Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Integrasi Pupuk, Biochar dan Mulsa Organik terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) yang Menggunakan Pengairan Separuh Daerah Akar

Berkala Penelitian Agronomi · Vol. 10 No. 1 (2022) · pp. 11–22

DOI
10.33772/bpa.v10i1.19633
ISSN
2502-3314, 2089-9858
Published
2022-06-29
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Produksi cabai di Sulawesi Tenggara masih rendah sebagai akibat kesuburan tanah rendah dan tanaman cabai sering mengalami kondisi kekeringan saat musim kemarau. Upaya untuk memperbaiki kesuburan tanah dan efisiensi penggunaan air diperlukan melalui integrasi pupuk, biochar dan mulsa organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh integrasi pupuk, biochar dan mulsa organik tehadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai menggunakan pengairan separuh daerah akar. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Sulawesi Tenggara yang berlangsung pada bulan Agustus sampai November 2020. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan yaitu F0 (tanpa pupuk, biochar dan mulsa), F1 (250 kg ha-1 SP36 + 250 kg ha-1 NPK + 5 t ha-1 mulsa alang-alang), F2 (250 kg ha-1 SP-36 + 250 kg ha-1 NPK + 8 t ha-1 pupuk kandang sapi + 2 t ha-1 biochar sekam padi + 5 t ha-1 mulsa alang-alang), F3 (250 kg ha-1 SP-36 + 250 kg ha-1 NPK + 8 t ha-1 pupuk kandang sapi + 2 t ha-1 biochar kulit kakao + 5 t ha-1 mulsa alang-alang), F4 (250 kg ha-1 SP-36 + 250 kg ha-1 NPK + 8 t ha-1 pupuk kandang sapi + 2 t ha-1 biochar sekam padi + 5 t ha-1 mulsa alang-alang dan 5 t ha-1 mulsa kirinyuh), F5 (250 kg ha-1 SP-36 + 250 kg ha-1 NPK + 8 t ha-1 pupuk kandang sapi + 2 t ha-1 biochar kulit kakao + 5 t ha-1 mulsa alang-alang dan 5 t ha-1 kirinyuh). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 18 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu suhu tanah, kadar air tanah, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot kering tajuk, jumlah buah dan bobot buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa integrasi pupuk, biochar dan mulsa organik berpengaruh sangat nyata terhadap suhu tanah, kadar air tanah, tinggi tanaman umur 20, 30 hari setelah tanam (HST) dan saat panen, jumlah daun dan luas daun pada umur 10, 20 dan 30 HST, bobot kering tajuk pada umur 30 HST dan saat panen, jumlah buah dan bobot buah. Hasil buah tertinggi diperoleh pada perlakuan 250 kg ha-1 SP-36 + 250 kg ha-1 NPK + 8 t ha-1 pupuk kandang sapi + 2 t ha-1 biochar sekam padi + 5 t ha-1 mulsa alang-alang dan 5 t ha-1 mulsa kirinyuh meningkatkan jumlah buah dan bobot buah masing-masing 1434,12% dan 1283,42% dibandingkan tanpa pupuk, biochar dan mulsa organik (kontrol).Kata kunci: biochar; cabai; hasil; mulsa organic; kesuburan tanah; mulsa organic; pertumbuhan

