AES (Advanced Encryption Standard) menjadi algoritma enkripsi standar Amerika sejak tahun 2001 untuk menggantikan DES (Data Encryption Standard) yang telah digunakan jutaan pengguna di seluruh dunia dalam beberapa dekade. AES dirancang agar dapat diimplementasikan pada berbagai platform software dan hardware dengan efisien. Sementara studi pembuatan algoritma enkripsi telah banyak mendapat perhatian di tanah air, penelitian tentang pembuktian keamanannya masih sangat sedikit. Pada makalah ini akan dibahas mengenai cara membuktikan keamanan AES menghadapi analisis sandi linear (ASL). Semua algoritma enkripsi bertaraf internasional yang baru dibuat hingga tahun terkini, selalu dianalisis dengan ASL sebagai dasarnya. Kemudian juga dibahas bagaimana analisis sandi linear bekerja terhadap DES dan AE1 (Algoritma Enkripsi 1). AE1 adalah algoritma yang pernah dibuat oleh peneliti. Makalah ini memberikan penjelasan bagaimana AE1 lebih baik dalam menghadapi ASL dibanding AES dan DES. Akan tetapi ini tidak menjamin bahwa AE1 lebih unggul dalam sifat kriptografi lainnya.Kata kunci: AES, DES, AE1, analisis sandi linear
Collaboration network of the authors
7 authors ·
15 co-authorship links
· 8 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Bandung Institute of Technology
Universitas Komputer Indonesia
Akademi Angkatan Udara
Politeknik Negeri Malang
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.