Open access Jurnal
Kepastian Hukum Putusan Mahkamah Agung RI No. 129 K/TUN/2011 dan Putusan Mahkamah Agung RI No. 225 K/TUN/2014 Terhadap Izin Kuasa Pertambangan di Kabupaten Konawe Utara
Halu Oleo Legal Research · Vol. 1 No. 1 (2019) · pp. 157–172
- ISSN
- 2657-0017
- Published
- 2019-07-29
- Publisher
- Halu Oleo University
- Language
- eng
Abstract
Izin Usaha Pertambangan merupakan legalitas untuk melaksanakan kegiatan pengelolaan hasil-hasil alam yang terkandung dalam perut bumi dengan tujuan untuk menciptakan kemakmuran rakyat, sebagaimana yang diamanahkan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 kegiatan usaha dibidang pertambangan dapat dikelola langsung oleh negara melalui Badan Usaha Milik Negara dan atau badan usaha milik daerah dan/atau badan usaha milik swasta dan atau perorangan dan koperasi.Berdasarkan uraian di atas, ditemukan masalah antara lain, bagaimana Kepastian Hukum terhadap Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia yang Berbeda atas Izin Kuasa Pertambangan pada wilayah pertambangan yang sama dan Apa konsekuensi hukum yang timbul akibat ketidakpastian hukum atas putusan mahkamah agung pada lokasi pertambangan yang sama. Adapun Metode Penelitian yang digunakan adalah normatif, dengan Pendekatan kasus (case approach), pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach), dan pendekatan konseptual (conseptual approach). Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan antara lain, Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 225 K/TUN/2014 sebagai penyebab tumpang tindih WIUP karena judex facti pada Pengadilan Tata Usaha Negara. Dan akibat tumpang tindih putusan berkonsekuensi tidak adanya kepastian hukum, yang mengakibatkan: (1) Tidak adanya Kegiatan Penambangan oleh Pemegang Hak Izin Pertambangan baik PT. Aneka Tambang Maupun 11 Perusahaan yang tertindih WIUP-nya (2) terjadi Pemutusan hubungan Kerja besar besaran dan (3) Penghasilan Daerah dan Negara menjadi hilang dari sektor Pertambangan di WIUP yang tumpang tindih.
Keywords
Collaboration network of the authors
31 authors · 64 co-authorship links · 9 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Halu Oleo
- Universitas Negeri Padang
- Institut Agama Islam Negeri Kendari
- State University of Makassar
- Universitas Sains dan Teknologi Indonesia
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| La Sensu | Universitas Halu Oleo | 6 |
| Muhammad Sabaruddin Sinapoy | Universitas Halu Oleo | 5 |
| Guasman Tatawu | Universitas Halu Oleo | 5 |
| Muh. Sabaruddin Sinapoy | Universitas Halu Oleo | 4 |
| Nur Hikmah | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Yohandri | Affiliation unknown | 1 |
| Fitri Arsih | Universitas Negeri Padang | 1 |
| Minda Azhar | Universitas Negeri Padang | 1 |
| Usman Sulaeman | Affiliation unknown | 1 |
| Erwinsyah Agus | Affiliation unknown | 1 |
| Moh. Iksanuddin Makmun | Affiliation unknown | 1 |
| Masna Masna | Affiliation unknown | 1 |
| Fahrudin Rasyid | Affiliation unknown | 1 |
| Rahmi Paramitha Amiruddin | Affiliation unknown | 1 |
| Mim Nasrah Rasyid | Affiliation unknown | 1 |
| Rahmad Hidayat | Affiliation unknown | 1 |
| Irwan Masrun | Affiliation unknown | 1 |
| Oktavia Wulandari | Affiliation unknown | 1 |
| Asri Asri | Affiliation unknown | 1 |
| Nur Wahyu Safitri | Affiliation unknown | 1 |
| Amri Yahya | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Hasan | State University of Makassar | 1 |
| Lulu Herwanto | Affiliation unknown | 1 |
| Sumarfa Sumarfa | Affiliation unknown | 1 |
| Evi Risnawati | Affiliation unknown | 1 |
| Agustin Agustin | Universitas Sains dan Teknologi Indonesia | 1 |
| Sulastri Sulastri | Affiliation unknown | 1 |
| Rusmayadi Rusmayadi | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.