Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Interpretasi Struktur Geologi Daerah Selatan Pulau Buton Menggunakan Data Gravitasi Satelit GGMplus

Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia · Vol. 3 No. 01 (2021) · pp. 9–14

DOI
10.56099/jrgi.v3i01.15222
ISSN
2685-8649, 2685-8657
Published
2021-04-30
Publisher
Jurusan Teknik Geofisika
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengukuran medan gravitasi untuk mengetahui pola sebaran anomali Bouguer dan mengidentifikasi struktur geologi di daerah selatan Pulau Buton. Pengukuran data medan gravitasi menggunakan satelit Global Gravity Model plus (GGMplus) dengan spasi antar titik pengukuran ~220 meter. Data yang digunakan berupa data medan gravitasi yang telah terkoreksi udara bebas, sehingga hanya perlu melakukan koreksi Bouguer dan koreksi medan untuk memperoleh anomali Bouguer lengkap di topografi. Selanjutnya dilakukan proyeksi ke bidang datar, kontinuasi ke atas, dan analisis Second Vertical Derivative (SVD). Hasil anomali Bouguer lengkap dan anomali lokal menunjukkan pola sebaran berarah timurlaut-baratdaya. anomali tinggi berada di bagian timurlaut dan baratdaya daerah penelitian sedangkan anomali rendah berada di bagian selatan, timur dan kawasan utara-baratdaya daerah penelitian. Anomali tinggi diduga disebabkan oleh keterdapatan potensi hidrokarbon berupa bitumen aspal yang berasosiasi dengan Formasi Tondo dan Formasi Sampolakosa. Anomali rendah di kawasan selatan disebabkan karena daerah tersebut didominasi oleh batuan yang berumur sangat muda (Formasi Wapulaka), sedangkan anomali rendah di kawasan utara-baratdaya mengindikasikan daerah cekungan yang berada di Selat Buton. Berdasarkan hasil analisis SVD pada anomali lokal, terdapat 10 sesar yang bisa diidentifikasi jenis sesarnya. Sesar A,B,E,G,H, dan I diidentifikasikan sebagai sesar turun, sedangkan sesar C,D,F, dan J diidentifikasikan sebagai sesar naik.

Collaboration network of the authors

37 authors · 71 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La HamimuUniversitas Halu Oleo8
Suryawan AsvarUniversitas Halu Oleo3
Syamsul Razak HaratyUniversitas Halu Oleo2
Tian Aprilia Aksa MahadiUniversitas Halu Oleo2
Hasnawati HasnawatiUniversitas Halu Oleo1
Asma AsmaUniversitas Halu Oleo1
Erwin AnshariAffiliation unknown1
Muhammad Ichsanul Akbar NatsirAffiliation unknown1
Ainun Ayu Utami subhanUniversitas Halu Oleo1
Syamsul R HaratyAffiliation unknown1
Nur SalamAffiliation unknown1
Salmon RapangUniversitas Halu Oleo1
Al RubaiynAffiliation unknown1
Wa Ode NurfadilahAffiliation unknown1
Irawati IrawatiAffiliation unknown1
Ilham IlhamAffiliation unknown1
Abdul MananUniversitas Halu Oleo1
Ayu PancasariUniversitas Halu Oleo1
Deniyatno DeniyatnoUniversitas Halu Oleo1
Harmila IrawardaniUniversitas Halu Oleo1
Jahidin JahidinUniversitas Halu Oleo1
Amir AmirUniversitas Halu Oleo1
Nurfadhilah FahdaUniversitas Halu Oleo1
Stefanus Indra Fernando DariusUniversitas Halu Oleo1
Suryawan AsfarAffiliation unknown1
Asniar AsniarAffiliation unknown1
Thalya Febyanti FebyantiUniversitas Halu Oleo1
Asrin AsrinUniversitas Halu Oleo1
Erzam Salahuddin HasanUniversitas Halu Oleo1
La Ode NgkoimaniUniversitas Halu Oleo1
David SatriaUniversitas Halu Oleo1
Adi YahyaAffiliation unknown1
Muhammad AnasAffiliation unknown1
Hamzah HamzahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jrgi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Interpretasi Struktur Geologi Daerah Selatan Pulau Buton Menggunakan Data Gravitasi Satelit GGMplus</dc:title>
	<dc:creator>Zakir, Muhammad Nur Ahsan</dc:creator>
	<dc:creator>Safani, Jamhir</dc:creator>
	<dc:creator>Rubaiyn, Al</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Telah dilakukan penelitian pengukuran medan gravitasi untuk mengetahui pola sebaran anomali Bouguer dan mengidentifikasi struktur geologi di daerah selatan Pulau Buton. Pengukuran data medan gravitasi menggunakan satelit Global Gravity Model plus (GGMplus) dengan spasi antar titik pengukuran ~220 meter. Data yang digunakan berupa data medan gravitasi yang telah terkoreksi udara bebas, sehingga hanya perlu melakukan koreksi Bouguer dan koreksi medan untuk memperoleh anomali Bouguer lengkap di topografi. Selanjutnya dilakukan proyeksi ke bidang datar, kontinuasi ke atas, dan analisis Second Vertical Derivative (SVD). Hasil anomali Bouguer lengkap dan anomali lokal menunjukkan pola sebaran berarah timurlaut-baratdaya. anomali tinggi berada di bagian timurlaut dan baratdaya daerah penelitian sedangkan anomali rendah berada di bagian selatan, timur dan kawasan utara-baratdaya daerah penelitian. Anomali tinggi diduga disebabkan oleh keterdapatan potensi hidrokarbon berupa bitumen aspal yang berasosiasi dengan Formasi Tondo dan Formasi Sampolakosa. Anomali rendah di kawasan selatan disebabkan karena daerah tersebut didominasi oleh batuan yang berumur sangat muda (Formasi Wapulaka), sedangkan anomali rendah di kawasan utara-baratdaya mengindikasikan daerah cekungan yang berada di Selat Buton. Berdasarkan hasil analisis SVD pada anomali lokal, terdapat 10 sesar yang bisa diidentifikasi jenis sesarnya. Sesar A,B,E,G,H, dan I diidentifikasikan sebagai sesar turun, sedangkan sesar C,D,F, dan J diidentifikasikan sebagai sesar naik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Teknik Geofisika</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jrgi/article/view/15222</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56099/jrgi.v3i01.15222</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia; Vol 3, No 01 (2021): Edisi April JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia); 9-14</dc:source>
	<dc:source>2685-8649</dc:source>
	<dc:source>2685-8657</dc:source>
	<dc:source>10.56099/jrgi.v3i01</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jrgi/article/view/15222/16797</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>