Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BENU-BENUA KOTA KENDARI TAHUN

Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia · Vol. 4 No. 1 (2023)

DOI
10.37887/jgki.v4i1.43093
ISSN
2797-5894
Published
2023-08-15
Publisher
Program Studi Gizi FKM UHO
Language
eng

Abstract

Abstrak Status gizi merupakan salah satu indikator kesehatan, dimana status gizi yang normal dapat dicapai dengan menyeimbangkan dari asupan gizi dengan kebutuhan individu. Beberapa wilayah Indonesia masih berusaha mencapai status gizi normal dimana salah satunya Sulawesi Tenggara memiliki persentase kasus gizi kurang pada Balita mencapai 5,89%. Kendari adalah salah satu Kabupaten/Kota yang memiliki persentase gizi kurang yang cukup tinggi sebanyak 907 kasus, pada tahun 2021 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Benu-Benua ditemukan kasus gizi kurang sebanyak 58 kasus. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan status gizi Balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Benu-Benua kota Kendari tahun 2022. Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling yang berjumlah 133 Balita, serta menggunakan analisis statistik uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pendapatan orang tua (p= 0,019), asupan energi (p= 0,012) dan asupan protein (p= 0,034) dengan status gizi Balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Benu-Benua kota Kendari tahun 2022 dimana nilai p value (p0,05). Kata kunci: Status Gizi Balita, Pengetahuan Ibu, Pendapatan Orang Tua, Asupan Energi, Asupan Protein. Abstract A normal nutritional status can be attained by matching nutritional intake with personal needs. Nutritional status is a health indicator. Southeast Sulawesi is one of the regions of Indonesia that is still working to achieve normal nutritional status; there, the incidence of malnutrition among children under the age of five is at 5.89%. With 907 cases, Kendari is one of the regions/cities with a relatively high percentage of malnutrition, The UPTD Benu-Benua Health Center’s operational area has 58 malnutrition cases in 2021. This study's methodology is a quantitative one that combines observational analysis with a cross-sectional approach and sampling. 133 toddlers were included in a basic random sample, and the Chi-Square test was used for statistical analysis. The findings revealed a connection between parental income (p=0.019), calorie consumption (p=0.012), and protein intake (p=0.034) and the nutritional condition of toddlers between the ages of 12 and 59 months in the working area of the Benu-Benua Health Center UPTD Kendari city in 2022. Due to the value (p 0.05), there is no correlation between a mother's knowledge and the nutritional state of children aged 12-59 months in the Benu-Benua Health Center UPTD Kendari city in 2022 (p = 0.725). Keywords: Toddler Nutritional Status, Mother's Knowledge, Parents' Income, Energy Intake, Protein Intake.

