Open access Jurnal
Penyalahgunaan Wewenang Kepala Desa terhadap Penerbitan Surat Keterangan Tanah
Halu Oleo Legal Research · Vol. 3 No. 2 (2021) · pp. 123–140
- ISSN
- 2657-0017
- Published
- 2021-11-05
- Publisher
- Halu Oleo University
- Language
- eng
Abstract
Penelitian ini ditujukan untuk menguji penerbitan surat keterangan tanah oleh kepala desa di luar wewenangnya dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana. Untuk menganalisis pertanggungjawaban pidana bagi kepala desa yang menerbitkan surat keterangan tanah di luar wewenangnya. Penelitian hukum ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Penelitian ini menghasilkan jawaban adalah secara administratif Surat Keterangan Tanah merupakan alat bukti tertulis di bawah tangan yang kekuatan pembuktiannya tidak sekuat akta otentik. Namun karena surat keterangan tanah tersebut merupakan surat-surat yang dikategorikan alas hak atau data yuridis atas tanah yang dijadikan syarat kelengkapan persyaratan permohonan hak atas tanah sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan pertanahan. Kekuatan hukum surat keterangan tanah sebagai alat bukti yang dibuat oleh Kepala Desa dalam transaksi jual beli tanah ditinjau dari Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997 tentang pendaftaran tanah, berkekuatan hukum yang sah apabila diketahui oleh camat selaku pejabat pembuat akta tanah. Selanjutnya, berdasarkan tanggung jawab Kepala Desa dalam mengeluarkan surat keterangan tanah tidak dapat dikategorikan tindak pidana karena merujuk bunyi Pasal 39 ayat (1) huruf b angka (1) dan angka (2) Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997. Harus diketahui bahwa Kepala Desa berwenang untuk membuat surat keterangan yang menguatkan sebagai bukti hak dengan yang bersangkutan yang menguasai bidang Tanah tersebut.
Keywords
Collaboration network of the authors
34 authors · 59 co-authorship links · 2 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Halu Oleo
- Universitas Muslim Indonesia
- Universitas Sulawesi Tenggara
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Handrawan Handrawan | Universitas Halu Oleo | 9 |
| Sabrina Hidayat | Universitas Halu Oleo | 7 |
| La Ode Abdul Tamin | Affiliation unknown | 1 |
| Dedi Amran | Affiliation unknown | 1 |
| Iskandar Iskandar | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Arto Siswahyudi | Affiliation unknown | 1 |
| La Ode Abdul Razak | Affiliation unknown | 1 |
| Aldin Aldin | Affiliation unknown | 1 |
| Arifuddin Arifuddin | Universitas Halu Oleo | 1 |
| David David | Affiliation unknown | 1 |
| Alsabda Liwati | Affiliation unknown | 1 |
| Vivi Fatmawati A. | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Ahmad Arif | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Safaruddin Safaruddin | Universitas Muslim Indonesia | 1 |
| Deity Yuningsih | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Nuraeni Nuraeni | Affiliation unknown | 1 |
| Rusnadi Dwi Saputra | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Minarni Baitu | Affiliation unknown | 1 |
| Fitrayadi Fitrayadi | Universitas Sulawesi Tenggara | 1 |
| Darwin Pandjaitan | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Sartono Sartono | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Adi Rais Patanra | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Riskanawati Riskanawati | Affiliation unknown | 1 |
| I Made Wirawan | Affiliation unknown | 1 |
| Umar Boki | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.