Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

ANALISIS KANDUNGAN PEROKSIDA MINYAK GORENG YANG DIGUNAKAN BERULANG KALI OLEH PEDAGANG GORENGAN DI JALAN H.E.A MOKODOMPIT KOTA KENDARI TAHUN 2019

Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia · Vol. 1 No. 1 (2020)

DOI
10.37887/jgki.v1i1.12258
ISSN
2797-5894
Published
2020-05-30
Publisher
Program Studi Gizi FKM UHO
Language
eng

Abstract

Gorengan merupakan makanan jajanan dengan menggunakan adonan tepung yang digoreng dengan minyak berlebih (deep fat frying) dan dijual di tepi jalan. Penggunaan minyak goreng dalam praktek penggorengan di rumah tangga maupun pedagang kecil dilakukan secara berulang. Hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas minyak dan meningkatkan kandungan peroksida pada minyak yang dapat menghilangkan komposisi zat gizi di dalamnya. Keberadaan peroksida dapat digunakan sebagai indicator kerusakan minyak. Penelitian ini bertujuan menganalisis frekuensi penggunaan minyak goreng dan jumlah kandungan peroksida minyak goreng yang digunakan oleh pedagang gorengan di jalan H.E.A Mokodompit, Kota Kendari. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 12 pedagang gorengan. Data analisis univariat digunakan untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan rerata. Analisis bilangan peroksida ditetapkan sesuai SNI 3741-2013. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa 9 pedagang (75%) pedagang menggunakan minyak 3 kali dalam sekali penggantian minyak, dan 3 pedagang (25%) menggunakan miyak 3 kali. Hasil uji laboratorium kandungan peroksida menunjukan bahwa jumlah bilangan peroksida yang paling tinggi adalah 7,13 mekO2/kg dan yang paling rendah 5,39 mekO2/kg. Simpulan: seluruh sampel minyak goreng pedagang gorengan tidak melebihi jumlah peroksida maksimum (10 mEq O2/kg, SNI 3741-2013).

Collaboration network of the authors

40 authors · 216 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Suhadi SuhadiAffiliation unknown10
Sartiah YusranAffiliation unknown9
Asnia ZainuddinUniversitas Halu Oleo9
Arum Dian PratiwiUniversitas Halu Oleo8
Harleli HarleliUniversitas Halu Oleo8
Yusuf SabiluUniversitas Halu Oleo6
Junaid JunaidAffiliation unknown6
Ruwiah RuwiahAffiliation unknown5
La Ode Ali Imran AhmadAffiliation unknown5
Jumakil JumakilUniversitas Halu Oleo5
Syefira SalsabilaAffiliation unknown4
Nurmaladewi NurmaladewiUniversitas Halu Oleo4
Irma YunawatiUniversitas Halu Oleo4
Febriana MuchtarAffiliation unknown3
Rahman RahmanAffiliation unknown3
Lymbran TinaAffiliation unknown3
Jafriati JafriatiUniversitas Halu Oleo3
Irma IrmaAffiliation unknown3
Nani YuniarUniversitas Halu Oleo3
La Ode Ahmad SaktiansyahUniversitas Halu Oleo2
Nurnajma Indah ArifAffiliation unknown2
Agnes Mersatika HartoyoAffiliation unknown2
Novita Indria SariAffiliation unknown2
Akifah AkifahUniversitas Halu Oleo2
Vebi Yogawana PutriAffiliation unknown2
Paridah ParidahUniversitas Halu Oleo2
Siti Rabbani KarimunaUniversitas Halu Oleo2
Mawaddatul WarahmaUniversitas Halu Oleo1
Indrayanti FauziahUniversitas Halu Oleo1
Wa Ode NurcahyantiAffiliation unknown1
Yustiani YustianiAffiliation unknown1
Nurzahra SaputriAffiliation unknown1
Wa Ode Wulandari EkaAffiliation unknown1
Wa Ija IjaAffiliation unknown1
NUR HIKMAAffiliation unknown1
Wa Ode Gita AsiyahAffiliation unknown1
Sulastri TahirAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/gikes/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS KANDUNGAN PEROKSIDA MINYAK GORENG YANG DIGUNAKAN BERULANG KALI OLEH  PEDAGANG GORENGAN DI JALAN H.E.A MOKODOMPIT KOTA KENDARI TAHUN 2019</dc:title>
	<dc:creator>Syukriyah, Nina</dc:creator>
	<dc:creator>Lisnawaty, Lisnawaty</dc:creator>
	<dc:creator>Fithria, Fithria</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Gorengan merupakan makanan jajanan dengan menggunakan adonan tepung yang digoreng dengan minyak berlebih (deep fat frying) dan dijual di tepi jalan. Penggunaan minyak goreng dalam praktek penggorengan di rumah tangga maupun pedagang kecil dilakukan secara berulang. Hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas minyak dan meningkatkan kandungan peroksida pada minyak yang dapat menghilangkan komposisi zat gizi di dalamnya.  Keberadaan  peroksida  dapat  digunakan  sebagai  indicator kerusakan minyak.  Penelitian  ini bertujuan menganalisis frekuensi penggunaan minyak goreng dan jumlah kandungan peroksida minyak goreng yang digunakan oleh pedagang gorengan di jalan H.E.A Mokodompit, Kota Kendari. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 12 pedagang gorengan. Data analisis univariat digunakan untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan rerata. Analisis bilangan peroksida ditetapkan sesuai SNI 3741-2013.   Hasil Penelitian menunjukkan bahwa 9 pedagang (75%) pedagang menggunakan minyak  3 kali dalam sekali penggantian minyak, dan 3 pedagang (25%) menggunakan miyak  3 kali. Hasil uji laboratorium kandungan peroksida menunjukan bahwa jumlah bilangan peroksida yang paling tinggi adalah 7,13 mekO2/kg dan yang paling rendah 5,39 mekO2/kg. Simpulan: seluruh sampel minyak goreng pedagang gorengan tidak melebihi jumlah peroksida maksimum (10 mEq O2/kg, SNI 3741-2013).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Gizi FKM UHO</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/gikes/article/view/12258</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jgki.v1i1.12258</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia; Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia</dc:source>
	<dc:source>2797-5894</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jgki.v1i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/gikes/article/view/12258/8618</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>