Selain itu, cacat perangkat lunak dapat ditimbulkan oleh atribut-atribut kode, antara lain adalah kompleksitas kode. Tujuan penelitian ini adalah mencari tahu nilai keterkaitan antara kloning kode, kompleksitas kode, dan LOC (Line of Code) terhadap kemungkinan terjadinya cacat (defect) perangkat lunak. Pencarian hubungan antara kloning, kompleksitas kode, dan LOC dengan cacat dilakukan dengan pendekatan statistika. Regresi dan korelasi adalah metode yang digunakan untuk mencari keterkaitan antara beberapa hal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketiga atribut kode (kloning, kompleksitas dan LOC) mempengaruhi terjadinya cacat pada perangkat lunak dengan nilai yang besar, yaitu 95%. Masing-masing atribut kode (kloning, kompleksitas dan LOC) memiliki pengaruh yang berbeda -beda. Kloning tidak selalu menjadi pencetus terjadinya cacat yang paling besar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Institut Teknologi Sepuluh Nopember</dc:publisher>
	<dc:date>2013-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/article/view/7</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.12962/j24068535.v11i2.a7</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi; Vol 11, No 2, Juli 2013; 19-25</dc:source>
	<dc:source>2406-8535</dc:source>
	<dc:source>1412-6389</dc:source>
	<dc:source>10.12962/j24068535.v11i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/article/view/7/6</dc:relation>
</oai_dc:dc>