Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 2

PENGGUNAAN ANALISA FAKTOR UNTUK KLASIFIKASI CITRA PENGINDERAAN JAUH MULTISPEKTRAL

JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi · Vol. 1 No. 1 (2002) · pp. 12–19

DOI
10.12962/j24068535.v1i1.a91
ISSN
2406-8535, 1412-6389
Published
2002-07-01
Publisher
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Language
eng

Abstract

Proses clustering bisa berlangsung baik secara hierarchical (split dan merge) maupun partitional (partisi). Proses split yang pembagiannya berdasarkan histogram lebih mudah dilakukan pada satu dimensi, sehingga dibutuhkan proses transformasi. Metode transformasi yang umum digunakan adalah Principal Component Analysis (PCA). Namun PCA ternyata hanya didasarkan pada pencarian dimensi bervariansi maksimum, sehingga memungkinkan terjadinya overlapping kelas, dalam arti ada kelas yang tidak dapat dipisahkan Pada penelitian ini, metode transformasi yang digunakan adalah Analisa Faktor (Factor Analysis / Canonical Analysis). Metode ini lebih baik bila dibandingkan dengan metode Principal Component Analysis (PCA). Sebab, Analisa Faktor mentransformasi sekaligus memilah cluster dalam feature space. Tiga proses utama dalam penelitian ini yaitu split, merge, dan partitional K-means clustering. Citra multispektral ditransformasi menjadi satu dimensi. Histogram satu dimensi displit dengan pemilihan puncak kurva. Merge menggabungkan cluster hasil split tersebut. Cluster yang berdekatan digabungkan menjadi cluster baru. K-means clustering digunakan untuk mendeteksi lokasi pusat cluster (prototipe cluster) dan sekaligus mengelompokkan pixel ke setiap cluster. Hasil penelitian ini dibandingkan dengan hasil algoritma clustering yang proses transformasinya menggunakan PCA. Hasil perbandingan membuktikan bahwa clustering yang proses transformasinya menggunakan Analisa Faktor menghasilkan heterogenitas antar cluster lebih tinggi (Tr(SB) meningkat antara 0.83 % sampai 19.58 %). Adapun kekompakan tiap cluster tidak selalu optimal. Hal ini sangat mungkin disebabkan jumlah kelas sampel kurang banyak dan pengambilan sampel di tiap kelas kurang bervariasi. Kata kunci: Analisa Faktor, complete link, K-means clustering, Scatter within class, Scatter between class

Collaboration network of the authors

40 authors · 87 co-authorship links · 10 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Lampung University
  • University of Brawijaya
  • Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Diana PurwitasariInstitut Teknologi Sepuluh Nopember6
Dini Adni NavastaraInstitut Teknologi Sepuluh Nopember4
Rarasmaya IndraswariInstitut Teknologi Sepuluh Nopember3
Munjiah Nur SaadahInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Rigga Widar AtmagiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Dyah S. RahayuInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Khoirul UmamInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Gulpi Qorik Oktagalu PratamasunuAffiliation unknown2
Anny YuniartiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Darlis HerumurtiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Safri AdamInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Wawan GunawanUniversitas Islam Negeri Raden Intan Lampung1
⁠Undang RosidinLampung University1
Nina KadaritnaLampung University1
Naser JawasInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Randy Cahya WihandikaUniversity of Brawijaya1
Go Frendi GunawanInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Sonny Christiano GosariaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Yuita Arum SariUniversity of Brawijaya1
Evy Kamilah RatnasariInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Siti MutrofinInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Mutmainnah MuchtarInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Jayanti Yusmah SariInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Mohammad ZarkasiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Fidi Wincoko PutroInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Khadijah Fahmi Hayati HolleInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Andi Baso KaswarInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Saprina MamaseInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Saiful Bahri MusaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Ahmad Mustofa HadiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Christian Sri Kusuma AdityaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Mamluatul Hani`ahInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Aryo HartoInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Arif FadllullahInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Dasrit Debora KamudiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Muhamad NasirInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Ratri Enggar PaweningAffiliation unknown1
Tio DarmawanInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/oai, first harvested 26 Okt 2026, last seen 26 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PENGGUNAAN ANALISA FAKTOR UNTUK KLASIFIKASI CITRA PENGINDERAAN JAUH MULTISPEKTRAL</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Arifin, Agus Zainal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kurniati, Wiwik Dyah Septiana</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Proses clustering bisa berlangsung baik secara hierarchical (split dan merge) maupun partitional (partisi).  Proses split  yang pembagiannya berdasarkan histogram lebih mudah dilakukan pada satu dimensi, sehingga dibutuhkan proses transformasi. Metode transformasi yang umum digunakan adalah Principal Component Analysis (PCA).  Namun PCA ternyata hanya didasarkan pada pencarian dimensi bervariansi maksimum, sehingga  memungkinkan terjadinya overlapping kelas, dalam arti ada kelas yang tidak dapat dipisahkan Pada penelitian ini, metode transformasi yang digunakan adalah Analisa Faktor (Factor Analysis / Canonical Analysis). Metode ini lebih baik bila dibandingkan dengan metode Principal Component Analysis (PCA). Sebab, Analisa Faktor mentransformasi sekaligus memilah cluster dalam feature space. Tiga proses utama dalam penelitian ini yaitu split, merge, dan partitional K-means clustering. Citra multispektral ditransformasi menjadi satu dimensi. Histogram satu dimensi displit dengan pemilihan puncak kurva.  Merge menggabungkan cluster hasil split tersebut. Cluster yang berdekatan digabungkan menjadi cluster baru. K-means clustering digunakan untuk mendeteksi lokasi pusat cluster (prototipe cluster) dan sekaligus mengelompokkan  pixel  ke setiap cluster. Hasil penelitian ini dibandingkan dengan hasil algoritma clustering yang proses transformasinya menggunakan PCA. Hasil perbandingan membuktikan bahwa  clustering yang proses transformasinya menggunakan Analisa Faktor menghasilkan heterogenitas antar cluster lebih tinggi (Tr(SB) meningkat antara 0.83 % sampai 19.58 %). Adapun kekompakan tiap cluster tidak selalu optimal. Hal ini sangat mungkin disebabkan jumlah kelas sampel kurang banyak dan  pengambilan sampel di tiap kelas kurang bervariasi.   Kata kunci: Analisa Faktor, complete link, K-means clustering, Scatter within class, Scatter between class</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Institut Teknologi Sepuluh Nopember</dc:publisher>
	<dc:date>2002-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/article/view/91</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.12962/j24068535.v1i1.a91</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi; Vol 1, No 1 Juli 2002; 12-19</dc:source>
	<dc:source>2406-8535</dc:source>
	<dc:source>1412-6389</dc:source>
	<dc:source>10.12962/j24068535.v1i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/article/view/91/87</dc:relation>
</oai_dc:dc>