Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Isolasi dan identifikasi kapang pelarut phosphate dari rizosfer gadung (Dioscorea hispida Dennst) dan bambu (Dendrocalamus asper)

Berkala Penelitian Agronomi · Vol. 7 No. 2 (2019) · pp. 118–129

DOI
10.33772/bpa.v7i2.10564
ISSN
2502-3314, 2089-9858
Published
2019-12-04
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Fosfor (P) merupakan hara utama kedua yang membatasi produksi tanaman, namun ketersediaannya di dalam tanah sangat masalah karena reaksi presipitasi dengan Al+3 dan Fe+3 pada tanah masam atau Ca+2 pada tanah alkalin. Selama beberapa tahun terakhir, pemanfaatan mikroba tanah di anggap sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan ketersediaan P untuk tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi kapang pelarut fosfat dari rizosfer bambu dan gadung. Isolasi kapang pelarut fosfat dilakukan pada kondisi in vitro, melalui serangkaian pengenceran dengan menggunakan media Pikovskaya padat. Hasil penelitian diperoleh dua isolat dari rizosfer gadung dan satu isolat dari rizosfer bambu. Namun, hasil uji kelarutan P hanya satu isolat dari gadung yang menunjukkan zona bening di sekitar koloni. Secara kualitatif, kelarutan P bervariasi antara 2,405 dan 2,052 untuk gadung dan bamboo. Analisis numerik-fenetik mengungkapkan bahwa isolat kapang dari gadung terdeteksi sebagai Talaromyces aculeatus dengan indeks kesamaan 100% dan isolat kapang dari bambu teridentifikasi sebagai Fuzarium proliferatum dengan indeks kesamaan 89,7% dibandingkan dengan kapang acuan.Kata kunci: Asam organik, kapang, phosphate, pelarut, rizosfer

Collaboration network of the authors

40 authors · 87 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hamirul HadiniUniversitas Halu Oleo4
Teguh WijayantoAffiliation unknown4
Lili DarlianAffiliation unknown3
MUHIDIN MUHIDINUniversitas Halu Oleo3
Mustamin AnggoUniversitas Halu Oleo3
Muzuni MuzuniAffiliation unknown3
Waode Siti Anima HiseinUniversitas Halu Oleo2
I GUSTI RAY SADIMANTARAUniversitas Halu Oleo2
Mashuni MashuniAffiliation unknown2
Hafiludin SamparadjaAffiliation unknown2
Wahyuni WahyuniAffiliation unknown2
WAODE SITI ANIMA HISEINAffiliation unknown2
Fahyuddin FahyuddinAffiliation unknown2
Sitti Wirdhana AhmadAffiliation unknown2
Ramadhan TosepuUniversitas Halu Oleo1
Rini RiniUniversitas Halu Oleo1
Muhammad Aswan AswanAffiliation unknown1
Wa IbaUniversitas Halu Oleo1
Wa Ode Linda Rahayu AnggrainiUniversitas Halu Oleo1
Muhammad SafarrudinUniversitas Halu Oleo1
Namriah NamriahUniversitas Halu Oleo1
Syamsu AlamUniversitas Halu Oleo1
M. TUFAILA HEMONUniversitas Halu Oleo1
FAJRI FAJRIUniversitas Halu Oleo1
Feriatin FeriatinAffiliation unknown1
Jamili JamiliAffiliation unknown1
Cornelio GagoAffiliation unknown1
Yulius Bara PasolonAffiliation unknown1
Sarawa MammaUniversitas Halu Oleo1
Asrianingsi AsrianingsiAffiliation unknown1
Wa SintaAffiliation unknown1
Susi IsrawatiAffiliation unknown1
M SirihAffiliation unknown1
Santi SeptianaAffiliation unknown1
Sartina ButonAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Isolasi dan identifikasi kapang pelarut phosphate dari rizosfer  gadung (Dioscorea hispida Dennst) dan bambu (Dendrocalamus asper)</dc:title>
	<dc:creator>Suleman, Darwis</dc:creator>
	<dc:creator>Sani, Asrul</dc:creator>
	<dc:creator>Ambardini, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Yanti, Nur Arfa</dc:creator>
	<dc:creator>Boer, Dirvamena</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Fosfor (P) merupakan hara utama kedua yang membatasi produksi tanaman, namun ketersediaannya di dalam tanah sangat masalah karena reaksi presipitasi dengan Al+3 dan Fe+3 pada tanah masam atau Ca+2 pada tanah alkalin. Selama beberapa tahun terakhir, pemanfaatan mikroba tanah di anggap sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan ketersediaan P untuk tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi kapang pelarut fosfat dari rizosfer bambu dan gadung. Isolasi kapang pelarut fosfat dilakukan pada kondisi in vitro, melalui serangkaian pengenceran dengan menggunakan media Pikovskaya padat. Hasil penelitian diperoleh dua isolat dari rizosfer gadung dan satu isolat dari rizosfer bambu. Namun, hasil uji kelarutan P hanya satu isolat dari gadung yang menunjukkan zona bening di sekitar koloni. Secara kualitatif, kelarutan P bervariasi antara 2,405 dan 2,052 untuk gadung dan bamboo. Analisis numerik-fenetik mengungkapkan bahwa isolat kapang dari gadung terdeteksi sebagai Talaromyces aculeatus dengan indeks kesamaan 100% dan isolat kapang dari bambu teridentifikasi sebagai Fuzarium proliferatum dengan indeks kesamaan 89,7% dibandingkan dengan kapang acuan.Kata kunci : Asam organik, kapang, phosphate,  pelarut, rizosfer</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/article/view/10564</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/bpa.v7i2.10564</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Berkala Penelitian Agronomi; Vol 7, No 2 (2019); 118-129</dc:source>
	<dc:source>2502-3314</dc:source>
	<dc:source>2089-9858</dc:source>
	<dc:source>10.33772/bpa.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/article/view/10564/7431</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Berkala Penelitian Agronomi</dc:rights>
</oai_dc:dc>