Melola Discovery

← Melola Discovery

Prosiding

Pengembangan Pisang Kate (Dwarf Banana Cavendish) Sebagai Bahan Pangan Alternatif

PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS (2015) · pp. 113–119

DOI
10.37149/4769
Published
2015-03-09
Publisher
Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara
Language
eng

Abstract

Pisang umumnya ditanam pada areal terbuka karena menghendaki intensitas cahaya penuh. Penanaman pisang pada areal di bawah tegakan baik berupa tanaman perkebunan (seperti kelapa) dan kehutanan (seperti jati) umumnya masih terbatas karena pertumbuhan tanaman akan terhambat karena tidak mendapatkan cahaya yang cukup. Penelitian ini dalam jangka panjang bertujuan untuk menyeleksi klon-klon plasma nutfah pisang kate lokal yang memiliki toleransi tinggi terhadap naungan, yang diseleksi pada naungan buatan menggunakan paranet maupun naungan alami pada tegakan di bawah pohon. Sementara dalam jangka pendek penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi potensi pertumbuhan dan produksi tanaman pisang kate lokal asal Sultra untuk pengembangan tanaman pisang toleran naungan. Dari penelitian ini diharapkan dapat dihasilkan klon-klon pisang kate lokal yang memiliki toleransi tinggi terhadap naungan, sebagai sumber bibit untuk tanaman sela pada kondisi ternaungi dan dapat digunakan sebagai sumber keragaman genetik untuk menghasilkan galur pisang kate yang toleran terhadap naunganHasil penelitian menunjukan bahwa tanaman pisang kate yang berasal dari berbagai Kabupaten dan Kota di Sulawesi Tenggara memiliki tingkat kekerabatan yang tinggi berdasarkan karakter pertumbuhan vegetatif, sifat-sifat bunga dan buah, ditunjukan dengan nilai koefisien kemiripan yang tinggi, meskipun kondisi lingkungan asal tanaman pisang kate lokal tersebut berbeda-beda. Berdasarkan penelitian ini dapat dikumpulkan dan dikoleksi sebanyak 56 kultivar pisang kate lokal yang akan diuji lebih lanjut terhadap kondisi lingkungan ternaung.

Collaboration network of the authors

40 authors · 209 co-authorship links · 5 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Namriah NamriahUniversitas Halu Oleo8
Sahta GintingUniversitas Halu Oleo8
Gusti Ayu Kade SutariatiUniversitas Halu Oleo7
Tresjia Corina RakianUniversitas Halu Oleo6
Darwis DarwisUniversitas Halu Oleo5
Dewi Nurhayati YusufUniversitas Halu Oleo4
Dedi ErawanAffiliation unknown4
Dirvamena BoerUniversitas Halu Oleo3
Andi NurmasUniversitas Halu Oleo3
Nini Mila RahniUniversitas Halu Oleo3
Waode NuraidaAffiliation unknown3
Gusti R. SadimantaraAffiliation unknown3
Zulfikar ZulfikarUniversitas Halu Oleo2
Dedi ErawanUniversitas Halu Oleo2
Fransiscus Suramas RembonUniversitas Halu Oleo2
La Ode RustamUniversitas Halu Oleo2
Resman ResmanAffiliation unknown2
ZULFIKAR ZULFIKARUniversitas Halu Oleo2
Hamirul HadiniUniversitas Halu Oleo2
I GUSTI RAY SADIMANTARAUniversitas Halu Oleo2
Suaib SuaibAffiliation unknown2
Sarawa SarawaUniversitas Halu Oleo2
La Ode SafuanUniversitas Halu Oleo2
SYAMSU ALAMAffiliation unknown2
RISNAH RISNAHAffiliation unknown1
Hasbullah SyafUniversitas Halu Oleo1
PUTU EKA MERTARIUniversitas Halu Oleo1
FRANSISKUS SURAMAS REMBONAffiliation unknown1
Yulianti YuliantiInstitut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI1
MIRZA ARSIATY ARSYADUniversitas Halu Oleo1
Azhar AnsiUniversitas Halu Oleo1
la Ode RustamAffiliation unknown1
Arsy Aysyah AnasUniversitas Halu Oleo1
ANTI ANTIAffiliation unknown1
CANDRA UTAMI PUTRIUniversitas Halu Oleo1
ZULFIKAR ZULFIKARUniversitas Halu Oleo1
MUH SAHRULUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengembangan Pisang Kate (Dwarf Banana Cavendish) Sebagai Bahan Pangan Alternatif</dc:title>
	<dc:creator>Muhidin, Muhidin</dc:creator>
	<dc:creator>Sadimantara, Gusti Ray</dc:creator>
	<dc:creator>Leomo, Sitti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pisang umumnya ditanam pada areal terbuka karena menghendaki intensitas cahaya penuh.  Penanaman pisang pada areal di bawah tegakan baik berupa tanaman perkebunan (seperti kelapa) dan kehutanan (seperti jati) umumnya masih terbatas karena pertumbuhan tanaman akan terhambat karena tidak mendapatkan cahaya yang cukup.  Penelitian ini dalam jangka panjang bertujuan untuk menyeleksi klon-klon plasma nutfah pisang kate lokal yang memiliki toleransi tinggi terhadap naungan, yang diseleksi pada naungan buatan menggunakan paranet maupun naungan alami pada tegakan di bawah pohon. Sementara dalam jangka pendek penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi potensi pertumbuhan dan produksi tanaman pisang kate lokal asal Sultra untuk pengembangan tanaman pisang toleran naungan. Dari penelitian ini diharapkan dapat dihasilkan klon-klon pisang kate lokal yang memiliki toleransi tinggi terhadap naungan, sebagai sumber bibit untuk tanaman sela pada kondisi ternaungi dan dapat digunakan sebagai sumber keragaman genetik untuk menghasilkan galur pisang kate yang toleran terhadap  naunganHasil penelitian menunjukan bahwa tanaman pisang kate yang berasal dari berbagai Kabupaten dan Kota di Sulawesi Tenggara memiliki tingkat kekerabatan yang tinggi berdasarkan karakter pertumbuhan vegetatif, sifat-sifat bunga dan buah, ditunjukan dengan nilai koefisien kemiripan yang tinggi, meskipun kondisi lingkungan asal tanaman pisang kate lokal tersebut berbeda-beda.  Berdasarkan penelitian ini dapat dikumpulkan dan dikoleksi sebanyak 56 kultivar pisang kate lokal yang akan diuji lebih lanjut terhadap kondisi lingkungan ternaung.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-03-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/article/view/4769</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37149/4769</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS; PROSIDING SEMINAR NASIONAL SWASEMBADA PANGAN (Indonesia Menuju Swasembada Pangan dalam Tiga Tahun Kedepan Tinjauan Konseptual, Teoritis dan Empiris) Tahun 2015; 113 - 119</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/article/view/4769/3581</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS</dc:rights>
</oai_dc:dc>