Jurnal
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENU-BENUA DAN PUSKESMAS MATA KOTA KENDARI TAHUN 2020
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia · Vol. 1 No. 3 (2022)
- ISSN
- 2797-5894
- Published
- 2022-01-22
- Publisher
- Program Studi Gizi FKM UHO
- Language
- eng
Abstract
Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan keadaan dimana ibu menderita keadaan kekurangan kalori dan protein (malnutrisi) yang berlangsung menahun (kronis) yang mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan pada ibu hamil. Prevalensi KEK pada wanita hamil di Sulawesi Tenggara tahun 2018 sebesar 11,11%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi asupan energi, pendapatan keluarga, pengetahuan ibu, dan usia kehamilan terhadap kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Benu-Benua dan Puskesmas Mata Kota Kendari tahun 2020. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Populasi adalah semua ibu hamil yang menderita Kekurangan Energi Kronik (KEK) yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Benu-Benua dan Puskesmas Mata yaitu sebanyak 55 ibu hamil sekaligus sebagai sampel penelitian ini. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil analisa menunjukkan bahwa hasil uji t parsial pada asupan energi dengan nilai signifikansi = 0.033 0.05, pendapatan keluarga dengan nilai signifikansi = 0.036 0.05, pengetahuan ibu dengan nilai signifikansi = 0.058 0.05, dan usia kehamilan dengan nilai signifikansi = 0.868 0.05. Kesimpulan: Asupan energi dan pendapatan keluarga merupakan faktor yang mempengaruhi kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil. Sedangkan pengetahuan ibu dan usia kehamilan bukan merupakan faktor yang mempengaruhi kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Benu-Benua dan Puskesmas Mata Kota Kendari Tahun 2020. Sebaiknya bagi puskesmas perlu lebih sering melakukan penyuluhan terkait KEK pada ibu hamil. Kata kunci: Kekurangan Energi Kronik (KEK), asupan energi, pendapatan keluarga, pengetahuan ibu, usia kehamilan. Chronic Energy Defiency (CED) is a condition that the mother suffers from a chronic shortage of calories and protein (malnutrition) which lasts for years (chronic) and causes health problem in pregnant women. The prevalence of CED in pregnant women in Southest Sulawesi, 2018 was 11,11%. This research aims to determine the factors that influence energy intake, family income, maternal knowledge and gestational age on the incidence of chronic energy deficiency toward pregnant women in Puskesmas Benu-Benua and Puskesmas Mata Kota Kendari area in 2020. This research using cross sectional method. The population was all pregnant women suffering from Chronic Energy Deficiency (CED) in Puskesmas Benu-Benua and Puskesmas Mata areas and there 55 pregnant women were become sample of this research. This research using total sampling technique. The analysis showed that the results of the the partial test on energy intake with a significance value= 0.0330.05, family income with a significance value= 0.0360.05, maternal knowledge with a significance value= 0.0580.05, and gestational age with a significance value= 0.8680.05. Conclusion: energy intake and family incone is a factor affecting the incidence of CED in pregnant women. Meanwhile, maternal knowledge and gestational age are not factors that affect of chronic energy deficiency toward pregnant women in Puskesmas Benu-Benua and Puskesmas Mata Kota Kendari in 2020. Should the Puskesmas need to do counseling on Chronic Energy Deficiency or CED more often toward pregnant women. Keywords: health Chronic Energy Deficiency (CED), energy intake, family income, maternal knowledge, gestational age.
Collaboration network of the authors
40 authors · 196 co-authorship links · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Halu Oleo
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Lisnawaty Lisnawaty | Affiliation unknown | 10 |
| Harleli Harleli | Universitas Halu Oleo | 8 |
| Suhadi Suhadi | Affiliation unknown | 8 |
| Ruwiah Ruwiah | Affiliation unknown | 8 |
| Asnia Zainuddin | Universitas Halu Oleo | 8 |
| Farit Rezal | Affiliation unknown | 5 |
| Yusuf Sabilu | Universitas Halu Oleo | 3 |
| Sahlan Sahlan | Affiliation unknown | 3 |
| Jumakil Jumakil | Universitas Halu Oleo | 3 |
| Junaid Junaid | Affiliation unknown | 3 |
| Irma Yunawati | Universitas Halu Oleo | 3 |
| Lymbran Tina | Affiliation unknown | 3 |
| La Ode Ahmad Saktiansyah | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Devi Savitri Effendy | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Nurnajma Indah Arif | Affiliation unknown | 2 |
| Heny Baharuddin | Affiliation unknown | 2 |
| Akifah Akifah | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Arum Dian Pratiwi | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Hariati Lestari | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Novita Indria Sari | Affiliation unknown | 2 |
| La Ode Muhammad Sety | Affiliation unknown | 2 |
| Ruslan Ruslan | Affiliation unknown | 2 |
| Fitriyani Fitriyani | Affiliation unknown | 2 |
| Rahman Rahman | Affiliation unknown | 2 |
| La Ode Ali Imran Ahmad | Affiliation unknown | 2 |
| Syawal Kamiluddin Saptaputra | Affiliation unknown | 2 |
| La Ode Liaumin Azim | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Mawaddatul Warahma | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Jafriati Jafriati | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Indrayanti Fauziah | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Renni Meliahsari | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Adinda Valentina | Affiliation unknown | 1 |
| Yustiani Yustiani | Affiliation unknown | 1 |
| Nurzahra Saputri | Affiliation unknown | 1 |
| Nina Syukriyah | Affiliation unknown | 1 |
| Wa Ode Gita Asiyah | Affiliation unknown | 1 |
| Sulastri Tahir | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.