Collaboration network of the authors

40 authors · 236 co-authorship links · 4 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Tribhuwana Tunggadewi
  • Politeknik Negeri Ujung Pandang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Fithria FithriaUniversitas Halu Oleo10
Arum Dian PratiwiUniversitas Halu Oleo8
Sartiah YusranAffiliation unknown8
Asnia ZainuddinUniversitas Halu Oleo6
Yusuf SabiluUniversitas Halu Oleo6
Suhadi SuhadiAffiliation unknown5
Irma IrmaAffiliation unknown5
La Ode Ali Imran AhmadAffiliation unknown4
Irma YunawatiUniversitas Halu Oleo4
Nurmaladewi NurmaladewiUniversitas Halu Oleo4
Junaid JunaidAffiliation unknown4
Febriana MuchtarAffiliation unknown3
Syefira SalsabilaAffiliation unknown3
Agnes Mersatika HartoyoAffiliation unknown3
Jumakil JumakilUniversitas Halu Oleo3
Rahman RahmanAffiliation unknown2
Syawal Kamiluddin SaptaputaAffiliation unknown2
La Ode Muhammad SetyAffiliation unknown2
Hariati LestariUniversitas Halu Oleo2
APRIANI APRIANIAffiliation unknown2
Jafriati JafriatiUniversitas Halu Oleo2
Nani YuniarUniversitas Halu Oleo2
Ruwiah RuwiahAffiliation unknown2
Akifah AkifahUniversitas Halu Oleo2
Vebi Yogawana PutriAffiliation unknown2
Paridah ParidahUniversitas Halu Oleo2
Rizki Eka Sakti OctavianiAffiliation unknown2
Lymbran TinaAffiliation unknown2
Fikki PrasetyaAffiliation unknown2
Siti Rabbani KarimunaUniversitas Halu Oleo2
Agis Indri LestaryUniversitas Halu Oleo1
Swaidatul Masluhiya AfUniversitas Tribhuwana Tunggadewi1
IrmaUniversitas Halu Oleo1
Nurhayati NurhayatiPoliteknik Negeri Ujung Pandang1
Wa Ode NurcahyantiAffiliation unknown1
Yustiani YustianiAffiliation unknown1
Nurzahra SaputriAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/gikes/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BENU-BENUA KOTA KENDARI TAHUN</dc:title>
	<dc:creator>Arif, Esri Wahyuni</dc:creator>
	<dc:creator>Lisnawaty, Lisnawaty</dc:creator>
	<dc:creator>Harleli, Harleli</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak 
Status gizi merupakan salah satu indikator kesehatan, dimana status gizi yang normal dapat dicapai dengan menyeimbangkan dari asupan gizi dengan kebutuhan individu. Beberapa wilayah Indonesia masih berusaha mencapai status gizi normal dimana salah satunya Sulawesi Tenggara memiliki persentase kasus gizi kurang pada Balita mencapai 5,89%. Kendari adalah salah satu Kabupaten/Kota yang memiliki persentase gizi kurang yang cukup tinggi sebanyak 907 kasus, pada tahun 2021 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Benu-Benua ditemukan kasus gizi kurang sebanyak 58 kasus. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan status gizi Balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Benu-Benua kota Kendari tahun 2022. Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling yang berjumlah 133 Balita, serta menggunakan analisis statistik uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pendapatan orang tua (p= 0,019), asupan energi (p= 0,012) dan asupan protein (p= 0,034) dengan status gizi Balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Benu-Benua kota Kendari tahun 2022 dimana nilai p value (p0,05). 

Kata kunci: Status Gizi Balita, Pengetahuan Ibu, Pendapatan Orang Tua, Asupan Energi, Asupan Protein.






Abstract
A normal nutritional status can be attained by matching nutritional intake with personal needs. Nutritional status is a health indicator. Southeast Sulawesi is one of the regions of Indonesia that is still working to achieve normal nutritional status; there, the incidence of malnutrition among children under the age of five is at 5.89%. With 907 cases, Kendari is one of the regions/cities with a relatively high percentage of malnutrition, The UPTD Benu-Benua Health Center’s operational area has 58 malnutrition cases in 2021. This study's methodology is a quantitative one that combines observational analysis with a cross-sectional approach and sampling. 133 toddlers were included in a basic random sample, and the Chi-Square test was used for statistical analysis. The findings revealed a connection between parental income (p=0.019), calorie consumption (p=0.012), and protein intake (p=0.034) and the nutritional condition of toddlers between the ages of 12 and 59 months in the working area of the Benu-Benua Health Center UPTD Kendari city in 2022. Due to the value (p 0.05), there is no correlation between a mother's knowledge and the nutritional state of children aged 12-59 months in the Benu-Benua Health Center UPTD Kendari city in 2022 (p = 0.725).

Keywords: Toddler Nutritional Status, Mother's Knowledge, Parents' Income, Energy Intake, Protein Intake.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Gizi FKM UHO</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-08-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/gikes/article/view/43093</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jgki.v4i1.43093</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia; Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia</dc:source>
	<dc:source>2797-5894</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jgki.v4i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/gikes/article/view/43093/18797</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>