Melola Discovery

← Melola Discovery

Prosiding

Perwujudan Swasembada Pangan Melalui Perbaikan Teknologi Pengelolaan Air

PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS (2015) · pp. 3–15

DOI
10.37149/3121
Published
2015-03-09
Publisher
Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara
Language
eng

Abstract

Salah satu Nawacita pemerintah Jokowi-JK adalah mewujudkan kemandirian ekonomi nasional dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik khususnya sektor pertanian dalam upaya membangun dan mewujudkan kedaulatan pangan. Indonesia memiliki lahan kering dan basah potensial untuk mewujudkan target pemerintah tersebut, namun demikian tidaklah mudah karena sektor pertanian diperhadapkan dengan berbagai ancaman serius seperti degradasi sumber daya pertanian, konversi dan alih fungsi lahan, pencemaran pertanian serta variabilitas dan ketidak pastian iklim serta banyaknya jaringan irigasi yang rusak. Selain itu faktor lain yang perlu mendapat perhatian adalah anomali iklim baik pada skala lokal, nasional dan global karena secara langsung dan tak langsung mempengaruhi pencapaian swasembada pangan. Kejadian banjir dan musim kemarau berkepanjangan merupakan faktor yang sulit dihindari dan menjadi bagian yangtidak terpisahkan dalam pembangunan pertanian khususnya pencapaian swasembada pangan. Swasembada pangan dapat dicapai antara lain harus didukung oleh ketersediaan sumber daya air dan teknologi pengelolaan air. Teknologi pengelolaan air menjadi faktor kunci sukses dalam upaya meningkatkan produksi guna mewujudkan swasembada pangan. Teknologi pengelolaan air yang perlu dilakukan di lahan basah seperti teknologi tata air mikro dan surjan, irigasi macak-macak, irigasi bergilir, dan irigasi berselang (alternate wetting and drying) sedangkan teknologi pengelolaan air di lahan kering meliputi konservasi tanah dan air, pengembangan embung dan pemanenan air, pengembangan irigasi bertekanan dan pompanisasi serta pengembangan irigasi hemat air lainnya seperti irigasi tetes, saluran resapan dan pengairan separuh daerah akar

Collaboration network of the authors

40 authors · 187 co-authorship links · 5 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Akademi Keperawatan Giri Satria Husada
  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La Ode SafuanUniversitas Halu Oleo9
Tresjia Corina RakianUniversitas Halu Oleo7
Gusti Ayu Kade SutariatiUniversitas Halu Oleo5
Laode SabaruddinUniversitas Halu Oleo3
Abdul MadikiUniversitas Halu Oleo2
Sitti LeomoUniversitas Halu Oleo2
Rachmawati HasidUniversitas Halu Oleo2
Hasbullah SyafAffiliation unknown2
MUHIDIN MUHIDINUniversitas Halu Oleo2
Dewi Nurhayati YusufUniversitas Halu Oleo2
Waode NuraidaAffiliation unknown2
Gusti R. SadimantaraAffiliation unknown2
IMRAN SUBAIRUniversitas Halu Oleo2
MIRZA ARSIATY ARSYADUniversitas Halu Oleo2
Waode Siti Anima HiseinUniversitas Halu Oleo2
Nini Mila RahniUniversitas Halu Oleo2
Sahta GintingUniversitas Halu Oleo2
Yulius B. PasolonAffiliation unknown2
La OgeUniversitas Sulawesi Tenggara1
Sri WijayatiAkademi Keperawatan Giri Satria Husada1
A AlfiusAkademi Keperawatan Giri Satria Husada1
Andi Bahrun .Affiliation unknown1
La Ode Safuan -Affiliation unknown1
Fitri SahariaAffiliation unknown1
Laode Muhammad Harjoni KilowasidAffiliation unknown1
Hasbullah SyafUniversitas Halu Oleo1
Lies IndrianiAffiliation unknown1
LA ODE MUHAMAD FAUZANUniversitas Halu Oleo1
Halim HalimUniversitas Halu Oleo1
SOFYANTO SOFYANTOUniversitas Halu Oleo1
SRI SULASTRI NINGSIHUniversitas Halu Oleo1
ARSY AYSYAH ANASAffiliation unknown1
AMAR MUARIF MUSAAffiliation unknown1
DANIEL NATANAEL MANULLANGUniversitas Halu Oleo1
Nini Mila RahniAffiliation unknown1
Arsy Aysyah AnasUniversitas Halu Oleo1
LA ODE RATOSANAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perwujudan Swasembada Pangan Melalui Perbaikan Teknologi Pengelolaan Air</dc:title>
	<dc:creator>Bahrun, Andi</dc:creator>
	<dc:creator>Afa, La Ode</dc:creator>
	<dc:creator>Erawan, Dedi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu Nawacita pemerintah Jokowi-JK adalah mewujudkan kemandirian ekonomi nasional dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik khususnya sektor pertanian dalam upaya membangun dan mewujudkan kedaulatan pangan. Indonesia memiliki lahan kering dan basah potensial untuk mewujudkan target pemerintah tersebut, namun demikian tidaklah mudah karena sektor pertanian diperhadapkan dengan berbagai ancaman serius seperti degradasi sumber daya pertanian, konversi dan alih fungsi lahan, pencemaran pertanian serta variabilitas dan ketidak pastian iklim serta banyaknya jaringan irigasi yang rusak. Selain itu faktor lain yang perlu mendapat perhatian adalah anomali iklim baik pada skala lokal, nasional dan global karena secara langsung dan tak langsung mempengaruhi pencapaian swasembada pangan. Kejadian banjir dan musim kemarau berkepanjangan merupakan faktor yang sulit dihindari dan menjadi bagian yangtidak terpisahkan dalam pembangunan pertanian khususnya pencapaian swasembada pangan. Swasembada pangan dapat dicapai antara lain harus didukung oleh ketersediaan sumber daya air dan teknologi pengelolaan air. Teknologi pengelolaan air menjadi faktor kunci sukses dalam upaya meningkatkan produksi guna mewujudkan swasembada pangan. Teknologi pengelolaan air yang perlu dilakukan di lahan basah seperti teknologi tata air mikro dan surjan, irigasi macak-macak, irigasi bergilir, dan irigasi berselang (alternate wetting and drying) sedangkan teknologi pengelolaan air di lahan kering meliputi konservasi tanah dan air, pengembangan embung dan pemanenan air, pengembangan irigasi bertekanan dan pompanisasi serta pengembangan irigasi hemat air lainnya seperti irigasi tetes, saluran resapan dan pengairan separuh daerah akar</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-03-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/article/view/3121</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37149/3121</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS; PROSIDING SEMINAR NASIONAL SWASEMBADA PANGAN (Indonesia Menuju Swasembada Pangan dalam Tiga Tahun Kedepan Tinjauan Konseptual, Teoritis dan Empiris) Tahun 2015; 3 - 15</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/procnaskotim/article/view/3121/2350</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 PROCEEDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS</dc:rights>
</oai_dc:dc>