Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TOSIBA KECAMATAN SAMATURU KABUPATEN KOLAKA

Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia · Vol. 4 No. 1 (2023)

DOI
10.37887/jgki.v4i1.43098
ISSN
2797-5894
Published
2023-08-15
Publisher
Program Studi Gizi FKM UHO
Language
eng

Abstract

Abstrak Di Negara Indonesia permasalahan gizi kurang merupakan suatu persoalan kesehatan yang belum selesai dan memiliki kontribusi yang cukup banyak terhadap rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM). Jika seorang balita menderita gizi kurang, dampaknya adalah rendahnya kualitas sumber daya manusia, sehingga persoalan tersebut jika tidak diatasi segera akan mengakibatkan lost generation. Adapun akibat dari kekurangan gizi diantaranya adalah gagalnya pertumbuhan serta perkembangan balita dan tingginya angka kesakitan dan angka kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kejadian gizi kurang pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tosiba, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan cross-sectional sebagai pendekatan. Penelitian ini diujikan pada 130 sampel. Hasil penelitian yaitu pengetahuan ibu (p-value = 0,000), pola asuh makan ibu (p-value = 0,000), dan penghasilan (p-value = 0,000) memiliki hubungan yang erat terhadap status gizi seseorang. Sementara itu, personal hygiene ibu (p-value = 0,312) tidak ada hubungannya dengan kejadian gizi kurang pada balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tosiba, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka. Sebaiknya masyarakat selalu membawa anaknya ke posyandu yang kurang lebih dilaksanakan 1 buan sekali, agar ibu dapat mengetahui informasi penting mengenai perkembangan gizi anaknya. Tujuannya agar seorang ibu lrebih memperhatikan kebutuhan anaknya sesuai dengan rentan usianya. Selin itu, hendaknya pihak puskesmas atau kesehatan rutin melakukan penyuluhan disetiap kegiatan posyandu kepada masyarakat/ibu selalu memantau apa saja yang menyebabkan turunnya status gizi balita. Kata kunci: Gizi Kurang, Balita, Pengetahuan, Pola Asuh Makan, Personal Hygiene, Pendapatan Keluarga Abstract In Indonesia, the problem of malnutrition is an unfinished health problem and has contributed quite a lot to the low quality of human resources (HR). If a toddler suffers from malnutrition, the impact is the low quality of human resources, so that the problem if not addressed immediately will result in a lost generation. The consequences of malnutrition include the failure of growth and development of toddlers and the high rate of morbidity and mortality. This study aims to determine the factors that can influence the incidence of malnutrition in toddlers in the Tosiba Health Center Working Area, Samaturu District, Kolaka Regency. The type of research used is analytical observational with cross-sectional as an approach. The study was tested on 130 samples. The results of the study, namely maternal knowledge (p-value = 0.000), maternal parenting (p-value = 0.000), and income (p-value = 0.000) have a close relationship to a person's nutritional status. Meanwhile, maternal personal hygiene (p-value = 0.312) has nothing to do with the incidence of malnutrition in toddlers in the Tosiba Health Center Working Area, Samaturu District, Kolaka Regency. People should always take their children to the posyandu which is more or less carried out once every 1, so that mothers can find out important information about the nutritional development of their children. The goal is for a mother to pay attention to the needs of her child according to her vulnerable age. In addition, the puskesmas or health center should routinely conduct counseling in every posyandu activity to the community / mothers always monitor what causes the decline in the nutritional status of toddlers. Keywords: Undernutrition, Toddlers, Knowledge, Dietary Parenting, Personal Hygiene, Family Income

