Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

ANALISIS SPASIAL KEJADIAN STUNTING BERDASARKAN FAKTOR RISIKO RUMAH SEHAT DI KOTA KENDARI TAHUN 2022

Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia · Vol. 4 No. 1 (2023)

DOI
10.37887/jgki.v4i1.43099
ISSN
2797-5894
Published
2023-08-15
Publisher
Program Studi Gizi FKM UHO
Language
eng

Abstract

Abstrak Stunting adalah suatu bentuk lain dari kegagalan pertumbuhan. Anak yang mengalami stunting sering terlihat memiliki badan normal yang proporsional namun sebenarnya tinggi badannya lebih pendek dari tinggi badan normal yang di miliki anak seusiannya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan faktor risiko kejadian stunting berdasarkan rumah sehat di Kota Kendari tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan sistem informasi geografi (SIG) menggunakan aplikasi dalam menentukan tingkat risiko kejadian stunting berdasarkan rumah sehat di Kota Kendari dengan model equal count (quantile) dalam aplikasi Quatum GIS. teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah total sampling yaitu teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah analsis spasial kejadian stunting dan variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor risiko rumah sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan yang termasuk dalam risiko sangat tinggi kejadian stunting berdasarkan faktor risiko rumah sehat adalah Kecamatan Mandonga, Baruga dan Kendari Barat. Kecamatan risiko sedang adalah Kecamatan Kambu dan Nambo sedangkan Kecamatan dengan tingkat risiko rendah adalah Kecamatan Kendari, Poasia, Puuwatu, Kadia, Wua-wua, Poasia, dan Abeli. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pemetaan kasus kejadian stunting di Kota Kendari tahun 2022 berdasarkan faktor risiko rumah sehat, kecamatan yang termasuk dalam risiko sangat tinggi adalah Kecamatan Mandonga, Baruga dan Kendari Barat. Kecamatan risiko sedang adalah Kecamatan Kambu dan Nambo sedangkan Kecamatan dengan tingkat risiko rendah adalah Kecamatan Kendari, Poasia, Puuwatu, Kadia, Wua-wua, Poasia, dan Abeli. Kata kunci: gizi dan kesehatan; analisis spasial; kejadian stunting; rumah sehat Abstract Stunting is another form of growth failure. Children who are stunted are often seen to have a proportional normal body but in fact their height is shorter than the normal height that their children have. This study aims to map the risk factors for stunting events based on healthy houses in Kendari City in 2022. This research is a quantitative research with a geographic information system (GIS) approach using an application in determining the level of risk of stunting events based on healthy houses in Kendari City with an equal count (quantile) model in the Quatum GIS application. The sampling technique used in this study is total sampling, which is a sampling technique where the number of samples is equal to the population. The bound variable in this study is spatial analysis of stunting incidence and the free variable in this study is a risk factor for healthy homes. The results showed that the sub-districts that are included in the risk of stunting based on the risk factors of healthy homes are Mandonga, Baruga and West Kendari Districts. Medium risk districts are Kambu and Nambo districts while low-risk districts are Kendari, Poasia, Puuwatu, Kadia, Wua-wua, Poasia, and Abeli. The conclusion of this study is mapping stunting cases in Kendari City in 2022 based on risk factors for healthy houses, the districts that are included in the very high risk are Mandonga, Baruga and West Kendari Districts. Medium risk districts are Kambu and Nambo districts while low-risk districts are Kendari, Poasia, Puuwatu, Kadia, Wua-wua, Poasia, and Abeli. Keywords: nutrition and health; spatial analysis; the incidence of stunting; healthy homes

