Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK TWO-TIER UNTUK MENGUKUR MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI ASAM BASA

Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo · Vol. 7 No. 2 (2022) · pp. 70–79

DOI
10.36709/jpkim.v7i2.25753
ISSN
2721-2963, 2503-4480
Published
2022-09-17
Publisher
Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai tes diagnostik two tier untuk mengetahui miskonsepsi yang terjadi pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas tes diagnostik dikembangkan pada materi asam basa, mengetahui gambaran miskonsepsi siswa pada materi asam basa yang disusun berdasarkan tes diagnostik yang dikembangkan dan mengetahui respon siswa terhadap instrumen tes yang digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian Research Development (RD) dengan menggunakan Model pengembangan tipe formative research Tessmer, yang terdiri dari dua tahap yaitu tahap Prelimenary dan tahap Formative evaluation yang meliputi tahap self evaluation, Prototyping (expert reviews, one-to-one dan small group serta field test). Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas instrumen tes diagnostik two-tier termaksud pada kategori baik berdasarkan dari hasil dua validator, yaitu sebesar 96,25% dan 98,33%. Hasil data tes diagnostik two-tier menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi pada sub konsep teori asam basa sebesar 20%, sub konsep indikator asam basa sebear 28%, sub konsep kekuatan asam dan basa sebesar 19%, sub konsep tetapan ionisasi asam dan basa sebesar 29% dan sub konsep perhitungan pH sebesar 15%. Angket respon siswa pada instrumen tes diagnostik two-tier memenuhi kriteria tercapai dan tidak ada perbaikan karena lebih dari 50% atau 83% siswa memberikan respon positif yang artinya intrumen tes diagnostik dikatakan praktis untuk digunakan.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 85 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Fahyuddin FahyuddinAffiliation unknown3
Nurlansi NurlansiAffiliation unknown3
Muh. Alim MarhadiUniversitas Halu Oleo2
Ruslin RuslinUniversitas Halu Oleo2
Aminuddin AminuddinInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Dahlan DahlanAffiliation unknown2
RAHMANPIU RAHMANPIUAffiliation unknown2
Muhammad Ali MarhadiAffiliation unknown2
Saefuddin SaefuddinUniversitas Halu Oleo2
Aceng HaetamiAffiliation unknown2
Murni SabiluUniversitas Halu Oleo1
La RudiUniversitas Halu Oleo1
Fatahu FatahuUniversitas Halu Oleo1
Rimba HamidUniversitas Halu Oleo1
Abdul Rasul LamingAffiliation unknown1
Ritawati AsafAffiliation unknown1
Riski AnggrianiAffiliation unknown1
Sri WahyuniAffiliation unknown1
Muliatin MuliatinAffiliation unknown1
Rustam MustaAffiliation unknown1
Sarianti SariantiAffiliation unknown1
Cici IndarliaAffiliation unknown1
Hasriani HasrianiAffiliation unknown1
Marimar MarimarAffiliation unknown1
Wa Ode HerniwatiAffiliation unknown1
Ahmad SaifullahAffiliation unknown1
Nursahida KamilAffiliation unknown1
Haeruddin HaeruddinAffiliation unknown1
Muhammad Alim MarhadiAffiliation unknown1
Nasfa NasfaAffiliation unknown1
Suciatni Elsa HusnawawiAffiliation unknown1
La RasidAffiliation unknown1
Fandri FandriAffiliation unknown1
Sucy LestariAffiliation unknown1
Sitti Nur SafitriAffiliation unknown1
Nurul NishaAffiliation unknown1
Supiana SupianaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jpkim/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK TWO-TIER UNTUK MENGUKUR MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI ASAM BASA</dc:title>
	<dc:creator>Riswana, Ira</dc:creator>
	<dc:creator>Maysara, Maysara</dc:creator>
	<dc:creator>Rahman, Abraham</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tes Diagnostik; Two-Tier; Miskonsepsi Asam Basa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Telah dilakukan penelitian mengenai tes diagnostik two tier untuk mengetahui miskonsepsi yang terjadi pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas tes diagnostik dikembangkan pada materi asam basa, mengetahui gambaran miskonsepsi siswa pada materi asam basa yang disusun berdasarkan tes diagnostik yang dikembangkan dan mengetahui respon siswa terhadap instrumen tes yang digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian Research  Development (RD) dengan menggunakan Model pengembangan tipe formative research Tessmer, yang terdiri dari dua tahap yaitu tahap Prelimenary dan tahap Formative evaluation yang meliputi tahap self evaluation, Prototyping (expert reviews, one-to-one dan small group serta field test). Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas instrumen tes diagnostik two-tier termaksud pada kategori baik berdasarkan dari hasil dua validator, yaitu sebesar 96,25% dan 98,33%. Hasil data tes diagnostik two-tier menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi pada sub konsep teori asam basa sebesar 20%, sub konsep indikator asam basa sebear 28%, sub konsep kekuatan asam dan basa sebesar 19%, sub konsep tetapan ionisasi asam dan basa sebesar 29% dan sub konsep perhitungan pH sebesar 15%. Angket respon siswa pada instrumen tes diagnostik two-tier memenuhi kriteria tercapai dan tidak ada perbaikan karena lebih dari 50% atau 83% siswa memberikan respon positif yang artinya intrumen tes diagnostik dikatakan praktis untuk digunakan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-09-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jpkim/article/view/25753</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/jpkim.v7i2.25753</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo; Vol 7, No 2 (2022): Edisi Agustus; 70-79</dc:source>
	<dc:source>2721-2963</dc:source>
	<dc:source>2503-4480</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jpkim/article/view/25753/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>