Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pengaruh Biochar dan Bokashi terhadap pH Tanah, P-tersedia dan Hasil Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L.) pada Tanah Ultisol

Berkala Penelitian Agronomi · Vol. 10 No. 1 (2022) · pp. 85–95

DOI
10.33772/bpa.v10i1.26389
ISSN
2502-3314, 2089-9858
Published
2022-04-30
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Lahan kering di Sulawesi Tenggara masih sangat luas yang sangat potensil untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian dan bisa berkontribusi terhadap penyediaan pangan nasional, namun pengembangan pertanian di daerah ini masih dihadapkan pada berbagai kendala kesuburan tanah yang rendah. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui pengaruh biochar arang sekam padi dan bokashi kandang ayam terhadap beberapa sifat kimia tanah Ultisol, dan pengaruh interaksi biochar arang sekam padi dan bokasi pupuk kandang ayam terhadap hasil tanaman cabai rawit (Capsicum Frutescens L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam pola factorial. Faktor pertama, biochar arang sekam padi terdiri dari 4 taraf yaitu B0= tanpa perlakuan, B1= 300g polibag-1, B2= 400g polibag-1, B3= 500g polibag-1. Faktor kedua, penggunaan bokashi kandang ayam terdiri dari 4 taraf yaitu K0= tanpa perlakuan, K1= 300g polibag-1, K2= 400g polibag-1, K3= 500g polibag-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi biochar arang sekam padi dan bokashi pupuk kandang ayam berpengaruh terhadap pH tanah dari 4,78 meningkat menjadi 6,22, dan Ptersedia dari 14,92 ppm meningkat menjadi 25,98 ppm. Kombinasi 300 g biochar arang sekam padi dan 500 g bokashi pupuk kandang ayam (B1K3) memberikan hasil tertinggi terhadap jumlah buah dan bobot buah masing-masing 169,00 buah dan 161,55 g.Kata Kunci: Arang sekam padi, pupuk kandang, tanah masam.

Collaboration network of the authors

40 authors · 196 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sitti LeomoUniversitas Halu Oleo22
SYAMSU ALAMAffiliation unknown20
Zulfikar ZulfikarUniversitas Halu Oleo11
Resman ResmanUniversitas Halu Oleo11
Syamsu AlamUniversitas Halu Oleo8
Fransiscus Suramas RembonUniversitas Halu Oleo8
ZULFIKAR ZULFIKARUniversitas Halu Oleo7
M. TUFAILA HEMONUniversitas Halu Oleo6
Arsy Aysyah AnasUniversitas Halu Oleo6
Hasbullah SyafUniversitas Halu Oleo5
Dedi ErawanUniversitas Halu Oleo5
La Ode RustamUniversitas Halu Oleo5
ZULFIKAR ZULFIKARUniversitas Halu Oleo4
Dewi Nurhayati YusufUniversitas Halu Oleo4
Hasbullah SyafAffiliation unknown4
DILA PUSPITAAffiliation unknown4
Dedi ErawanAffiliation unknown4
Halim HalimUniversitas Halu Oleo3
M. TufailaUniversitas Halu Oleo3
NURMA ADEAffiliation unknown3
RAHMATIA RAHMATIAUniversitas Halu Oleo3
ROBIATUL ADAWIYAHUniversitas Halu Oleo2
RISNAH RISNAHAffiliation unknown2
Yulius Barra PasolonUniversitas Halu Oleo2
ALDI MADAN SYAHUniversitas Halu Oleo2
NASRYANI ERMANUniversitas Halu Oleo2
la Ode RustamAffiliation unknown2
ANTI ANTIAffiliation unknown2
MUH SAHRULUniversitas Halu Oleo2
HUSEIN HUSEINUniversitas Halu Oleo2
F. S. RembonAffiliation unknown1
NANDRI IYANTIUniversitas Halu Oleo1
PUTU EKA MERTARIUniversitas Halu Oleo1
FRANSISKUS SURAMAS REMBONAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Biochar dan Bokashi terhadap pH Tanah, P-tersedia dan Hasil Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L.) pada Tanah Ultisol</dc:title>
	<dc:creator>Yuliana, Nunik Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Darwis, Darwis</dc:creator>
	<dc:creator>Resman, Resman</dc:creator>
	<dc:creator>Namriah, Namriah</dc:creator>
	<dc:creator>Ginting, Sahta</dc:creator>
	<dc:creator>Rembon, Fransiscus</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lahan kering di Sulawesi Tenggara masih sangat luas yang sangat potensil untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian dan bisa berkontribusi terhadap penyediaan pangan nasional, namun pengembangan pertanian di daerah ini masih dihadapkan pada berbagai kendala kesuburan tanah yang rendah. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui pengaruh biochar arang sekam padi dan bokashi kandang ayam terhadap beberapa sifat kimia tanah Ultisol, dan pengaruh interaksi biochar arang sekam padi dan bokasi pupuk kandang ayam terhadap hasil tanaman cabai rawit (Capsicum Frutescens L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam pola factorial. Faktor pertama, biochar arang sekam padi terdiri dari 4 taraf yaitu B0= tanpa perlakuan, B1= 300g polibag-1, B2= 400g polibag-1, B3= 500g polibag-1. Faktor kedua, penggunaan bokashi kandang ayam terdiri dari 4 taraf yaitu K0= tanpa perlakuan, K1= 300g polibag-1, K2= 400g polibag-1, K3= 500g polibag-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi biochar arang sekam padi dan bokashi pupuk kandang ayam berpengaruh terhadap pH tanah dari 4,78 meningkat menjadi 6,22, dan Ptersedia dari 14,92 ppm meningkat menjadi 25,98 ppm. Kombinasi 300 g biochar arang sekam padi dan 500 g bokashi pupuk kandang ayam (B1K3) memberikan hasil tertinggi terhadap jumlah buah dan bobot buah masing-masing 169,00 buah dan 161,55 g.Kata Kunci : Arang sekam padi, pupuk kandang, tanah masam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/article/view/26389</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/bpa.v10i1.26389</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Berkala Penelitian Agronomi; Vol 10, No 1 (2022); 85-95</dc:source>
	<dc:source>2502-3314</dc:source>
	<dc:source>2089-9858</dc:source>
	<dc:source>10.33772/bpa.v10i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/article/view/26389/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Berkala Penelitian Agronomi</dc:rights>
</oai_dc:dc>