Melola Discovery

← Melola Discovery

Prosiding

Aplikasi Pupuk Organik Sebagai Alternatif Untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah Ultisol dan Produksi Tanaman Pangan dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan di Sulawesi Tenggara

PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS (2015) · pp. 65–71

DOI
10.37149/3128
Published
2015-03-09
Publisher
Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara
Language
eng

Abstract

Tanah Ultisol merupakan tanah pertanian yang paling luas ditemukan di Sulawesi Tenggara. Tanah jenis ini mempunyai tingkat kesuburan yang rendah baik ditinjau dari aspek fisik, kimia, maupun biologi tanah. Untuk meperbaiki tingkat kesuburan tanah ultisol dapat dilakukan melalui aplikasi pupuk organik karena pupuk organik dapat meperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, tetapi aplikasi pupuk organik membutuhkan jumlah yang banyak untuk dapat memperbaiki kesuburan tanah. Pengetahuan tentang dosis pupuk organik yang dibutuhkan sesuai jenis tanaman dan status kesuburan tanah pada lokasi penanaman sangat dibutuhkan. Berdasarkan hasil kajian ini maka dapat kemukakan bahwa; Aplikasi pupuk organik dapat meningkatkan ruang pori tanah dan kemampuan tanah menyimpan air, serta meningkatkan pH tanah, kadar hara Nitrogen, Phosfor, dan Kalim tanah. Pemberian pupuk organik dapat meningkatkan produksi tanaman pada sistem pertanian lahan kering maupun sistem pertanian lahan basah. Kompos kulit buah kakao lebih efektif dan efisien terhadap peningkatan produksi padi sawah. Pada pertanian lahan kering, untuk mendapatkan hasil jagung lokal yang tinggi dibutuhkan pupuk organik 15 ton perhektar, dan untuk kacang tanah varietas lokal dibutuhkan 10 ton per hektar.Pemberian pupuk kandang sapi dapat meningkatkan produksi tanaman tomat lokal dan untuk mendapatkan produksi yanggi dapat diberikan pupuk kandang sebanyak 20 ton per hektar.

Collaboration network of the authors

40 authors · 184 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La Ode AfaUniversitas Halu Oleo5
Waode Siti Anima HiseinUniversitas Halu Oleo4
Andi BahrunUniversitas Halu Oleo4
IMRAN SUBAIRUniversitas Halu Oleo2
ROBIATUL ADAWIYAHUniversitas Halu Oleo2
Halim HalimUniversitas Halu Oleo2
Abdul MadikiUniversitas Halu Oleo2
Nini Mila RahniUniversitas Halu Oleo2
MIRZA ARSIATY ARSYADUniversitas Halu Oleo2
Andi NurmasUniversitas Halu Oleo2
Laode SabaruddinUniversitas Halu Oleo2
Hamirul HadiniUniversitas Halu Oleo2
Hasbullah SyafAffiliation unknown2
SULWAN SULWANAffiliation unknown1
TRESJIA CORINA RAKIANAffiliation unknown1
ASMAN BAffiliation unknown1
GUSTI AYU KADE SUTARIATIAffiliation unknown1
MIRZA ARSIATI ARSYADAffiliation unknown1
SOFYANTO SOFYANTOUniversitas Halu Oleo1
Gusti Ayu Kade SutariatiUniversitas Halu Oleo1
SRI SULASTRI NINGSIHUniversitas Halu Oleo1
ARSY AYSYAH ANASAffiliation unknown1
AMAR MUARIF MUSAAffiliation unknown1
Tresjia Corina RakianUniversitas Halu Oleo1
DANIEL NATANAEL MANULLANGUniversitas Halu Oleo1
Nini Mila RahniAffiliation unknown1
Arsy Aysyah AnasUniversitas Halu Oleo1
LA ODE RATOSANAffiliation unknown1
MIRZA ARSIATY ARSYADAffiliation unknown1
FATKUR RAHMANUniversitas Halu Oleo1
I GUSTI RAY SADIMANTARAUniversitas Halu Oleo1
Sahta GintingUniversitas Halu Oleo1
Syamsuddin JufriAffiliation unknown1
Wa Ode HervinaAffiliation unknown1
Muh. Nur KhalikAffiliation unknown1
Fransiscus Suramas RembonAffiliation unknown1
Arhayani AnnurAffiliation unknown1
Rachmawati HasidUniversitas Halu Oleo1
Fathnur FathnurAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aplikasi Pupuk Organik Sebagai Alternatif Untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah Ultisol dan Produksi Tanaman Pangan dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan di Sulawesi Tenggara</dc:title>
	<dc:creator>Safuan, La Ode</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanah Ultisol merupakan tanah pertanian yang paling luas ditemukan di Sulawesi Tenggara. Tanah jenis ini mempunyai tingkat kesuburan yang rendah baik ditinjau dari aspek fisik, kimia, maupun biologi tanah. Untuk meperbaiki tingkat kesuburan tanah ultisol dapat dilakukan melalui aplikasi pupuk organik karena pupuk organik dapat meperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, tetapi aplikasi pupuk organik membutuhkan jumlah yang banyak untuk dapat memperbaiki kesuburan tanah. Pengetahuan tentang dosis pupuk organik yang dibutuhkan sesuai jenis tanaman dan status kesuburan tanah pada lokasi penanaman sangat dibutuhkan. Berdasarkan hasil kajian ini maka dapat kemukakan bahwa; Aplikasi pupuk organik dapat meningkatkan ruang pori tanah dan kemampuan tanah menyimpan air, serta meningkatkan pH tanah, kadar hara Nitrogen, Phosfor, dan Kalim tanah. Pemberian pupuk organik dapat meningkatkan produksi tanaman pada sistem pertanian lahan kering maupun sistem pertanian lahan basah. Kompos kulit buah kakao lebih efektif dan efisien terhadap peningkatan produksi padi sawah. Pada pertanian lahan kering, untuk mendapatkan hasil jagung lokal yang tinggi dibutuhkan pupuk organik 15 ton perhektar, dan untuk kacang tanah varietas lokal dibutuhkan 10 ton per hektar.Pemberian pupuk kandang sapi dapat meningkatkan produksi tanaman tomat lokal dan untuk mendapatkan produksi yanggi dapat diberikan pupuk kandang sebanyak 20 ton per hektar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-03-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/article/view/3128</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37149/3128</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS; PROSIDING SEMINAR NASIONAL SWASEMBADA PANGAN (Indonesia Menuju Swasembada Pangan dalam Tiga Tahun Kedepan Tinjauan Konseptual, Teoritis dan Empiris) Tahun 2015; 65 - 71</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/article/view/3128/2362</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS</dc:rights>
</oai_dc:dc>