Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

GAMBARAN TATA LAKSANA GIZI BURUK PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS POASIA KOTA KENDARI TAHUN 2023

Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia · Vol. 4 No. 4 (2024)

DOI
10.37887/jgki.v4i4.47118
ISSN
2797-5894
Published
2024-01-29
Publisher
Program Studi Gizi FKM UHO
Language
eng

Abstract

Abstrak Gizi buruk adalah kondisi kekurangan zat gizi karena rendahnya asupan energi dan protein, yang ditandai dengan pertumbuhan badan yang tidak sesuai umur. Di Indonesia, prevalensi stunting atau gizi buruk mencapai 24,4 persen, melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional sebesar 14 persen. Oleh karena itu, melakukan upaya untuk menangani setiap kejadian gizi buruk yang terdeteksi merupakan salah satu strategi untuk memerangi masalah gizi buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana penanggulangan gizi buruk pada tahun 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia baik untuk rawat jalan maupun rawat inap. Metodologi penelitian deskriptif kualitatif digunakan. Purposive sampling adalah metode yang digunakan untuk memilih informan, dan informan dipilih secara sadar berdasarkan seperangkat kriteria dan faktor. Ada lima informan penting: direktur puskesmas, dokter, perawat, petugas gizi, dan programmer yang menangani gizi. Dua orang yang dapat memberikan informasi dengan jelas, terutama ibu dari bayi kurang gizi yang anaknya telah menerima perawatan rawat jalan atau rumah sakit, memenuhi persyaratan sebagai informan yang sering ditemui. Menurut temuan penelitian, SOP Puskesmas Poasia untuk menangani malnutrisi diikuti dengan baik saat memberikan perawatan rawat jalan. Sambil menunggu stabilisasi, perawatan anak dengan gizi buruk di layanan rawat inap berjalan efektif dan sesuai dengan SOP penanganan gizi buruk. SOP tersebut juga telah dimodifikasi untuk memperhitungkan pedoman dan kebutuhan diet. rehabilitasi dan transisi. Menurut temuan studi, tatalaksana malnutrisi di Puskesmas Poasia untuk layanan rawat jalan dan rawat inap sudah sesuai dengan pedoman kerangka kerja manajemen malnutrisi tahun 2020. Kata kunci: Balita; Layanan Rawat Jalan; Layanan Rawat Inap; Tata Laksana Gizi Buruk Abstract Malnutrition is a condition characterized by a lack of essential nutrients due to inadequate intake of energy and protein, resulting in improper growth relative to age. In Indonesia, the prevalence of stunting or malnutrition reaches 24.4%, exceeding the target set in the National Medium-Term Development Plan of 14%. Therefore, addressing every case of malnutrition is a crucial strategy to combat this issue. The aim of this research is to further understand how malnutrition is managed in 2023 at the Poasia Health Center's working area, both on outpatient and inpatient care. A qualitative descriptive research methodology was employed, and purposive sampling was used to select informants. Five key informants were identified: the health center director, doctors, nurses, nutrition officers, and program officers responsible for nutrition. Two individuals who could provide clear information, especially mothers of malnourished children who had received outpatient or hospital care, met the criteria as frequently encountered informants. According to the research findings, the Poasia Health Center's standard operating procedure (SOP) for malnutrition management is effectively followed during outpatient care. Inpatient care for malnourished children is also efficiently conducted, following the SOP for malnutrition management while waiting for stabilization. The SOP has been modified to incorporate guidelines and dietary rehabilitation and transition needs. According to the study findings, malnutrition management at the Poasia Health Center for both outpatient and inpatient services aligns with the 2020 malnutrition management framework guidelines.. Keywords: Toddlers; Outpatient Services; Inpatient Services; Management of Malnutrition

