Open access Jurnal
Kebijakan Hukum Pidana terhadap Kedaruratan di Situasi Pandemi COVID-19 Sebagai Alasan Pembebasan Bersyarat
Halu Oleo Legal Research · Vol. 2 No. 3 (2020) · pp. 309–322
- ISSN
- 2657-0017
- Published
- 2020-12-10
- Publisher
- Halu Oleo University
- Language
- eng
Abstract
Tulisan ini ditujukan pada analisis penerapan kebijakan pembebasan narapidana di tengah pandemi COVID-19 melalui Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak. Selain itu, artikel ini menguji Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19, serta Keputusan Menteri Hukum dan HAM No. M.HH-19.PK.01.04.04/2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum melalui pendekatan peraturan undang-undangan dan konsep. Penelitian ini menghasilkan kebijakan guna mencegah penularan dan penyebaran COVID-19 bukan solusi yang tepat dan hanya bersifat sementara. Dalam konsepsi Pendekatan-Kebijakan seharusnya kebijakan pembebasan bersyarat disituasi pandemi COVID-19 ini berupaya untuk mengatasi COVID-19 sebagai masalah-masalah sosial dan masalah kemanusian serta merupakan bagian dari upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat. Sehingga pembebasan narapidana jangan hanya difokuskan untuk sekedar mencegah COVID-19 dan over kapasitas penjara, namun tetap harus memperhatikan aspek keadilan dan efek jera sebagai tujuan pemidanaan yaitu untuk memperbaiki pelaku agar menjadi baik dan tidak mengulangi kejahatannya kembali.
Keywords
Collaboration network of the authors
40 authors · 74 co-authorship links · 5 across different organisations · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Halu Oleo
- Muhammadiyah University of Surakarta
- Universitas Gadjah Mada
- Institut Seni Budaya Indonesia Aceh
- Universitas Muslim Indonesia
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Oheo K. Haris | Affiliation unknown | 9 |
| Sabrina Hidayat | Universitas Halu Oleo | 7 |
| Fitriah Faisal | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Deity Yuningsih | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Endah Widyastuti | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Ahmad Firman Tarta | Affiliation unknown | 1 |
| Iksan Rompo | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Guasman Tatawu | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Rustam Ukkas | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Kuswardani Kuswardani | Muhammadiyah University of Surakarta | 1 |
| Widhia Kusuma Wardhani | Universitas Gadjah Mada | 1 |
| Idaman Idaman | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Jabaruddin Jabaruddin | Affiliation unknown | 1 |
| Ali Rizky | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Haris Yusuf | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Ahmad Yusup | Affiliation unknown | 1 |
| Mohamad Arsan Abidin | Affiliation unknown | 1 |
| Alfiyan Alfiyan | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Mustafa Mustafa | Institut Seni Budaya Indonesia Aceh | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Arifuddin Arifuddin | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Yusuf Mars | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Teguh Pratiknyo | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| David David | Affiliation unknown | 1 |
| Harisman Kokodi | Affiliation unknown | 1 |
| Yudi Susanto Wijaya | Affiliation unknown | 1 |
| Safaruddin Safaruddin | Universitas Muslim Indonesia | 1 |
| Nuraeni Nuraeni | Affiliation unknown | 1 |
| Ahmad Ahmad | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Erwin Sulaiman | Affiliation unknown | 1 |
| ABDUL RAHMAN | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Minarni Baitu | Affiliation unknown | 1 |
| Supriyadin Supriyadin | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.