Collaboration network of the authors

40 authors · 319 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Sriwijaya University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Arum Dian PratiwiUniversitas Halu Oleo10
Asnia ZainuddinUniversitas Halu Oleo7
Irma IrmaAffiliation unknown7
Ruslan MajidUniversitas Halu Oleo7
Lymbran TinaAffiliation unknown6
Zainab HikmawatiUniversitas Halu Oleo5
Sartiah YusranAffiliation unknown5
Sabril MunandarAffiliation unknown5
Suhadi SuhadiAffiliation unknown4
Nurmaladewi NurmaladewiUniversitas Halu Oleo4
Akifah AkifahUniversitas Halu Oleo4
Lisnawaty LisnawatyAffiliation unknown4
Jafriati JafriatiUniversitas Halu Oleo4
Jusniar Rusli AfaUniversitas Halu Oleo4
Fithria FithriaUniversitas Halu Oleo3
Harleli HarleliUniversitas Halu Oleo3
Rahman RahmanAffiliation unknown3
Yasnani YasnaniUniversitas Halu Oleo3
Hartati BaharUniversitas Halu Oleo3
CECE SURIANI ISMAILAffiliation unknown3
Jumakil JumakilUniversitas Halu Oleo3
Paridah ParidahUniversitas Halu Oleo3
Nani YuniarUniversitas Halu Oleo3
Fifi NirmalaUniversitas Halu Oleo3
Fifi Nirmala GAffiliation unknown3
La Ode Ahmad SaktiansyahUniversitas Halu Oleo3
Lade Albar KalzaUniversitas Halu Oleo2
Nur FajarAffiliation unknown2
Syawal Kamiluddin SaptaputraAffiliation unknown2
Hariati LestariUniversitas Halu Oleo2
Siti Rabbani KarimunaUniversitas Halu Oleo2
Indrawati IndrawatiSriwijaya University2
Febriana MuchtarAffiliation unknown2
ainurrafiq ainurrafiqAffiliation unknown2
Wa Ode SalmaAffiliation unknown2
Renni MeliahsariUniversitas Halu Oleo2
Junaid JunaidAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/gikes/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA  DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TOSIBA KECAMATAN SAMATURU  KABUPATEN KOLAKA</dc:title>
	<dc:creator>Gunawan, Agjriana Tri Cahyani</dc:creator>
	<dc:creator>Sabilu, Yusuf</dc:creator>
	<dc:creator>Rezal, Farit</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak 
Di Negara Indonesia permasalahan gizi kurang merupakan suatu persoalan kesehatan yang belum selesai dan memiliki kontribusi yang cukup banyak terhadap rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM). Jika seorang balita menderita gizi kurang, dampaknya adalah rendahnya kualitas sumber daya manusia, sehingga persoalan tersebut jika tidak diatasi segera akan mengakibatkan lost generation. Adapun akibat dari kekurangan gizi diantaranya adalah gagalnya pertumbuhan serta perkembangan balita dan  tingginya angka kesakitan dan angka kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kejadian gizi kurang pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tosiba, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan cross-sectional sebagai pendekatan. Penelitian ini diujikan pada 130 sampel. Hasil penelitian yaitu pengetahuan ibu (p-value = 0,000), pola asuh makan ibu (p-value = 0,000), dan penghasilan (p-value = 0,000) memiliki hubungan yang erat terhadap status gizi seseorang. Sementara itu, personal hygiene ibu (p-value = 0,312) tidak ada hubungannya dengan kejadian gizi kurang pada balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tosiba, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka. Sebaiknya masyarakat selalu membawa anaknya ke posyandu yang kurang lebih dilaksanakan 1 buan sekali, agar ibu dapat mengetahui informasi penting mengenai perkembangan gizi anaknya. Tujuannya agar seorang ibu lrebih memperhatikan kebutuhan anaknya sesuai dengan rentan usianya.  Selin itu, hendaknya pihak puskesmas atau kesehatan rutin melakukan penyuluhan disetiap kegiatan posyandu kepada masyarakat/ibu selalu memantau apa saja yang menyebabkan turunnya status gizi balita.

Kata kunci: Gizi Kurang, Balita, Pengetahuan, Pola Asuh Makan, Personal Hygiene, Pendapatan Keluarga






Abstract  
In Indonesia, the problem of malnutrition is an unfinished health problem and has contributed quite a lot to the low quality of human resources (HR). If a toddler suffers from malnutrition, the impact is the low quality of human resources, so that the problem if not addressed immediately will result in a lost generation. The consequences of malnutrition include the failure of growth and development of toddlers and the high rate of morbidity and mortality. This study aims to determine the factors that can influence the incidence of malnutrition in toddlers in the Tosiba Health Center Working Area, Samaturu District, Kolaka Regency. The type of research used is analytical observational with cross-sectional as an approach. The study was tested on 130 samples. The results of the study, namely maternal knowledge (p-value = 0.000), maternal parenting (p-value = 0.000), and income (p-value = 0.000) have a close relationship to a person's nutritional status. Meanwhile, maternal personal hygiene (p-value = 0.312) has nothing to do with the incidence of malnutrition in toddlers in the Tosiba Health Center Working Area, Samaturu District, Kolaka Regency. People should always take their children to the posyandu which is more or less carried out once every 1, so that mothers can find out important information about the nutritional development of their children. The goal is for a mother to pay attention to the needs of her child according to her vulnerable age. In addition, the puskesmas or health center should routinely conduct counseling in every posyandu activity to the community / mothers always monitor what causes the decline in the nutritional status of toddlers.

Keywords: Undernutrition, Toddlers, Knowledge, Dietary Parenting, Personal Hygiene, Family Income</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Gizi FKM UHO</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-08-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/gikes/article/view/43098</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jgki.v4i1.43098</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia; Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia</dc:source>
	<dc:source>2797-5894</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jgki.v4i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/gikes/article/view/43098/18802</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>