Melola Discovery

← Melola Discovery

Prosiding

Moda Produksi Nelayan Suku Bajo Di Taman Nasional Wakatobi

PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS (2020) · pp. 87–94

DOI
10.37149/11340
Published
2020-03-20
Publisher
Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara
Language
eng

Abstract

Salah satu cara menggambarkan kemiskinan struktural di pedesaan adalah dengan memahami konfigurasi moda produksi yang dimiliki maupun dikuasai oleh rumahtangga.Penelitian dilakukan sejak Bulan Maret dan berakhir pada Bulan September 2018. Populasi penelitian adalah rumahtangga nelayan Sama Bajo di tiga kampung nelayan Bajo yang terpilih di tiga pulau antara lain: (1) Pulau Wangi-wangi, (2) Pulau Kaledupa; dan (3) Pulau Tomia. Total responden untuk orang Sama Bajo sebanyak 120 responden. Penelitian ini menemukan bahwa mayoritas responden nelayan Bajo di tiga Kampung Bajo merupakan nelayan skala kecil (small-scale fishers). Responden merupakan nelayan yang tidak memiliki moda produksi dan merupakan nelayan sawi yang ikut pada kegiatan penangkapan pada kelompok penangkapan tuna yang dikenal dengan lama dan bapongka maupun menangkap ikan dasar (demersal) di gugusan karang di TNW. Relasi produksi yang dibangun dalam kegiatan kelompok penangkapan cenderung bersifat asimetris, dengan bentuk patron client, yang mengikat nelayan Sawi dan koordinator melalui mekanisme hubungan kekerabatan dan ikatan hutang. Sementara relasi nelayan mandiri cenderung lebih bebas dari ikatan hutang piutang. Selanjutnya, semua responden rumahtangga nelayan Sama Bajo fokus pada kegiatan perikanan tangkap sebagai basis utama mata pencahariannya. Hampir semua responden tidak memiliki asset yang berkaitan dengan budidaya ikan di dalam keramba maupun budidaya rumput laut.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 145 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Jordan University of Science and Technology
  • State University of Makassar
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ahmad MustafaJordan University of Science and Technology14
Naslina AliminaAffiliation unknown10
Abdullah AbdullahAffiliation unknown9
Syamsul KamriAffiliation unknown9
Sukmawati AbdullahAffiliation unknown8
Tjandra BuanaAffiliation unknown8
Hasnia AramiAffiliation unknown7
Yani TaufikAffiliation unknown7
Ima Astuty WunawarsihAffiliation unknown6
La NalefoAffiliation unknown5
Bunyamin BunyaminAffiliation unknown5
Awaluddin HamzahUniversitas Halu Oleo3
Mardin MardinAffiliation unknown3
Muzuni MuzuniAffiliation unknown2
Jahidin JahidinAffiliation unknown2
Kadek LindawatiAffiliation unknown1
Dita SafitriAffiliation unknown1
Resnawati ResnawatiAffiliation unknown1
Widya LestariAffiliation unknown1
AbdullahAffiliation unknown1
Fajeria -Affiliation unknown1
Yusril YusrilAffiliation unknown1
Ilma LanaAffiliation unknown1
Nur InsyaniaAffiliation unknown1
Farid RezalAffiliation unknown1
Fina MirantiAffiliation unknown1
Rosmawati RosmawatiUniversitas Halu Oleo1
Agusno AgusnoAffiliation unknown1
Wildayanti WildayantiAffiliation unknown1
Aldi JuardinAffiliation unknown1
Sjamsu Alam LawelleAffiliation unknown1
Indrayani IndrayaniState University of Makassar1
La Ode Wahid YudinAffiliation unknown1
Muh Ikhsan TaherAffiliation unknown1
Dito HermansyahAffiliation unknown1
Fajar Indah NingsihAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Moda Produksi Nelayan Suku Bajo Di Taman Nasional Wakatobi</dc:title>
	<dc:creator>La Ola, Taane</dc:creator>
	<dc:creator>Wianti, Nur Isiyana</dc:creator>
	<dc:creator>Tadjuddah, Muslim</dc:creator>
	<dc:creator>Suriana, Suriana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Moda produksi; Sama Bajo; Kemiskinan, Wakatobi.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu cara menggambarkan kemiskinan struktural di pedesaan adalah dengan memahami konfigurasi moda produksi yang dimiliki maupun dikuasai oleh rumahtangga.Penelitian dilakukan sejak Bulan Maret dan berakhir pada Bulan September 2018. Populasi penelitian adalah rumahtangga nelayan Sama Bajo di tiga kampung nelayan Bajo yang terpilih di tiga pulau antara lain: (1) Pulau Wangi-wangi, (2) Pulau Kaledupa; dan (3) Pulau Tomia. Total responden untuk orang Sama Bajo sebanyak 120 responden. Penelitian ini menemukan bahwa mayoritas responden nelayan Bajo di tiga Kampung Bajo merupakan nelayan skala kecil (small-scale fishers). Responden merupakan nelayan yang tidak memiliki moda produksi dan merupakan nelayan sawi yang ikut pada kegiatan penangkapan pada kelompok penangkapan tuna yang dikenal dengan lama dan bapongka maupun menangkap ikan dasar (demersal) di gugusan karang di TNW. Relasi produksi yang dibangun dalam kegiatan kelompok penangkapan cenderung bersifat asimetris, dengan bentuk patron client, yang mengikat nelayan Sawi dan koordinator melalui mekanisme hubungan kekerabatan dan ikatan hutang. Sementara relasi nelayan mandiri cenderung lebih bebas dari ikatan hutang piutang. Selanjutnya, semua responden rumahtangga nelayan Sama Bajo fokus pada kegiatan perikanan tangkap sebagai basis utama mata pencahariannya. Hampir semua responden tidak memiliki asset yang berkaitan dengan budidaya ikan di dalam keramba maupun budidaya rumput laut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-03-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/article/view/11340</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37149/11340</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS; PROSIDING SEMINAR NASIONAL PANGAN DAN PERKEBUNAN (Realitas Pangan dan Perkebunan saat ini dan Prospeknya Menuju Swasembada yang Berkelanjutan) Tahun 2018; 87 - 94</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/article/view/11340/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS</dc:rights>
</oai_dc:dc>