Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PEMANFAATAN BATUAN ULTRABASA DI KECAMATAN KAPUNTORI KABUPATEN BUTON PROVINSI SULAWESI TENGGARA SEBAGAI PERANGKAP EMISI GAS KARBONDIOKSIDA

Jurnal Aplikasi Fisika · Vol. 10 No. 2 (2016)

ISSN
1858-4020
Published
2016-11-05
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan batuan ultrabasa di Kecamatan Kapuntori Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai perangkap emisi gas karbondioksida. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan mineral MgO dan CaO batuan ultrabasa dan membuat serta menguji perangkap mineral gas CO2. Analisis kandungan mineral batuan ultrabasa menggunakan alat XRF. Perangkap mineral gas CO2 yang dibuat dalam skala laboratorium terdiri dari batuan ultrabasa, tabung gas CO2, dan botol reaktor gas CO2 dengan batuan ultrabasa. Batuan ultrabasa dibuat dalam bentuk butiran dengan ukuran bervariasi yaitu 60 mesh, 100 mesh, dan 200 mesh. Uji perangkap gas CO2 berupa penentuan daya serap batuan ultrabasa terhadap gas CO2 untuk setiap ukuran butir batuan ultrabasa. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa batuan ultrabasa di lokasi sampel KBBV, KBBIX, dan KBBX memenuhi persyaratan untuk dapat digunakan sebagai perangkap gas CO2 karena memiliki kandungan MgO lebih dari 35 %. Pembuatan dan uji perangkap gas CO2 yang telahdilakukan menunjukkan bahwa semakin kecil ukuran butir batuan ultrabasa (60 mesh - butir kasar, 100 mesh - butir sedang, dan 100 mesh - butir halus) semakin kecil daya serapnya terhadap gas CO2. Ini bisa terjadi karena kemungkinan ketika reaksi berlangsung, pada saat tertentu mineral CaCO3 dan MgCO3 yang dihasilkan berbentuk partikular (ukuran butir lebih besar) yang menutupi dan memperkecil luasan permukaan butiran asal sehingga serapan batuan ultrabasa terhadap gas CO2 semakin kecil. Daya serap optimum batuan ultrabasa terhadap gas CO2 diperoleh pada ukuran butir batuan ultrabasa 60 mesh dengan nilai sebesar 0,600 %. Semakin lama durasi mengalirkan gas CO2 ke dalam batuan ultrabasa (ukuran butir 200 mesh, 100 mesh, dan 60 mesh), maka daya serap cenderung lebih besar. Ini disebabkan karena kinetika adsorpsi oleh adsorben (batuan ultrabasa untuk semua ukuran butir) terhadap gas CO2 semakin besar dengan bertambahnya waktu durasi.

Collaboration network of the authors

17 authors · 27 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Lestari L.Affiliation unknown1
Agusu L.Affiliation unknown1
Variani V.I.Affiliation unknown1
La Ode NgkoimaniUniversitas Halu Oleo1
Nur AshiraAffiliation unknown1
Risna RisnaAffiliation unknown1
Lina LestariUniversitas Halu Oleo1
L.O. NgkoimaniAffiliation unknown1
W. KusumatiaAffiliation unknown1
J. SafaniAffiliation unknown1
Hermawan TLAffiliation unknown1
Muh. JahidingAffiliation unknown1
Jumiati ArsyadAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JAF/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMANFAATAN BATUAN ULTRABASA DI KECAMATAN KAPUNTORI KABUPATEN BUTON PROVINSI SULAWESI TENGGARA SEBAGAI PERANGKAP EMISI GAS KARBONDIOKSIDA</dc:title>
	<dc:creator>., Jahidin</dc:creator>
	<dc:creator>S. Hasan, Erzam</dc:creator>
	<dc:creator>LO., Ngkoimani</dc:creator>
	<dc:creator>LOAN, Ramadhan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan batuan ultrabasa di Kecamatan Kapuntori Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai perangkap emisi gas karbondioksida. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan mineral MgO dan CaO batuan ultrabasa  dan membuat serta menguji perangkap mineral gas CO2. Analisis kandungan mineral batuan ultrabasa menggunakan alat XRF. Perangkap mineral gas CO2 yang dibuat dalam skala laboratorium terdiri dari batuan ultrabasa, tabung gas CO2, dan botol reaktor gas CO2 dengan batuan ultrabasa. Batuan ultrabasa dibuat dalam bentuk butiran dengan ukuran bervariasi yaitu 60 mesh, 100 mesh, dan 200 mesh. Uji perangkap gas CO2 berupa penentuan daya serap  batuan ultrabasa terhadap gas CO2 untuk setiap ukuran butir batuan ultrabasa. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa batuan ultrabasa di lokasi sampel KBBV, KBBIX, dan KBBX memenuhi persyaratan untuk dapat digunakan sebagai perangkap gas CO2 karena memiliki kandungan MgO lebih dari 35 %. Pembuatan dan uji perangkap gas CO2 yang telahdilakukan menunjukkan bahwa semakin kecil ukuran butir batuan ultrabasa (60 mesh - butir kasar, 100 mesh - butir sedang, dan 100 mesh - butir halus) semakin kecil daya serapnya terhadap gas CO2. Ini bisa terjadi karena kemungkinan ketika reaksi berlangsung, pada saat tertentu mineral CaCO3 dan MgCO3 yang dihasilkan berbentuk partikular (ukuran butir lebih besar) yang menutupi dan memperkecil luasan permukaan butiran asal sehingga serapan batuan ultrabasa terhadap gas CO2 semakin kecil. Daya serap optimum batuan ultrabasa terhadap gas CO2 diperoleh pada ukuran butir batuan ultrabasa 60 mesh dengan nilai sebesar 0,600 %. Semakin lama durasi mengalirkan gas CO2 ke dalam batuan ultrabasa (ukuran butir 200 mesh, 100 mesh, dan 60 mesh), maka daya serap cenderung lebih besar. Ini disebabkan karena kinetika adsorpsi oleh adsorben (batuan ultrabasa untuk semua ukuran butir) terhadap gas CO2 semakin besar dengan bertambahnya waktu durasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-11-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JAF/article/view/1496</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Aplikasi Fisika; Vol 10, No 2 (2014): JURNAL APLIKASI FISIKA</dc:source>
	<dc:source>1858-4020</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JAF/article/view/1496/1051</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Aplikasi Fisika</dc:rights>
</oai_dc:dc>