Collaboration network of the authors

40 authors · 191 co-authorship links · 5 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Akademi Keperawatan Giri Satria Husada
  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La Ode AfaUniversitas Halu Oleo6
Tresjia Corina RakianUniversitas Halu Oleo5
Waode Siti Anima HiseinUniversitas Halu Oleo5
Abdul MadikiUniversitas Halu Oleo4
IMRAN SUBAIRUniversitas Halu Oleo3
MIRZA ARSIATY ARSYADUniversitas Halu Oleo3
Gusti Ayu Kade SutariatiUniversitas Halu Oleo3
Laode SabaruddinUniversitas Halu Oleo3
Rachmawati HasidUniversitas Halu Oleo3
ROBIATUL ADAWIYAHUniversitas Halu Oleo2
Halim HalimUniversitas Halu Oleo2
Nini Mila RahniUniversitas Halu Oleo2
Andi NurmasUniversitas Halu Oleo2
Hamirul HadiniUniversitas Halu Oleo2
Dedi ErawanAffiliation unknown2
Hasbullah SyafAffiliation unknown2
DANIEL NATANAEL MANULLANGUniversitas Halu Oleo2
Aminuddin Mane KandariUniversitas Halu Oleo2
La OgeUniversitas Sulawesi Tenggara1
Sri WijayatiAkademi Keperawatan Giri Satria Husada1
A AlfiusAkademi Keperawatan Giri Satria Husada1
LA ODE MUHAMAD FAUZANUniversitas Halu Oleo1
SULWAN SULWANAffiliation unknown1
TRESJIA CORINA RAKIANAffiliation unknown1
ASMAN BAffiliation unknown1
GUSTI AYU KADE SUTARIATIAffiliation unknown1
MIRZA ARSIATI ARSYADAffiliation unknown1
SOFYANTO SOFYANTOUniversitas Halu Oleo1
SRI SULASTRI NINGSIHUniversitas Halu Oleo1
ARSY AYSYAH ANASAffiliation unknown1
AMAR MUARIF MUSAAffiliation unknown1
Nini Mila RahniAffiliation unknown1
Arsy Aysyah AnasUniversitas Halu Oleo1
LA ODE RATOSANAffiliation unknown1
MIRZA ARSIATY ARSYADAffiliation unknown1
FATKUR RAHMANUniversitas Halu Oleo1
I GUSTI RAY SADIMANTARAUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Integrasi Pupuk, Biochar dan Mulsa Organik terhadap Pertumbuhan dan Produksi  Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) yang Menggunakan  Pengairan Separuh Daerah Akar</dc:title>
	<dc:creator>Hervina, Wa Ode</dc:creator>
	<dc:creator>Bahrun, Andi</dc:creator>
	<dc:creator>Safuan, La Ode</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Produksi cabai di Sulawesi Tenggara masih rendah sebagai akibat kesuburan tanah rendah dan tanaman cabai sering mengalami kondisi kekeringan saat musim kemarau. Upaya untuk memperbaiki kesuburan tanah dan efisiensi penggunaan air diperlukan melalui integrasi pupuk, biochar dan mulsa organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh integrasi pupuk, biochar dan mulsa organik tehadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai menggunakan pengairan separuh daerah akar. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Sulawesi Tenggara yang berlangsung pada bulan Agustus sampai November 2020. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan yaitu F0 (tanpa pupuk, biochar dan mulsa), F1 (250 kg ha-1 SP36 + 250 kg ha-1 NPK + 5 t ha-1 mulsa alang-alang), F2 (250 kg ha-1 SP-36 + 250 kg ha-1 NPK + 8 t ha-1 pupuk kandang sapi + 2 t ha-1 biochar sekam padi + 5 t ha-1 mulsa alang-alang), F3 (250 kg ha-1 SP-36 + 250 kg ha-1 NPK + 8 t ha-1 pupuk kandang sapi + 2 t ha-1 biochar kulit kakao + 5 t ha-1 mulsa alang-alang), F4 (250 kg ha-1 SP-36 + 250 kg ha-1 NPK + 8 t ha-1 pupuk kandang sapi + 2 t ha-1 biochar sekam padi + 5 t ha-1 mulsa alang-alang dan 5 t ha-1 mulsa kirinyuh), F5 (250 kg ha-1 SP-36 + 250 kg ha-1 NPK + 8 t ha-1 pupuk kandang sapi + 2 t ha-1 biochar kulit kakao + 5 t ha-1 mulsa alang-alang dan 5 t ha-1 kirinyuh). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 18 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu suhu tanah, kadar air tanah, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot kering tajuk, jumlah buah dan bobot buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa integrasi pupuk, biochar dan mulsa organik berpengaruh sangat nyata terhadap suhu tanah, kadar air tanah, tinggi tanaman umur 20, 30 hari setelah tanam (HST) dan saat panen, jumlah daun dan luas daun pada umur 10, 20 dan 30 HST, bobot kering tajuk pada umur 30 HST dan saat panen, jumlah buah dan bobot buah. Hasil buah tertinggi diperoleh pada perlakuan 250 kg ha-1 SP-36 + 250 kg ha-1 NPK + 8 t ha-1 pupuk kandang sapi + 2 t ha-1 biochar sekam padi + 5 t ha-1 mulsa alang-alang dan 5 t ha-1 mulsa kirinyuh meningkatkan jumlah buah dan bobot buah masing-masing 1434,12% dan 1283,42% dibandingkan tanpa pupuk, biochar dan mulsa organik (kontrol).Kata kunci : biochar; cabai; hasil; mulsa organic; kesuburan tanah; mulsa organic; pertumbuhan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/article/view/19633</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/bpa.v10i1.19633</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Berkala Penelitian Agronomi; Vol 10, No 1 (2022); 11-22</dc:source>
	<dc:source>2502-3314</dc:source>
	<dc:source>2089-9858</dc:source>
	<dc:source>10.33772/bpa.v10i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/article/view/19633/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/article/downloadSuppFile/19633/3172</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Berkala Penelitian Agronomi</dc:rights>
</oai_dc:dc>