Jaringan syaraf tiruan (JST) banyak mendapat kritikan sebagai model kotak hitam yang walaupun dapat mengambil suatu kesimpulan dengan baik namun tidak mampu menjelaskan secara logis mengapa kesimpulan tersebut masuk akal untuk diambil. Pada makalah ini ditunjukkan bahwa pernyataan ini tidak sepenuhnya benar dengan cara memperkenalkan JST yang dapat melakukan penalaran mundur pada klausa definite logika proposisi maupun logika orde pertama. JST yang digunakan bukan merupakan JST konvensional seperti propagasi-balik (backpropagation) yang fitur utamanya adalah pembelajaran statistikal. JST yang digunakan adalah JST nonstatistik yang dibuat sedemikian rupa sehingga cocok digunakan untuk melakukan penalaran secara logis dengan kemampuan untuk memberikan argumentasi terhadap kesimpulan yang diperolehnya. JST pada makalah ini merupakan model inferensi yang massively parallel sehingga dapat digunakan untuk melakukan penalaran dengan lebih efisien jika dijalankan pada sistem komputer paralel.Kata Kunci: jaringan syaraf tiruan, argumentasi, penalaran, inferensi, klausa definite, massively parallel.
Collaboration network of the authors
4 authors ·
4 co-authorship links
· 2 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Bandung Institute of Technology
STMIK Bandung
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.