Melola Discovery

← Melola Discovery

Prosiding

Persepsi Petani Tentang Waktu Dan Pola Tanam Terbaik Di Sulawesi Tenggara

PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS (2015) · pp. 152–159

DOI
10.37149/4774
Published
2015-03-09
Publisher
Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara
Language
eng

Abstract

Untuk mengantisipasi dinamika dan perubahan iklim, maka Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian telah menerbitkan Kalender Tanam (Katam) Terpadu untuk tanaman pangan utamanya padi. Katam terpadu ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi pengguna utamanya berkaitan waktu tanam, rujukan varietas dan rekomendasi pemupukan spesifik lokasi. Untuk meningkatkan akurasinya maka penting dilakukan validasi di lapangan. Untuk memberikan informasi dalam mendukung perbaikan sistem informasi Katam Terpadu, maka dilakukan kajian pada sentra padi sawah. Tujuan survey adalah memperoleh data dan informasi waktu tanam dan pola tanam eksisting. Pengkajian menggunakan metode survei terstruktur terhadap 20 orang petani di Kab.Konawe, Kolaka Timur, Konawe Selatan dan Bombana. Data primer yang diamati meliputi penerapan waktu tanam padi, pola tanam dan penerapan teknologi usahatani padi khususnya penggunaan varietas dan aplikasi pemupukan. Data sekunder diperoleh dari beberapa instansi terkait di daerah. Hasil kajian menujukkan waktu tanam terbaik pada MT-I tahun 2013 bervariasi yaitu bulan Maret di Langgomea (Kab. Konawe) dan Lakomea (Kab. Bombana), pada bulan Januari di Lalosingi (Kab.Kolaka Timur), dan bulan Pebruari di Kec. Konda (Kab. Konawe Selatan). Selanjutnya waktu tanam terbaik pada MT-II adalah Juli di Lalosingi (Kab. Kolaka), Juni di Cialam Jaya, Masagena dan Wonua (Kab. Konawe Selatan). Pola tanam pada empat lokasi adalah umumnya padi-padi-bera, namun terdapat peluang untuk padi-padi-palawija/sayuran di Langgomea (Kab.Konawe) dan Wonua (Kab.Konawe Selatan) dengan penerapan jadwal tanam yang tepat. Adanya perbedaan waktu tanam dan pola tanam pada masing-masing lokasi kajian memberikan indikasi pentingnya penetapan waktu dan pola tanam spesifik lokasi sehingga mengurangi resiko kegagalan panen akibat cekaman biotik (serangan OPT) dan abiotik (terjadinya banjir atau kekeringan). Apabila kedua faktor ini bisa dihindari, maka akan berdampak terhadap capaian produksi yang optimal.

Collaboration network of the authors

40 authors · 130 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Supeni SufaatiAffiliation unknown13
Puguh SujartaAffiliation unknown11
Rosye H.R. TanjungAffiliation unknown9
Verena AgustiniAffiliation unknown8
Irma RahayuAffiliation unknown5
Farmawaty FarmawatyAffiliation unknown5
Daniel LantangAffiliation unknown2
Linus Y. ChrystomoAffiliation unknown2
Tomi A. NelamboAffiliation unknown2
Suwito SuwitoAffiliation unknown2
Muhammad AsaadAffiliation unknown1
Sri BananiekAffiliation unknown1
Vita PurnamasariAffiliation unknown1
Cahya IrawanAffiliation unknown1
Evie N. QomariahAffiliation unknown1
Ira A. PutriAffiliation unknown1
Suharyanto SuharyantoAffiliation unknown1
Lisiard DimaraAffiliation unknown1
Chris D. SembayAffiliation unknown1
Jhon D. KalorAffiliation unknown1
Iriandi H. BoneAffiliation unknown1
Alfred A. AntohAffiliation unknown1
Sipriana DogomoAffiliation unknown1
Agustriani WarpurAffiliation unknown1
Leonardo A. NumberiAffiliation unknown1
Roma M. ManaluAffiliation unknown1
Marseline G. MailisaAffiliation unknown1
Irene SuebuAffiliation unknown1
Wehelmina LahalloAffiliation unknown1
Yemeus HelakomboAffiliation unknown1
Septriyanto DirgantaraAffiliation unknown1
Dirk Y.P. RuntuboiAffiliation unknown1
Imam MishbachAffiliation unknown1
Yulindra M. NumberiAffiliation unknown1
Daniel Z. K. WambrauwAffiliation unknown1
Lolita TuhumenaAffiliation unknown1
Floriana KabelenAffiliation unknown1
Omes MomiakeAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Persepsi Petani Tentang Waktu Dan Pola Tanam Terbaik Di Sulawesi Tenggara</dc:title>
	<dc:creator>Suharno, Suharno</dc:creator>
	<dc:creator>Mustaha, Muhammad Alwi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Untuk mengantisipasi dinamika dan perubahan iklim, maka Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian telah menerbitkan Kalender Tanam (Katam) Terpadu untuk tanaman pangan utamanya padi. Katam terpadu ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi pengguna utamanya berkaitan waktu tanam, rujukan varietas dan rekomendasi pemupukan spesifik lokasi. Untuk meningkatkan akurasinya maka penting dilakukan validasi di lapangan. Untuk memberikan informasi dalam mendukung perbaikan sistem informasi Katam Terpadu, maka dilakukan kajian pada sentra padi sawah. Tujuan survey adalah memperoleh data dan informasi  waktu tanam dan pola tanam eksisting. Pengkajian menggunakan metode survei terstruktur terhadap 20 orang petani di Kab.Konawe, Kolaka Timur, Konawe Selatan dan Bombana.  Data primer yang diamati meliputi penerapan waktu tanam padi, pola tanam dan penerapan teknologi usahatani padi khususnya penggunaan varietas dan aplikasi pemupukan. Data sekunder diperoleh dari beberapa instansi terkait di daerah.  Hasil kajian menujukkan waktu tanam terbaik pada MT-I tahun 2013 bervariasi yaitu bulan Maret di Langgomea (Kab. Konawe) dan Lakomea (Kab. Bombana), pada bulan Januari di Lalosingi (Kab.Kolaka Timur), dan bulan Pebruari di Kec. Konda (Kab. Konawe Selatan). Selanjutnya waktu tanam terbaik pada MT-II adalah Juli di Lalosingi (Kab. Kolaka), Juni di Cialam Jaya, Masagena dan Wonua (Kab. Konawe Selatan).  Pola tanam pada empat lokasi adalah umumnya padi-padi-bera, namun terdapat peluang untuk padi-padi-palawija/sayuran di Langgomea (Kab.Konawe) dan Wonua (Kab.Konawe Selatan) dengan penerapan jadwal tanam yang tepat. Adanya perbedaan waktu tanam dan pola tanam pada masing-masing lokasi kajian memberikan indikasi pentingnya penetapan waktu dan pola tanam spesifik lokasi sehingga mengurangi resiko kegagalan panen akibat cekaman biotik (serangan OPT) dan abiotik (terjadinya banjir atau kekeringan).  Apabila kedua faktor ini bisa dihindari, maka akan berdampak terhadap capaian produksi yang optimal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-03-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/article/view/4774</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37149/4774</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS; PROSIDING SEMINAR NASIONAL SWASEMBADA PANGAN (Indonesia Menuju Swasembada Pangan dalam Tiga Tahun Kedepan Tinjauan Konseptual, Teoritis dan Empiris) Tahun 2015; 152 - 159</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/article/view/4774/3587</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS</dc:rights>
</oai_dc:dc>