Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Respon Pertumbuhan dan Serapan Hara Tanaman Jagung (Zea mays L.) terhadap Inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskula Lokal

Berkala Penelitian Agronomi · Vol. 10 No. 1 (2022) · pp. 46–57

DOI
10.33772/bpa.v10i1.23255
ISSN
2502-3314, 2089-9858
Published
2022-04-29
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Produksi tanaman jagung di Sulawesi Tenggara cenderung mengalami penurunan yang cukup besar. Dominasi tanah Ultisol menjadi faktor penghambat pertumbuhan dan produktivitas jagung. FMA dapat dimanfaatkan sebagai biofertilizer untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung melalui peningkatan penyerapan unsur hara dan air serta menjaga kelestarian tanah. Penelitian bertujuan untuk mengkaji efektivitas FMA lokal terhadap performa pertumbuhan, biomassa tanaman dan serapan hara tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan di rumah plastik Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI) cabang Sulawesi Tenggara Kota Kendari dan Laboratorium Agroteknologi Unit Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, pada bulan April 2021 sampai Agustus 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 taraf inokulasi bobot propagul FMA pada tanaman jagung yaitu tanpa inokulasi FMA (M0), inokulasi FMA 10 g/polybag (M1), inokulasi FMA 20 g/polybag (M2), inokulasi FMA 30 g/polybag (M3), inokulasi FMA 40 g/polybag (M4) dan inokulasi FMA 50 g/polybag (M5). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa inokulasi FMA efektif memacu pertumbuhan tinggi tanaman, luas daun tanaman, termasuk meningkatkan serapan hara N, P, K dan berat kering tanaman yang berkorelasi positif dengan nilai ketergantungan tanaman terhadap mikoriza. Perlakuan terbaik diperoleh pada inokulasi FMA 20 g/polybag (M2).Kata Kunci: FMA, pertumbuhan, tanaman jagung

Collaboration network of the authors

40 authors · 109 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • State University of Makassar
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
ARMAN FASLIHAffiliation unknown6
Muhammad Zakaria UmarAffiliation unknown4
Jumadil NangiUniversitas Halu Oleo2
Resman ResmanAffiliation unknown2
La Ode SafuanUniversitas Halu Oleo2
TERRY PAKKIUniversitas Halu Oleo2
Nini Mila RahniUniversitas Halu Oleo2
Faisal Danu TuheteruUniversitas Halu Oleo2
Asrianti ArifUniversitas Halu Oleo2
Ainussalbi Al IkhsanAffiliation unknown2
Sarawa MammaUniversitas Halu Oleo2
La MalesiUniversitas Halu Oleo1
Indrayani IndrayaniState University of Makassar1
Syamsuddin SyamsuddinAffiliation unknown1
Syamsuddin SyamsuddinAffiliation unknown1
Basoddin BasoddinUniversitas Sulawesi Tenggara1
Muhammad TahirUniversitas Sulawesi Tenggara1
ABDUL MALIK MUSAFIRAffiliation unknown1
Natalis RansiUniversitas Halu Oleo1
Laode Muhamad TajidunUniversitas Halu Oleo1
F. S. RembonAffiliation unknown1
Muhammad Zakaria UmarUniversitas Halu Oleo1
Arman FaslihUniversitas Halu Oleo1
Ainussalbi Al IkhsanUniversitas Halu Oleo1
Abdul MadikiUniversitas Halu Oleo1
ASMAN BAffiliation unknown1
GUSTI AYU KADE SUTARIATIAffiliation unknown1
MIRZA ARSIATI ARSYADAffiliation unknown1
La Ode AfaUniversitas Halu Oleo1
IMRAN SUBAIRUniversitas Halu Oleo1
SOFYANTO SOFYANTOUniversitas Halu Oleo1
Waode Siti Anima HiseinUniversitas Halu Oleo1
La Ode Santiaji BandeUniversitas Halu Oleo1
Asniah AsniahUniversitas Halu Oleo1
Asdianti AsdiantiUniversitas Halu Oleo1
ABDUL RAHMANUniversitas Halu Oleo1
Dade Prat UntartiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Respon Pertumbuhan dan Serapan Hara Tanaman Jagung (Zea mays L.)  terhadap Inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskula Lokal</dc:title>
	<dc:creator>Ibrahim, Ibrahim</dc:creator>
	<dc:creator>Husna, Husna</dc:creator>
	<dc:creator>Husna, Husna</dc:creator>
	<dc:creator>Halim, Halim</dc:creator>
	<dc:creator>Halim, Halim</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Produksi tanaman jagung di Sulawesi Tenggara cenderung mengalami penurunan yang cukup besar. Dominasi tanah Ultisol menjadi faktor penghambat pertumbuhan dan produktivitas jagung. FMA dapat dimanfaatkan sebagai biofertilizer untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung melalui peningkatan penyerapan unsur hara dan air serta menjaga kelestarian tanah. Penelitian bertujuan untuk mengkaji efektivitas FMA lokal terhadap performa pertumbuhan, biomassa tanaman dan serapan hara tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan di rumah plastik Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI) cabang Sulawesi Tenggara Kota Kendari dan Laboratorium Agroteknologi Unit Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, pada bulan April 2021 sampai Agustus 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 taraf inokulasi bobot propagul FMA pada tanaman jagung yaitu tanpa inokulasi FMA (M0), inokulasi FMA 10 g/polybag (M1), inokulasi FMA 20 g/polybag (M2), inokulasi FMA 30 g/polybag (M3), inokulasi FMA 40 g/polybag (M4) dan inokulasi FMA 50 g/polybag (M5). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa inokulasi FMA efektif memacu pertumbuhan tinggi tanaman, luas daun tanaman, termasuk meningkatkan serapan hara N, P, K dan berat kering tanaman yang berkorelasi positif dengan nilai ketergantungan tanaman terhadap mikoriza. Perlakuan terbaik diperoleh pada inokulasi FMA 20 g/polybag (M2).Kata Kunci: FMA, pertumbuhan, tanaman jagung</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/article/view/23255</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/bpa.v10i1.23255</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Berkala Penelitian Agronomi; Vol 10, No 1 (2022); 46-57</dc:source>
	<dc:source>2502-3314</dc:source>
	<dc:source>2089-9858</dc:source>
	<dc:source>10.33772/bpa.v10i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/article/view/23255/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Berkala Penelitian Agronomi</dc:rights>
</oai_dc:dc>