Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PEMODELAN 2D CEKUNGAN SAMPARA KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA DARI DATA ANOMALI MEDAN GRAVITASI CITRA GGMPLUS

Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia · Vol. 2 No. 03 (2020) · pp. 98–103

DOI
10.56099/jrgi.v2i03.16655
ISSN
2685-8649, 2685-8657
Published
2020-12-30
Publisher
Jurusan Teknik Geofisika
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Data gravitasi citra satelit yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data gravitasi citra GGMplus ( Global Gravity Model Plus ), karena GGMplus mempunyai kelebihan dalam hal resolusi yaitu ~200 meter dibandingkan dengan satelit gravitasi lain untuk mengetahui pola anomali gravitasi yang ada pada daerah Sampara Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Data yang digunakan berupa data gravity disturbance yang berupa data free air anomaly yang kemudian dilakukan koreksi Bouguer serta koreksi terrain untuk mendapatkan anomali Bouguer lengkap. Kemudian dilakukan proyeksi kebidang datar dengan menggunakan deret Taylor, kontinuasi ke atas dan pemodelan. Hasil anomali bouguer dan residu memiliki trens yang sama yaitu berupa pegunungan disepanjang lajur utara sampai selatan. Dari hasil pemodelan yang dilakukan, model penampang 2D yang didapat disetiap lintasan berbeda-beda, dimana untuk lintasan A-A’ terdapat 5 lapisan yang terdiri dari Formasi Mekongga, Formasi Pompangeo, Kompleks Ultrabasa, Formasi Alangga dan Aluvium. Sedangkan untuk Lintasan B-B’,terdapat 5 lapisan yang terdiri dari Formasi Mekongga, Kompleks Ultramafik, Formasi Langkowala, Formasi Alangga dan Aluvium. Densitas yang didapat yaitu 1.9 gram/cm3 untuk formasi Aluvium,2.27 gram/cm3 untuk formasi Alangga, 2.27 gram/cm3 untuk formasi Langkowala, 2.46 gram/cm3 untuk formasi Ultramafik, 2.35 gram/cm3 untuk komplek Pompangeo dan 2.46 gram/cm3 untuk formasi Mekongga.

Collaboration network of the authors

37 authors · 71 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La HamimuUniversitas Halu Oleo8
Suryawan AsvarUniversitas Halu Oleo3
Syamsul Razak HaratyUniversitas Halu Oleo2
Muhammad Nur Ahsan ZakirUniversitas Halu Oleo2
Hasnawati HasnawatiUniversitas Halu Oleo1
Asma AsmaUniversitas Halu Oleo1
Erwin AnshariAffiliation unknown1
Muhammad Ichsanul Akbar NatsirAffiliation unknown1
Ainun Ayu Utami subhanUniversitas Halu Oleo1
Syamsul R HaratyAffiliation unknown1
Nur SalamAffiliation unknown1
Salmon RapangUniversitas Halu Oleo1
Al RubaiynAffiliation unknown1
Wa Ode NurfadilahAffiliation unknown1
Irawati IrawatiAffiliation unknown1
Ilham IlhamAffiliation unknown1
Abdul MananUniversitas Halu Oleo1
Ayu PancasariUniversitas Halu Oleo1
Deniyatno DeniyatnoUniversitas Halu Oleo1
Harmila IrawardaniUniversitas Halu Oleo1
Jahidin JahidinUniversitas Halu Oleo1
Amir AmirUniversitas Halu Oleo1
Nurfadhilah FahdaUniversitas Halu Oleo1
Stefanus Indra Fernando DariusUniversitas Halu Oleo1
Suryawan AsfarAffiliation unknown1
Asniar AsniarAffiliation unknown1
Thalya Febyanti FebyantiUniversitas Halu Oleo1
Asrin AsrinUniversitas Halu Oleo1
Erzam Salahuddin HasanUniversitas Halu Oleo1
La Ode NgkoimaniUniversitas Halu Oleo1
David SatriaUniversitas Halu Oleo1
Adi YahyaAffiliation unknown1
Muhammad AnasAffiliation unknown1
Hamzah HamzahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jrgi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMODELAN 2D CEKUNGAN SAMPARA KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA DARI DATA ANOMALI MEDAN GRAVITASI CITRA GGMPLUS</dc:title>
	<dc:creator>Aksa Mahadi, Tian Aprilia</dc:creator>
	<dc:creator>Safani, Jamhir</dc:creator>
	<dc:creator>Rubaiyn, Al</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Data gravitasi citra satelit yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data gravitasi citra GGMplus ( Global Gravity Model Plus ), karena GGMplus mempunyai kelebihan dalam hal resolusi yaitu ~200 meter dibandingkan dengan satelit gravitasi lain untuk mengetahui pola anomali gravitasi yang ada pada daerah Sampara Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Data yang digunakan  berupa data gravity disturbance yang berupa data free air anomaly yang kemudian dilakukan koreksi Bouguer serta koreksi terrain untuk mendapatkan anomali Bouguer lengkap. Kemudian dilakukan proyeksi kebidang datar dengan menggunakan deret Taylor, kontinuasi ke atas dan pemodelan. Hasil anomali bouguer dan residu memiliki trens yang sama yaitu berupa pegunungan disepanjang lajur utara sampai selatan. Dari hasil pemodelan yang dilakukan, model penampang 2D yang didapat disetiap lintasan berbeda-beda, dimana untuk lintasan A-A’ terdapat 5 lapisan yang terdiri dari Formasi Mekongga, Formasi Pompangeo, Kompleks Ultrabasa, Formasi Alangga dan Aluvium. Sedangkan untuk Lintasan B-B’,terdapat 5 lapisan yang terdiri dari Formasi Mekongga, Kompleks Ultramafik, Formasi Langkowala, Formasi Alangga dan Aluvium. Densitas yang didapat yaitu 1.9 gram/cm3 untuk formasi Aluvium,2.27  gram/cm3 untuk formasi Alangga, 2.27 gram/cm3 untuk formasi Langkowala, 2.46 gram/cm3 untuk formasi Ultramafik, 2.35 gram/cm3 untuk komplek Pompangeo dan 2.46 gram/cm3 untuk formasi Mekongga.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Teknik Geofisika</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jrgi/article/view/16655</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56099/jrgi.v2i03.16655</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia; Vol 2, No 03 (2020): Edisi Desember JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia); 98-103</dc:source>
	<dc:source>2685-8649</dc:source>
	<dc:source>2685-8657</dc:source>
	<dc:source>10.56099/jrgi.v2i03</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jrgi/article/view/16655/16791</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>