Jurnal
MEMPERTENTANGKAN ATAU MEMPERSATUKAN? PEMBELAJARAN DARI TERBITNYA KEBIJAKAN PINJAM PAKAI KAWASAN HUTAN DI INDONESIA
Jurnal Ecogreen · Vol. 5 No. 1 (2019) · pp. 1–11
- ISSN
- 2407-9049
- Published
- 2019-04-01
- Publisher
- Universitas Haluoleo
- Language
- eng
Abstract
AbstrakSumber daya lahan di Indonesia dapat dimanfaatkan dalam berbagai sektor berbasis lahan antara lain pertambangan dan kehutanan. Areal konsesi pertambangan banyak yang bersinggungan dengan kawasan hutan, sehingga dapat meningkatkan potensi konflik terutama di era desentralisasi. Izin pinjam pakai kawasan hutan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjembatani kepentingan kedua sektor. Tujuan tulisan ini adalah menganalisis kebijakan izin pinjam pakai kawasan hutan untuk mengantisipasi pembangunan di luar kehutanan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode/pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumen review. berdasarkan penelitian mengungkap bahwa tumpang tindih areal konsesi pertambangan dengan kehutanan diakibatkan tumpang tindihnya tugas dan fungsi birokrasi pelaksana dan aturan yang harus menjadi pedoman. Kebijakan pinjam pakai kawasan hutan belum mampu menjamin berkurangnya konflik sehingga perlu percepatan pengukuhan kawasan hutan dan penggunaan satu peta acuan sebagai salah satu solusi. Kata kunci: pertambangan dan kehutanan, tumpang tindih kawasan hutan, pinjam pakai kawasan hutan
Collaboration network of the authors
20 authors · 31 co-authorship links · 8 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Gadjah Mada
- University of Brawijaya
- National Research and Innovation Agency
- Sumatera Institute of Technology
- Universitas Negeri Surabaya
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Arief Ichwani | Sumatera Institute of Technology | 1 |
| Windyaning Ustyannie | Universitas Gadjah Mada | 1 |
| Devi Valentino Waas | Universitas Gadjah Mada | 1 |
| Muhammad Faqih Dzulqarnain | Universitas Gadjah Mada | 1 |
| Faizal Makhrus | Universitas Gadjah Mada | 1 |
| Wahyono Wahyono | Universitas Gadjah Mada | 1 |
| Yaqutina Marjani Santosa | Universitas Gadjah Mada | 1 |
| Agung Pambudi | Universitas Gadjah Mada | 1 |
| Nasution Nasution | Universitas Gadjah Mada | 1 |
| Yusi Tyroni Mursityo | University of Brawijaya | 1 |
| Muhammad Ghiffari | University of Brawijaya | 1 |
| Yurizka Melia Sari | Universitas Negeri Surabaya | 1 |
| Janu Arlinwibowo | National Research and Innovation Agency | 1 |
| Gupita Nadindra Fatima | Affiliation unknown | 1 |
| Dwi Purwoko | National Research and Innovation Agency | 1 |
| Yufika Sari Bagi | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.