Open access Jurnal
Pembuktian Perkara Pidana Berdasarkan Hasil Tes DNA (Deoxyribo Nucleis Acid)
Halu Oleo Legal Research · Vol. 2 No. 3 (2020) · pp. 205–224
- ISSN
- 2657-0017
- Published
- 2020-12-02
- Publisher
- Halu Oleo University
- Language
- eng
Abstract
Penelitian ini untuk menganalisis kedudukan hasil tes DNA dalam pembuktian perkara pidana, serta menemukan penerapan konkret alat bukti hasil tes DNA dalam perkara pidana. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif empiris. Penelitian hukum normatif adalah suatu proses untuk menentukan suatu aturan hukum, prinsip-prinsip hukum, maupun doktrin-doktrin hukum guna menjawab isu hukum yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kedudukan hasil tes DNA dalam pembuktian perkara pidana di Indonesia yaitu berdasarkan Pasal 184 KUHAP dapat berperan sebagai alat bukti keterangan ahli dan alat bukti surat. Hasil pemeriksaan DNA sebagai alat bukti dalam pengungkapan kasus-kasus pidana dapat digunakan pada tingkat penyidikan yang disertai dengan sumpah kemudian dituangkan dalam bentuk berita acara pemeriksaan ahli. Alat bukti tersebut akan menjadi alat bukti surat jika oleh Jaksa Penuntut Umum hanya menyajikannya di persidangan tanpa disertai dengan pemaparan oleh ahli forensik DNA di depan persidangan. Penerapan konkret alat bukti hasil tes DNA dalam perkara pidana dengan berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Kendari Nomor 233/Pid.B/2019/Pn Kdi, yaitu hasil pemeriksaan DNA atas terduga pelaku pelecehan seksual terhadap anak tidak dijadikan sebagai alat bukti tunggal oleh majelis hakim pengadilan, dan tidak juga diberlakukan hasil pemeriksaan DNA dalam penggolongannya sebagai alat bukti keterangan ahli untuk menjadi sumber petunjuk oleh majelis hakim pengadilan dalam mempertimbangkan dapatnya pelaku dibebani pertanggungjawaban pidana sebagai pelaku tindak pidana pelecehan seksual (pencabulan) terhadap anak.
Keywords
Collaboration network of the authors
34 authors · 59 co-authorship links · 2 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Halu Oleo
- Universitas Muslim Indonesia
- Universitas Sulawesi Tenggara
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Handrawan Handrawan | Universitas Halu Oleo | 9 |
| Sabrina Hidayat | Universitas Halu Oleo | 7 |
| La Ode Abdul Tamin | Affiliation unknown | 1 |
| Dedi Amran | Affiliation unknown | 1 |
| Iskandar Iskandar | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Arto Siswahyudi | Affiliation unknown | 1 |
| La Ode Abdul Razak | Affiliation unknown | 1 |
| Aldin Aldin | Affiliation unknown | 1 |
| Arifuddin Arifuddin | Universitas Halu Oleo | 1 |
| David David | Affiliation unknown | 1 |
| Alsabda Liwati | Affiliation unknown | 1 |
| Vivi Fatmawati A. | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Ahmad Arif | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Safaruddin Safaruddin | Universitas Muslim Indonesia | 1 |
| Deity Yuningsih | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Nuraeni Nuraeni | Affiliation unknown | 1 |
| Rusnadi Dwi Saputra | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Didik Efrianto | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Minarni Baitu | Affiliation unknown | 1 |
| Fitrayadi Fitrayadi | Universitas Sulawesi Tenggara | 1 |
| Darwin Pandjaitan | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Sartono Sartono | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Riskanawati Riskanawati | Affiliation unknown | 1 |
| I Made Wirawan | Affiliation unknown | 1 |
| Umar Boki | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.