Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

STUDI KOMPARATIF NILAI SUSEPTIBILITAS MAGNETIK PADA TOPSOIL BERDASARKAN JENIS TANAH DI WILAYAH KOTA KENDARI

Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia · Vol. 3 No. 03 (2022) · pp. 131–140

DOI
10.56099/jrgi.v3i03.23658
ISSN
2685-8649, 2685-8657
Published
2022-01-16
Publisher
Jurusan Teknik Geofisika
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Telah dilakukan analisis nilai suseptibilitas magnetik berbagai jenis tanah di Kota Kendari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai suseptibilitas magnetik dengan beberapa perbandingan variasi nilai suseptibilitas magnetik pada jenis tanah dan aktivitas manusia menggunakan MS2 meter dengan sensor MS2D dan MS2B di Kota Kendari. Hasil pengukuran nilai suseptibilitas magnetik menunjukkan Gleisol distrik berada pada rentang 1 × 10-5SI - 5 × 10-5SI dan 2,4 × 10-8 m3/kg – 2,9 × 10-8 m3/kg. Gleisol vertik berada pada rentang 6 × 10-5SI - 12 × 10-5SI dan 2,6 × 10-8 m3/kg - 8,5 × 10-8 m3/kg. Gleisol eutrik berada pada rentang 4 × 10-5SI – 13 × 10-5SI dan 3,7 × 10-8 m3/kg – 3,8 × 10-8 m3/kg. Mediteranian haplik berada pada rentang 1 × 10-5SI – 16 × 10-5SI dan 9 × 10-8 m3/kg – 9,9× 10-8 m3/kg. Kambisol eutrik berada pada rentang 1 × 10-5SI - 6 × 10-5SI dan 2,4 × 10-8 m3/kg – 3,6 × 10-8 m3/kg. Kambisol gleik berada pada rentang 2 × 10-5SI - 8 × 10-5SI dan 2 × 10-8 m3/kg – 6,3 × 10-8 m3/kg. Kambisol distrik berada pada rentang 3 × 10-5SI - 6 × SI dan 4,4 × 10-8 m3/kg – 4,8 × 10-8 m3/kg. Organosol hermik berapada pada rentang 1 × 10-5SI - 4 × 10-5SI dan 3,8 × 10-8 m3/kg – 4,2 × 10-8 m3/kg. Pengukuran yang dilakukan di daerah yang rendahnya aktivitas manusia menunjukkan nilai suseptibilitas magnetik yang rendah sedangkan pengukuran yang dilakukan di daerah yang aktivitas manusia tinggi menunjukkan nilai suseptibilitas magnetik yang tinggi.

Collaboration network of the authors

39 authors · 96 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Suryawan AsfarUniversitas Halu Oleo5
Kiki Tri AstariUniversitas Halu Oleo2
Al RubaiynUniversitas Halu Oleo2
Erzam Salahuddin HasanUniversitas Halu Oleo2
Ali OktoUniversitas Halu Oleo1
Jahiddin JahiddinUniversitas Halu Oleo1
Marwan Zam MiliUniversitas Halu Oleo1
Abdul MananUniversitas Halu Oleo1
Nandang HermansyahAffiliation unknown1
Idawati DasiUniversitas Halu Oleo1
Irawati IrawatiUniversitas Halu Oleo1
Syamsul Razak HaratyUniversitas Halu Oleo1
Pou AndaUniversitas Halu Oleo1
Ysrawati YsrawatiUniversitas Halu Oleo1
Erzam Sahaluddin HasanUniversitas Halu Oleo1
La Ode AndimbaraUniversitas Halu Oleo1
Amir AmirUniversitas Halu Oleo1
Dian EkawatyAffiliation unknown1
Ernayanti ErnayantiUniversitas Halu Oleo1
Muhammad IdhwarUniversitas Halu Oleo1
Adetia Pelita HatiUniversitas Halu Oleo1
David SatriaUniversitas Halu Oleo1
Desti NataliaUniversitas Halu Oleo1
Jahidin .Affiliation unknown1
Nur AshiraAffiliation unknown1
Fahyuddin FahyuddinAffiliation unknown1
Alpin BasriAffiliation unknown1
Muliddin MuliddinAffiliation unknown1
Nelly SofyanaAffiliation unknown1
La Ode Muhammad ElwanUniversitas Halu Oleo1
Irfan IdoAffiliation unknown1
Muhamad AbasUniversitas Halu Oleo1
Ardi ArdiAffiliation unknown1
Muhammad Zein AbdullahAffiliation unknown1
Kamrullah MAffiliation unknown1
Muh Rezeki A.Affiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jrgi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STUDI KOMPARATIF NILAI SUSEPTIBILITAS MAGNETIK PADA TOPSOIL BERDASARKAN JENIS TANAH DI WILAYAH KOTA  KENDARI</dc:title>
	<dc:creator>Inna, Mutma</dc:creator>
	<dc:creator>Jahidin, Jahidin</dc:creator>
	<dc:creator>Ngkoimani, La Ode</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Telah dilakukan analisis nilai suseptibilitas magnetik berbagai jenis tanah di Kota Kendari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai suseptibilitas magnetik dengan beberapa perbandingan variasi nilai suseptibilitas magnetik pada jenis tanah dan aktivitas manusia menggunakan MS2 meter dengan sensor MS2D dan MS2B di Kota Kendari. Hasil pengukuran nilai suseptibilitas magnetik menunjukkan Gleisol distrik berada pada rentang 1 × 10-5SI - 5 × 10-5SI dan 2,4 × 10-8 m3/kg  –  2,9 × 10-8 m3/kg . Gleisol vertik berada pada rentang 6 × 10-5SI  - 12 × 10-5SI dan 2,6 × 10-8 m3/kg  - 8,5 × 10-8 m3/kg . Gleisol eutrik berada pada rentang 4 × 10-5SI – 13 × 10-5SI dan 3,7 × 10-8 m3/kg  – 3,8 × 10-8 m3/kg. Mediteranian haplik berada pada rentang 1 × 10-5SI – 16 × 10-5SI dan 9 × 10-8 m3/kg – 9,9× 10-8 m3/kg. Kambisol eutrik berada pada rentang 1 × 10-5SI - 6 × 10-5SI dan 2,4  ×  10-8 m3/kg  – 3,6  ×  10-8 m3/kg . Kambisol gleik berada pada rentang 2 × 10-5SI  -  8 × 10-5SI dan 2 × 10-8 m3/kg  – 6,3 × 10-8 m3/kg. Kambisol distrik berada pada rentang 3 × 10-5SI - 6 × SI dan 4,4 × 10-8 m3/kg – 4,8 ×  10-8 m3/kg. Organosol hermik berapada pada rentang 1 × 10-5SI  -  4 × 10-5SI dan 3,8 × 10-8 m3/kg – 4,2 × 10-8 m3/kg. Pengukuran yang dilakukan di daerah yang rendahnya aktivitas manusia menunjukkan nilai suseptibilitas magnetik yang rendah sedangkan pengukuran yang dilakukan di daerah yang aktivitas manusia tinggi menunjukkan nilai suseptibilitas magnetik yang tinggi. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Teknik Geofisika</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-01-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jrgi/article/view/23658</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56099/jrgi.v3i03.23658</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia; Vol 3, No 03 (2021): Edisi Desember JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia); 131-140</dc:source>
	<dc:source>2685-8649</dc:source>
	<dc:source>2685-8657</dc:source>
	<dc:source>10.56099/jrgi.v3i03</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jrgi/article/view/23658/16808</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>