Open access Jurnal
Pertanggungjawaban Pidana Oknum Syahbandar Dalam Tindak Pidana Penyalahgunaan Wewenang Dibidang Pelayaran
Halu Oleo Legal Research · Vol. 1 No. 2 (2019) · pp. 246–258
- ISSN
- 2657-0017
- Published
- 2019-07-29
- Publisher
- Halu Oleo University
- Language
- eng
Abstract
Penelitian ini bertujuan: 1. Untuk mengetahui dan menganalisis kualifikasi tindak pidana penyalahgunaan wewenang di bidang pelayaran yang dilakukan oleh oknum syahbandar yang dapat dimintakan pertanggungjawaban pidana; 2. Untuk mengetahui dan menganalisis pertanggungjawaban pidana oknum syahbandar dalam tindak pidana penyalahgunaan wewenang di bidang pelayaran.Tipe penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian adalah penelitian normatif atau doktrinal. Teknik pengumpulan bahan hukum yang mendukung dan berkaitan dengan pemaparan penelitian ini adalah studi dokumen (studi kepustakaan).Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1. Dalam perkara Nomor 37/Pid.Sus/202/PN.Smp, terdakwa Mihtafol Arifin menerbitkan surat persetujuan berlayar kepada kapal KLM Sinar Sumekar yang tidak dilengkapi dengan dokumen tentang kelaikan lautan kapal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran, juga tidak dilengkapi dengan alat komunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 131 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran. Pada kasus penerbitan Surat Persetujuan berlayar sebagaimana yang tertuang dalam perkara Nomor 37/Pid.Sus/202/PN.Smp, terkualifikasi sebagai tindak pidana penyalahgunaan wewenang sesuai dengan teori detournement de pouvoir karena Mihtafol Arifin menyalahgunakan wewenang yang di berikan kepadanya dengan cara menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar yang tidak sesuai prosedur kepada kapal KLM. Sinar Sumekar sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran. Dalam perkara ini pasal yang diterapkan adalah Pasal 336 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran, karena Mihtafol Arifin melanggar ketentuan Pasal 336 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran, 2. Dalam perkara Nomor 37/Pid.Sus/202/PN.Smp, terdakwa Mihtafol Arifin dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya karena pertanggungjawaban pidana seseorang tergantung pada unsur mens rea. Selain itu, untuk dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya, subjek hukum (oknum syahbandar) tersebut telah memenuhi unsur: a) Adanya kemampuan bertanggungjawab dari pelaku, b) Adanya unsur kesalahan dalam tindakan pelaku, c) Adanya unsur melawan hukum dan d) Tidak adanya keadaan tertentu yang memaafkan tindakan pelaku.
Keywords
Collaboration network of the authors
40 authors · 70 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Halu Oleo
- Universitas Muslim Indonesia
- Universitas Sulawesi Tenggara
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Handrawan Handrawan | Universitas Halu Oleo | 16 |
| La Ode Abdul Tamin | Affiliation unknown | 2 |
| Dedi Amran | Affiliation unknown | 2 |
| Arto Siswahyudi | Affiliation unknown | 2 |
| La Ode Abdul Razak | Affiliation unknown | 2 |
| Alsabda Liwati | Affiliation unknown | 2 |
| Sartono Sartono | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Iskandar Iskandar | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Mohamad Arsan Abidin | Affiliation unknown | 1 |
| Arifuddin Arifuddin | Universitas Halu Oleo | 1 |
| David David | Affiliation unknown | 1 |
| Harisman Kokodi | Affiliation unknown | 1 |
| Vivi Fatmawati A. | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Yudi Susanto Wijaya | Affiliation unknown | 1 |
| Ahmad Arif | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Safaruddin Safaruddin | Universitas Muslim Indonesia | 1 |
| Deity Yuningsih | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Nuraeni Nuraeni | Affiliation unknown | 1 |
| Erwin Sulaiman | Affiliation unknown | 1 |
| ABDUL RAHMAN | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Rusnadi Dwi Saputra | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Didik Efrianto | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Sidrat | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Minarni Baitu | Affiliation unknown | 1 |
| Fitrayadi Fitrayadi | Universitas Sulawesi Tenggara | 1 |
| Darwin Pandjaitan | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Adi Rais Patanra | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Riskanawati Riskanawati | Affiliation unknown | 1 |
| I Made Wirawan | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.