Collaboration network of the authors

40 authors · 173 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hartati BaharUniversitas Halu Oleo9
Devi Savitri EffendyUniversitas Halu Oleo6
Ruwiah RuwiahAffiliation unknown4
Jafriati JafriatiUniversitas Halu Oleo4
Lisnawaty LisnawatyAffiliation unknown4
Yasnani YasnaniUniversitas Halu Oleo4
Pitrah AsfianAffiliation unknown4
Hariati LestariUniversitas Halu Oleo4
Yusuf SabiluUniversitas Halu Oleo3
Asnia ZainuddinUniversitas Halu Oleo2
Jusniar Rusli AfaUniversitas Halu Oleo2
Irma IrmaAffiliation unknown2
Irma YunawatiUniversitas Halu Oleo2
Rizki Eka Sakti OctavianiAffiliation unknown2
Nurmaladewi NurmaladewiUniversitas Halu Oleo2
Nurfatimah NurfatimahUniversitas Halu Oleo1
Adinda ValentinaAffiliation unknown1
Sartiah YusranAffiliation unknown1
Wa Ode NurcahyantiAffiliation unknown1
Idha Rezky IratamaAffiliation unknown1
Ratna KombaisAffiliation unknown1
Syefira SalsabilaAffiliation unknown1
Nikra Astriyanti CitraAffiliation unknown1
Safbrin Burton SaffiruAffiliation unknown1
Nani YuniarUniversitas Halu Oleo1
Etin Rahmaniar EliAffiliation unknown1
Siti SarbiaAffiliation unknown1
Eka SulastriAffiliation unknown1
yftinan azizaAffiliation unknown1
Santriwati SantriwatiAffiliation unknown1
Okta ReskiAffiliation unknown1
Agnes Mersatika HartoyoAffiliation unknown1
Armitha Cahyani SuardiAffiliation unknown1
Siti Rabbani KarimunaUniversitas Halu Oleo1
Fitriani AgusAffiliation unknown1
Zainab HikmawatiUniversitas Halu Oleo1
Putu Eka Meiyana ErawanUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/gikes/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">GAMBARAN TATA LAKSANA GIZI BURUK PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS  POASIA KOTA KENDARI TAHUN 2023</dc:title>
	<dc:creator>Ningsih, Rosnah</dc:creator>
	<dc:creator>Muchtar, Febriana</dc:creator>
	<dc:creator>Meliahsari, Renni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak 
Gizi buruk adalah kondisi kekurangan zat gizi karena rendahnya asupan energi dan protein, yang ditandai dengan pertumbuhan badan yang tidak sesuai umur. Di Indonesia, prevalensi stunting atau gizi buruk mencapai 24,4 persen, melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional sebesar 14 persen. Oleh karena itu, melakukan upaya untuk menangani setiap kejadian gizi buruk yang terdeteksi merupakan salah satu strategi untuk memerangi masalah gizi buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana penanggulangan gizi buruk pada tahun 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia baik untuk rawat jalan maupun rawat inap. Metodologi penelitian deskriptif kualitatif digunakan. Purposive sampling adalah metode yang digunakan untuk memilih informan, dan informan dipilih secara sadar berdasarkan seperangkat kriteria dan faktor. Ada lima informan penting: direktur puskesmas, dokter, perawat, petugas gizi, dan programmer yang menangani gizi. Dua orang yang dapat memberikan informasi dengan jelas, terutama ibu dari bayi kurang gizi yang anaknya telah menerima perawatan rawat jalan atau rumah sakit, memenuhi persyaratan sebagai informan yang sering ditemui. Menurut temuan penelitian, SOP Puskesmas Poasia untuk menangani malnutrisi diikuti dengan baik saat memberikan perawatan rawat jalan. Sambil menunggu stabilisasi, perawatan anak dengan gizi buruk di layanan rawat inap berjalan efektif dan sesuai dengan SOP penanganan gizi buruk. SOP tersebut juga telah dimodifikasi untuk memperhitungkan pedoman dan kebutuhan diet. rehabilitasi dan transisi. Menurut temuan studi, tatalaksana malnutrisi di Puskesmas Poasia untuk layanan rawat jalan dan rawat inap sudah sesuai dengan pedoman kerangka kerja manajemen malnutrisi tahun 2020. 

Kata kunci: Balita; Layanan Rawat Jalan; Layanan Rawat Inap; Tata Laksana Gizi Buruk






Abstract  
Malnutrition is a condition characterized by a lack of essential nutrients due to inadequate intake of energy and protein, resulting in improper growth relative to age. In Indonesia, the prevalence of stunting or malnutrition reaches 24.4%, exceeding the target set in the National Medium-Term Development Plan of 14%. Therefore, addressing every case of malnutrition is a crucial strategy to combat this issue. The aim of this research is to further understand how malnutrition is managed in 2023 at the Poasia Health Center's working area, both on outpatient and inpatient care. A qualitative descriptive research methodology was employed, and purposive sampling was used to select informants. Five key informants were identified: the health center director, doctors, nurses, nutrition officers, and program officers responsible for nutrition. Two individuals who could provide clear information, especially mothers of malnourished children who had received outpatient or hospital care, met the criteria as frequently encountered informants. According to the research findings, the Poasia Health Center's standard operating procedure (SOP) for malnutrition management is effectively followed during outpatient care. Inpatient care for malnourished children is also efficiently conducted, following the SOP for malnutrition management while waiting for stabilization. The SOP has been modified to incorporate guidelines and dietary rehabilitation and transition needs. According to the study findings, malnutrition management at the Poasia Health Center for both outpatient and inpatient services aligns with the 2020 malnutrition management framework guidelines..

Keywords: Toddlers; Outpatient Services; Inpatient Services; Management of Malnutrition</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Gizi FKM UHO</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-01-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/gikes/article/view/47118</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jgki.v4i4.47118</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia; Vol 4, No 4 (2024): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia</dc:source>
	<dc:source>2797-5894</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jgki.v4i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/gikes/article/view/47118/19728</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>