Open access Jurnal
Legalitas Perluasan Penggunaan Alat Bukti Elektronik Dalam Penegakan Hukum Pidana Indonesia
Halu Oleo Legal Research · Vol. 2 No. 1 (2020) · pp. 75–85
- ISSN
- 2657-0017
- Published
- 2020-04-22
- Publisher
- Halu Oleo University
- Language
- eng
Abstract
Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah legalitas perluasan alat bukti elektronik; dan kekuatan pembuktian alat bukti elektronik dalam persidangan. Untuk mengetahui jawaban dari permasalahan yang diajukan, dilakukan penelitian yang berbentuk yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual serta pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berkenaan dengan Dalam hal ini, bukti elektronik diakui sebagai alat bukti yang sah dengan statusnya sebagai alat bukti yang berdiri sendiri dan alat bukti yang tidak sendiri (pengganti surat dan perluasan bukti petunjuk sepanjang berasal dari sistem yang reliabel atau terjaga sistem keamanannya sehingga terjamin keautentikannya). Statusnya sebagai alat bukti yang berdiri sendiri berarti merupakan bagian dari jenis-jenis alat bukti yang ditentukan dalam KUHAP, yaitu sebagai pengganti bukti surat apabila memenuhi prinsip kesetaraan fungsional/padanan fungsional (functional equivalent approach) dan bagian dari bukti petunjuk. Bukti elektronik juga seharusnya dapat digunakan sebagai alat bukti yang sah dalam KUHAP untuk pembuktian seluruh jenis tindak pidana di pengadilan. Walaupun KUHAP sebagai lex generalist tidak mengaturnya, namun berdasarkan pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagai lex specialist, bukti elektronik dapat digunakan sebagai alat bukti yang sah untuk pembuktian seluruh tindak pidana di pengadilan. Mengenai kekuatan hukum alat bukti elektronik sebagai alat bukti pada khususnya dalam KUHAP masih belum kuat sebelum adanya keterangan dari pihak yang ahli atau pakar elektronik dan telematika sendiri. Interpretasi hukum hakim akan mengubah status bukti elektronik dengan melakukan generalisasi bukti elektronik yaitu mengubah status bukti elektronik tersebut.
Keywords
Collaboration network of the authors
40 authors · 74 co-authorship links · 4 across different organisations · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Halu Oleo
- Muhammadiyah University of Surakarta
- Universitas Gadjah Mada
- Institut Seni Budaya Indonesia Aceh
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Sabrina Hidayat | Universitas Halu Oleo | 14 |
| Deity Yuningsih | Universitas Halu Oleo | 3 |
| Fitriah Faisal | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Arifuddin Arifuddin | Universitas Halu Oleo | 2 |
| David David | Affiliation unknown | 2 |
| Endah Widyastuti | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Ahmad Firman Tarta | Affiliation unknown | 1 |
| Iksan Rompo | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Guasman Tatawu | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Rustam Ukkas | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Kuswardani Kuswardani | Muhammadiyah University of Surakarta | 1 |
| Widhia Kusuma Wardhani | Universitas Gadjah Mada | 1 |
| Idaman Idaman | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Jabaruddin Jabaruddin | Affiliation unknown | 1 |
| Ali Rizky | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Haris Yusuf | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Ahmad Yusup | Affiliation unknown | 1 |
| La Ode Abdul Tamin | Affiliation unknown | 1 |
| Dedi Amran | Affiliation unknown | 1 |
| Iskandar Iskandar | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Arto Siswahyudi | Affiliation unknown | 1 |
| La Ode Abdul Razak | Affiliation unknown | 1 |
| Mohamad Arsan Abidin | Affiliation unknown | 1 |
| Aldin Aldin | Affiliation unknown | 1 |
| Muhar Jaya | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Alfiyan Alfiyan | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Mustafa Mustafa | Institut Seni Budaya Indonesia Aceh | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Yusuf Mars | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Teguh Pratiknyo | Affiliation unknown | 1 |
| Herman Herman | Affiliation unknown | 1 |
| Harisman Kokodi | Affiliation unknown | 1 |
| Alsabda Liwati | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.