Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

INTERPRETASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DAERAH KABUPATEN BONE BOLANGO PROVINSI GORONTALO MENGGUNAKAN DATA GRAVITASI CITRA SATELIT GGMPLUS

Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia · Vol. 3 No. 03 (2022) · pp. 95–105

DOI
10.56099/jrgi.v3i03.23017
ISSN
2685-8649, 2685-8657
Published
2022-03-08
Publisher
Jurusan Teknik Geofisika
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Citra satelit yang mampu memetakan anomali gravitasi dengan cakupan yang luas, cepat, dan gratis. Data gravitasi citra satelit GGMPlus spasi titik pengukuran 220 meter. Penggunaan data citra gravitasi telah dimanfaatkan dalam penelitian ini untuk memodelkan struktur bawah permukaan daerah panas bumi lombongo kabupaten Bone Bolango. Data yang diperoleh dari citra satelit berupa data anomali udara bebas dan data topografi. Selanjutnya dilakukan koreksi Bouguer dan koreksi medan dengan memasukkan nilai densitas rata – rata 2,67 gr/cm3 menggunakan metode Nettleton Analitik. Anomali Bouguer Lengkap pada topografi diproyeksikan pada bidang datar dengan ketinggian rata – rata 416 meter. Pemisahan anomali dengan menggunakan moving average. Berdasarkan pemodelan yang dibuat, penampang A-A’ terdapat 6 lapisan yaitu endapan danau, Batuan gunungapi pinogu, Diorit bone, Batuan gunungapi bilungala, Formasi tinombo fasies sedimen, Formasi tinombo fasies gunungapi. Sedangkan penampang B-B’ terdapat 7 lapisan yaitu Endapan danau dengan nilai densitas 1,9 gr/cm3, Batuan gunungapi pinogu dengan densitas 2,4 gr/cm3, Diorit bone densitas 2,6 gr/cm3, Anggota batugamping formasi tapadaka dengan densitas 2,68 gr/cm3, Batuan gunungapi bilungala densitas 2,71 gr/cm3, Formasi tinombo fasies sedimen 2,8 gr/cm3, Formasi tinombo fasies gunungapi 2,99 gr/cm3. Munculnya mata air panas di duga di kontrol oleh sesar mendatar yang berada di daerah panas bumi lombongo.

Collaboration network of the authors

31 authors · 65 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Suryawan AsvarUniversitas Halu Oleo6
Abdul MananUniversitas Halu Oleo5
Jamhir SafaniUniversitas Halu Oleo4
Cindy PuspitafuriAffiliation unknown3
ABDUL MANANAffiliation unknown2
Asma AsmaUniversitas Halu Oleo2
Ainun Ayu Utami subhanUniversitas Halu Oleo2
Nurfadhilah FahdaUniversitas Halu Oleo2
Thalya Febyanti FebyantiUniversitas Halu Oleo2
Asrin AsrinUniversitas Halu Oleo2
Anci SisiantiUniversitas Halu Oleo1
Ariani SafitriUniversitas Halu Oleo1
Muhammad Nur Ahsan ZakirUniversitas Halu Oleo1
Melani Putri PratamaAffiliation unknown1
Tian Aprilia Aksa MahadiUniversitas Halu Oleo1
Astutya NingsihUniversitas Halu Oleo1
Puji AnandaAffiliation unknown1
Jahidin JahidinUniversitas Halu Oleo1
Amir AmirUniversitas Halu Oleo1
Muhammad FikarAffiliation unknown1
Itapuspita HandayaniUniversitas Halu Oleo1
Erzam Salahuddin HasanUniversitas Halu Oleo1
La Ode NgkoimaniUniversitas Halu Oleo1
David SatriaUniversitas Halu Oleo1
La HalikiAffiliation unknown1
La Maronta GalibAffiliation unknown1
Muhammad AnasAffiliation unknown1
Emntekiu LatudengAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jrgi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">INTERPRETASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DAERAH KABUPATEN BONE BOLANGO PROVINSI GORONTALO MENGGUNAKAN DATA GRAVITASI CITRA SATELIT GGMPLUS</dc:title>
	<dc:creator>Rapang, Salmon</dc:creator>
	<dc:creator>Hamimu, La</dc:creator>
	<dc:creator>Rubaiyn, Al</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Citra satelit yang mampu memetakan anomali gravitasi dengan cakupan yang luas, cepat, dan gratis. Data gravitasi citra satelit GGMPlus spasi titik pengukuran 220 meter. Penggunaan data citra gravitasi telah dimanfaatkan dalam penelitian ini untuk memodelkan struktur bawah permukaan daerah panas bumi lombongo kabupaten Bone Bolango. Data yang diperoleh dari citra satelit berupa data anomali udara bebas dan data topografi. Selanjutnya dilakukan koreksi Bouguer dan koreksi medan dengan memasukkan nilai densitas rata – rata 2,67 gr/cm3 menggunakan metode Nettleton Analitik. Anomali Bouguer Lengkap pada topografi diproyeksikan pada bidang datar dengan ketinggian rata – rata 416 meter. Pemisahan anomali dengan menggunakan moving average. Berdasarkan pemodelan yang dibuat, penampang A-A’ terdapat 6 lapisan yaitu endapan danau, Batuan gunungapi pinogu, Diorit bone, Batuan gunungapi bilungala, Formasi tinombo fasies sedimen, Formasi tinombo fasies gunungapi. Sedangkan penampang B-B’  terdapat 7 lapisan yaitu Endapan danau dengan nilai densitas 1,9 gr/cm3, Batuan gunungapi pinogu dengan densitas 2,4 gr/cm3, Diorit bone densitas 2,6 gr/cm3, Anggota batugamping formasi tapadaka dengan densitas 2,68 gr/cm3, Batuan gunungapi bilungala densitas 2,71 gr/cm3, Formasi tinombo fasies sedimen 2,8 gr/cm3, Formasi tinombo fasies gunungapi 2,99 gr/cm3. Munculnya mata air panas di duga di kontrol oleh sesar mendatar yang berada di daerah panas bumi lombongo.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Teknik Geofisika</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-03-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jrgi/article/view/23017</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56099/jrgi.v3i03.23017</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia; Vol 3, No 03 (2021): Edisi Desember JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia); 95-105</dc:source>
	<dc:source>2685-8649</dc:source>
	<dc:source>2685-8657</dc:source>
	<dc:source>10.56099/jrgi.v3i03</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jrgi/article/view/23017/16804</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>