Open access Prosiding
Analisis Potensi Dan Permasalahan Penanggulangan Daerah Tertinggal Di Pesisir Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS (2016) · pp. 47–62
- Published
- 2016-01-25
- Publisher
- Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara
- Language
- eng
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan Potensi dan Permasalahan Penanggulangan Daerah Tertinggal Di Pesisir Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. Lokasi penelitian diarahkan pada wilayah Kecamatan pesisir yang termasuk kategori daerah tertinggal dengan mengacu pada SK Bupati Konawe tentang Penunjukan/Penetapan Lokasi Program Kampung Perisai di Wilayah Kabupaten Konawe Tahun 2015 dan yang menjadi desa sampel yaitu Desa Saponda dan Desa Telaga Biru. Metode analisis data menggunakan pendekatan analisis kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa di Desa Saponda memiliki potensi yang meliputi potensi perekonomian masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, jumlah penduduk usia kerja yang tinggi yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan, mayoritas kepala keluarga telah memiliki perumahan, infrastruktur wilayah yang cukup memadai yang diusahakan secara swadaya serta potensi ekonomi desa yang berasal dari hasil perikanan tangkap. Desa Telaga Biru memiliki potensi meliputi potensi perekonomian masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani, jumlah penduduk usia kerja yang tinggi, mayoritas kepala keluarga telah memiliki perumahan, infrastruktur wilayah yang telah memadai, nilai celah fiskal yang berasal dari PBB mencapai Rp.3.988.555,- potensi ekonomi desa berasal dari hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan. Permasalahan yang ditemui di Desa Saponda yaitu kurangnya sarana prasarana yang mendukung kegiatan budidaya perikanan dan penangkapan ikan sehingga beberapa masyarakat menggunakan bom untuk menangkap ikan, lapangan usaha baru yang terbatas sehingga masih terdapat penduduk yang menganggur, jumlah penduduk yang bersekolah masih rendah karena tidak terdapatnya sarana pendidikan berupa SD, SMP dan SMA di desa serta tingginya angka putus sekolah yang juga disebabkan oleh faktor ekonomi, tidak adanya infrastruktur PLN, telekomunikasi, sanitasi, kesehatan serta MCK, tidak adanya sarana transportasi umum serta tidak adanya pasar desa yang mendukung perekonomian masyarakat. Permasalahan yang ditemui di Desa Telaga Biru yaitu kondisi tanah yang kurang subur untuk mendukung kegiatan pertanian, produksi perkebunan yang rendah, banyak ternak yang terserang penyakit, sarana prasarana perikanan budidaya dan penangkapan yang minim, lapangan usaha baru tidak tersedia sehingga jumlah penduduk menganggur yang tinggi, tidak adanya SD, SMP dan SMA di desa sehingga jumlah penduduk yang tidak bersekolah masih tinggi, tidak adanya infrastruktur, sanitasi, kesehatan serta MCK, tidak adanya pasar desa yang mendukung perekonomian masyarakat.
Keywords
Collaboration network of the authors
40 authors · 140 co-authorship links · 9 across different organisations · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Halu Oleo
- Universitas Gadjah Mada
- Universitas Sulawesi Tenggara
- Institut Agama Islam Negeri Sorong
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Samsul Alam Fyka | Universitas Halu Oleo | 18 |
| Munirwan Zani | Universitas Halu Oleo | 12 |
| Surni Surni | Affiliation unknown | 5 |
| Awaluddin Hamzah | Universitas Halu Oleo | 4 |
| Haji Saediman | Universitas Halu Oleo | 4 |
| Putu Arimbawa | Affiliation unknown | 4 |
| Hartina Batoa | Affiliation unknown | 4 |
| Darwan Darwan | Affiliation unknown | 4 |
| Hasbullah Syaf | Affiliation unknown | 3 |
| Salamah Salamah | Affiliation unknown | 2 |
| Marsuki Iswandi | Affiliation unknown | 2 |
| Abdi Abdi | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Bahari Bahari | Universitas Sulawesi Tenggara | 2 |
| M. TUFAILA HEMON | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Salahuddin Salahuddin | Universitas Gadjah Mada | 2 |
| Sukmawati Abdullah | Affiliation unknown | 2 |
| Arif Rahman | Universitas Gadjah Mada | 2 |
| Agustono Slamet | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Muhammad Ramli | Institut Agama Islam Negeri Sorong | 2 |
| Yusnaeni Yusnaeni | Affiliation unknown | 2 |
| Idrus Salam | Universitas Halu Oleo | 2 |
| wa Ode Yusria | Affiliation unknown | 2 |
| Sarinah Sarinah | Affiliation unknown | 1 |
| La Ode Arfan Dedu | Affiliation unknown | 1 |
| Hartina Batoa | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Putu Arimbawa | Affiliation unknown | 1 |
| Dasmin Sidu | Affiliation unknown | 1 |
| La Ode Kasno Arif | Affiliation unknown | 1 |
| La Nalefo La Nalefo | Affiliation unknown | 1 |
| Abdul Gafaruddin | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Lukman Yunus | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Yuliana Citra | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Yully Angryanthy Salam | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Muhibudin Muhibudin | Affiliation unknown | 1 |
| Analuddin Analuddin | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Irfan Ido | Affiliation unknown | 1 |
| Muliddin Muliddin | Affiliation unknown | 1 |
| Ansyahrul Mukminin | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.