Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

POTENSI CADANGAN KARBON PADA HUTAN SUAKA MARGASATWA TANJUNG PEROPA DALAM IMPLEMENTASI INDC DAN INISIATIF MITIGASI LOKAL

Jurnal Ecogreen · Vol. 2 No. 2 (2017) · pp. 155–122

ISSN
2407-9049
Published
2017-10-01
Publisher
Universitas Haluoleo
Language
eng

Abstract

Hutan suaka margasatwa Tanjung Peropa merupakan salah satu hutan konservasi di Provinsi Sulawesi Tenggara yang ditetapkan sebagai tempat perlindungan satwa khas, dan merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropika dengan tipe vegetasi hutan non Dipterocarpaceae, hutan belukar, hutan pantai dan hutan bakau yang terdiri dari jenis-jenis tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi. Potensi cadangan C pada hutan suaka margasatwa sangat penting diketahui, sehingga pengukuran potensi C di atas permukaan tanah pada suaka margasatwa Tanjung Peropa dilakukan terhadap tingkat vegetasi pohon dan tiang melalui metode non desturuktif, dan tumbuhan bawah dilakukan dengan metode destruktif. Selain itu, pengukuran nekromassa dan serasah dilakukan secara langsung. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan sampel pengamatan melalui plot-plot pengamatan berukuran 20 m x 20 m untuk tingkat vegetasi pohon dan nekromassa, 10 m x 10 m untuk tiang, dan 1 m x 1 m untuk tumbuhan bawah dan serasah. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa potensi cadangan C di atas permukaan tanah pada hutan suaka margasatwa Tanjung Peropa adalah rata-rata sebesar 327.64 t ha-1 yang terdiri dari: tingkat pohon sebesar rata-rata 322.99 t ha-1, tumbuhan bawah 0.93 t ha-1, nekromassa 0.22 t ha-1, dan serasah 3.5 t ha-1. Hasil pengukuran potensi cadangan C di atas permukaan tanah pada hutan suaka margasatwa Tanjung Peropa tersebut tergolong cukup tinggi, maka dengan mempertahankan kelestarian hutan suaka margasatwa yang tersebar di seluruh Indonesia dapat berperan sebagai penyerap C yang paling efisien dan memberikan kontribusi bagi pasokan udara bersih dan mengurangi dampak pemanasan global. Katakunci: ekosistem, hutan suaka margasatwa, perubahan iklim, dan simpanan karbon

Collaboration network of the authors

35 authors · 144 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Nurhayati HadjarUniversitas Halu Oleo3
Umar Ode HasaniAffiliation unknown3
Niken PujirahayuUniversitas Halu Oleo2
Nurnaningsih HamzahUniversitas Halu Oleo2
Abigael KabeUniversitas Halu Oleo2
Rosmarlinasiah RosmarlinasiahUniversitas Halu Oleo2
Safril KasimUniversitas Halu Oleo2
Dewi fitrianiAffiliation unknown2
Davik DavikAffiliation unknown2
La Ode AlwiUniversitas Halu Oleo2
Muhammad Andra AuliantoUniversitas Halu Oleo1
Albasri AlbasriUniversitas Halu Oleo1
Zakiah UslinawatyUniversitas Halu Oleo1
Mustika SariUniversitas Halu Oleo1
Sahindomi BanaUniversitas Halu Oleo1
Agus SetiawanUniversitas Halu Oleo1
Aminuddin Mane KandariUniversitas Halu Oleo1
La Ode Agus Salim MandoUniversitas Halu Oleo1
Nur ArafahUniversitas Halu Oleo1
Lade AhmaliunUniversitas Halu Oleo1
Muhusana MuhusanaUniversitas Halu Oleo1
Kahirun KahirunUniversitas Halu Oleo1
La BacoAffiliation unknown1
Zulkarnain ZulkarnainAffiliation unknown1
Lia SartikaAffiliation unknown1
Gusman AgusalimAffiliation unknown1
La Baco La BacoAffiliation unknown1
Lukman YunusAffiliation unknown1
Muhamad Yusuf BasoAffiliation unknown1
Yasnani YasnaniUniversitas Halu Oleo1
Asnia ZainuddinUniversitas Halu Oleo1
La Ode Agus Salim MandoAffiliation unknown1
Faisal Danu TuheteruUniversitas Halu Oleo1
Eka Rahmatiah TAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/green/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">POTENSI CADANGAN KARBON PADA HUTAN SUAKA MARGASATWA TANJUNG PEROPA DALAM IMPLEMENTASI INDC DAN INISIATIF MITIGASI LOKAL</dc:title>
	<dc:creator>Marwah, Sitti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hutan suaka margasatwa Tanjung Peropa merupakan salah satu hutan konservasi di Provinsi Sulawesi Tenggara yang  ditetapkan sebagai tempat perlindungan satwa khas, dan merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropika dengan tipe vegetasi hutan non Dipterocarpaceae, hutan belukar, hutan pantai dan hutan bakau yang terdiri dari jenis-jenis tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi.  Potensi cadangan C pada hutan suaka margasatwa sangat penting diketahui, sehingga pengukuran potensi C di atas permukaan tanah pada suaka margasatwa Tanjung Peropa dilakukan terhadap tingkat vegetasi pohon dan tiang melalui metode non desturuktif, dan tumbuhan bawah dilakukan dengan metode destruktif.  Selain itu, pengukuran nekromassa dan serasah dilakukan secara langsung.  Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan sampel pengamatan melalui plot-plot pengamatan berukuran 20 m x 20 m untuk tingkat vegetasi pohon dan nekromassa, 10 m x 10 m untuk tiang, dan 1 m x 1 m untuk tumbuhan bawah dan serasah.  Hasil pengukuran menunjukkan bahwa potensi cadangan C di atas permukaan tanah pada hutan suaka margasatwa Tanjung Peropa adalah rata-rata sebesar 327.64 t ha-1 yang terdiri dari : tingkat pohon sebesar rata-rata 322.99 t ha-1, tumbuhan bawah 0.93 t ha-1, nekromassa 0.22  t ha-1, dan serasah 3.5 t ha-1.  Hasil pengukuran potensi cadangan C di atas permukaan tanah pada hutan suaka margasatwa Tanjung Peropa tersebut tergolong cukup tinggi, maka dengan mempertahankan kelestarian hutan suaka margasatwa yang tersebar di seluruh Indonesia dapat berperan sebagai penyerap C yang paling efisien dan memberikan kontribusi bagi pasokan udara bersih dan mengurangi dampak pemanasan global. Katakunci :  ekosistem, hutan suaka margasatwa, perubahan iklim, dan simpanan karbon</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Haluoleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-10-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/green/article/view/2771</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ecogreen; Vol 2, No 2 (2016); 155 - 122</dc:source>
	<dc:source>2407-9049</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/green/article/view/2771/2068</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Ecogreen</dc:rights>
</oai_dc:dc>