Collaboration network of the authors

40 authors · 255 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Irma IrmaAffiliation unknown7
Yasnani YasnaniUniversitas Halu Oleo7
Asnia ZainuddinUniversitas Halu Oleo5
Hariati LestariUniversitas Halu Oleo5
Yusuf SabiluUniversitas Halu Oleo5
Nurmaladewi NurmaladewiUniversitas Halu Oleo4
Jusniar Rusli AfaUniversitas Halu Oleo4
Paridah ParidahUniversitas Halu Oleo3
Fithria FithriaUniversitas Halu Oleo3
Lymbran TinaAffiliation unknown3
La Ode Ahmad SaktiansyahUniversitas Halu Oleo3
Siti Rabbani KarimunaUniversitas Halu Oleo3
Arum Dian PratiwiUniversitas Halu Oleo2
Lisnawaty LisnawatyAffiliation unknown2
Irma YunawatiUniversitas Halu Oleo2
Dimas Melianto Saputra BahtiarAffiliation unknown2
Novita Indria SariAffiliation unknown2
La Ode Muhamad SetyUniversitas Halu Oleo2
Ruslan MajidUniversitas Halu Oleo2
Fifi NirmalaUniversitas Halu Oleo2
La Ode Ali Imran AhmadAffiliation unknown2
Ambo SakkaAffiliation unknown2
Harleli HarleliUniversitas Halu Oleo2
Rahman RahmanAffiliation unknown2
Akifah AkifahUniversitas Halu Oleo2
Suhadi SuhadiAffiliation unknown2
Pitrah AsfianAffiliation unknown2
Ramadhan TosepuUniversitas Halu Oleo2
inen mpungiAffiliation unknown1
Melisa MelisaAffiliation unknown1
Rizki Eka Sakti OctavianiAffiliation unknown1
Fera AtmawatiAffiliation unknown1
Wa Ode Fati AzahraAffiliation unknown1
nuradinda lestariAffiliation unknown1
Waode HamsilniAffiliation unknown1
Miranda Tribuana Gita AstiniAffiliation unknown1
Anugrah Dwi PutriAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/gikes/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS SPASIAL KEJADIAN STUNTING BERDASARKAN FAKTOR RISIKO RUMAH SEHAT DI KOTA KENDARI TAHUN 2022</dc:title>
	<dc:creator>Rizkijanti, Athisa Dwi Junisa</dc:creator>
	<dc:creator>Jumakil, Jumakil</dc:creator>
	<dc:creator>Nirmala G, Fifi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak
Stunting adalah suatu bentuk lain dari kegagalan pertumbuhan. Anak yang mengalami stunting sering terlihat memiliki badan normal yang proporsional namun sebenarnya tinggi badannya lebih pendek dari tinggi badan normal yang di miliki anak seusiannya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan faktor risiko kejadian stunting berdasarkan rumah sehat di Kota Kendari tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan sistem informasi geografi (SIG) menggunakan aplikasi dalam menentukan tingkat risiko kejadian stunting berdasarkan rumah sehat di Kota Kendari dengan model equal count (quantile) dalam aplikasi Quatum GIS. teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah total sampling yaitu teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah analsis spasial kejadian stunting dan variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor risiko rumah sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan yang termasuk dalam risiko sangat tinggi kejadian stunting berdasarkan faktor risiko rumah sehat adalah Kecamatan Mandonga, Baruga dan Kendari Barat. Kecamatan risiko sedang adalah Kecamatan Kambu dan Nambo sedangkan Kecamatan dengan tingkat risiko rendah adalah Kecamatan Kendari, Poasia, Puuwatu, Kadia, Wua-wua, Poasia, dan Abeli. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pemetaan kasus kejadian stunting di Kota Kendari tahun 2022 berdasarkan faktor risiko rumah sehat, kecamatan yang termasuk dalam risiko sangat tinggi adalah Kecamatan Mandonga, Baruga dan Kendari Barat. Kecamatan risiko sedang adalah Kecamatan Kambu dan Nambo sedangkan Kecamatan dengan tingkat risiko rendah adalah Kecamatan Kendari, Poasia, Puuwatu, Kadia, Wua-wua, Poasia, dan Abeli.

Kata kunci: gizi dan kesehatan ; analisis spasial ; kejadian stunting ; rumah sehat






Abstract  
Stunting is another form of growth failure. Children who are stunted are often seen to have a proportional normal body but in fact their height is shorter than the normal height that their children have. This study aims to map the risk factors for stunting events based on healthy houses in  Kendari City in 2022. This research is a quantitative research with a geographic information system (GIS) approach using an application in determining the level of risk of stunting events based on healthy houses in  Kendari City with  an equal count (quantile)  model in the Quatum GIS application. The sampling technique used in this study is total sampling, which is a sampling technique where the number of samples is equal to the population. The bound variable in this study is  spatial analysis of stunting incidence and the free variable in this study is a risk factor for healthy homes. The results showed  that the sub-districts that are included in the  risk of  stunting based on the risk factors of healthy homes are Mandonga, Baruga and West Kendari Districts. Medium risk districts are Kambu and Nambo districts while low-risk districts are Kendari, Poasia, Puuwatu, Kadia, Wua-wua, Poasia, and Abeli.  The conclusion of this study is mapping stunting cases in Kendari City in 2022 based on risk factors for healthy houses, the districts that are included in the very high risk are Mandonga, Baruga and West Kendari Districts. Medium risk districts are Kambu and Nambo districts while low-risk districts are Kendari, Poasia, Puuwatu, Kadia, Wua-wua, Poasia, and Abeli.

Keywords: nutrition and health ;  spatial analysis ; the incidence of stunting ; healthy homes</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Gizi FKM UHO</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-08-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/gikes/article/view/43099</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jgki.v4i1.43099</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia; Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia</dc:source>
	<dc:source>2797-5894</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jgki.v4i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/gikes/article/view/43099/18803</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>