Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ragam hoax yang ada pada grup sosial media jelang pilpres 2019 di kota kendari. Untuk mengetahui hal itu, peneliti akan menganalisis bagaimana kronologis dari beberapa macam kasus hoax yang tersebar di media sosial dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan menganalisis data menggunakan metode analisis naratif dengan model aktan. yaitu mengkronologikan suatu kejadian yang dilihat oleh ruang dan waktu, serta dapat diketahui subjek dan objeknya dalam kasus tersebut.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kasus-kasus yang sudah diteliti dalam penyebaran berita bohong (hoax) terdapat karakterisasi pendukung dan juga penghalang. Pendukung (adjuvant) kasus hoax dominan ialah golongan kubu Prabowo-Sandi dimana pendukung kasus-kasus hoax tersebut lebih mengarah pada partisipan atau orang-orang yang mendukung paslon nomor urut 01, sementara untuk penghalang dari kasus hoax dan juga ujaran kebencian ialah golongan kubu Jokowi- Ma’ruf Amin yang banyak melaporkan kasus-kasus hoax. Hegemoni yang terdapat pada kasus hoax dan ujaran kebencian di media sosial ialah hegemoni sosial dan politik.Kata Kunci: Hoax, Sosial Media, Pilpres
Collaboration network of the authors
3 authors ·
2 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.