Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA BLUD UPTD PUSKESMAS BENU-BENUA KOTA KENDARI TAHUN 2023

Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia · Vol. 4 No. 4 (2024)

DOI
10.37887/jgki.v4i4.47110
ISSN
2797-5894
Published
2024-01-29
Publisher
Program Studi Gizi FKM UHO
Language
eng

Abstract

Abstrak Indonesia saat ini menghadapi masalah triple burden malnutrition, dimana selain harus menangani masalah overnutrition, undernutrition dan juga defisiensi mikronutrien. Fokus utama saat ini adalah mengatasi masalah undernutrition yang mana salah satunya adalah stunting. Sesuai dengan PERPRES Nomor 72 Tahun 2021 dalam rangka pencapaian target nasional prevalensi Stunting sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 21 ditetapkan target antara yang harus dicapai sebesar l4% (empat belas persen) pada tahun 2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor Risiko Kejadian Stunting di BLUD UPTD Puskesmas Benu- Benua Kota Kendari tahun 2023, ditinjau dari pola pemberian makan, riwayat pemberian ASI, dan sanitasi lingkungan. Jenis Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain penelitian case-control. Populasi pada penelitian ini adalah balita 4-60 bulan di wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Benu-benua Kota Kendari yang berjumlah 1.585, untuk jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 64 balita dengan rincian 32 balita kasus dan 32 balita kontrol. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pola pemberian makan merupakan faktor risiko kejadian stunting dengan pengaruh yang signifikan (OR=6,120; CI95%:1,880-19,919; p=0,03), riwayat pemberian ASI merupakan faktor risiko kejadian stunting dengan pengaruh yang tidak signifikan (OR=2,164; CI95%:0,790-5,923; p=0,133) dan sanitasi lingkungan merupakan faktor risiko kejadian stunting dengan pengaruh yang tidak signifikan (OR=2,778; CI95%:0,497-15,517; p=0,244) nilai p0,05. Kata kunci: stunting, balita, pola pemberian makan. riwayat pemberian ASI, dan sanitasi lingkungan Abstract Indonesia is currently facing the triple burden of malnutrition, which besides having to deal with overnutrition, undernutrition and also micronutrient deficiencies. The main focus at the moment is overcoming the problem of undernutrition, one of which is stunting. In accordance with PERPRES Number 72 of 2021 in the context of achieving the national target for the prevalence of stunting as referred to in Article 4 paragraph 21, the intermediate target is set at 14% (fourteen percent) in 2024. The purpose of this study is to determine the risk factors for stunting in BLUD UPTD Benu-Benua Health Center, Kendari City in 2023, in terms of feeding patterns, history of breastfeeding, and environmental sanitation. This type of research uses an analytic observational method with a case-control research design. The population in this study were toddlers aged 4-60 months in the working area of the BLUD UPTD Puskesmas Benu-Benua, Kendari City, totaling 1,585. The number of samples in this study were 64 toddlers with details of 32 toddlers cases and 32 toddlers controls. The results showed that feeding pattern was a risk factor for stunting with a significant effect (OR=6.120; CI95%: 1.880-19.919; p=0.03), history of breastfeeding was a risk factor for stunting with an insignificant effect (OR =2.164; CI95%: 0.790-5.923; p=0.133) and environmental sanitation is a risk factor for stunting with an insignificant effect (OR=2.778; CI95%: 0.497-15.517; p=0.244) value p0.05. Keywords: Stunting, Toddlers, Feeding Patterns, History of Breastfeeding, Environmental Sanitation

Collaboration network of the authors

40 authors · 180 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Arum Dian PratiwiUniversitas Halu Oleo8
Sartiah YusranAffiliation unknown6
Fithria FithriaUniversitas Halu Oleo5
Asnia ZainuddinUniversitas Halu Oleo5
Suhadi SuhadiAffiliation unknown5
La Ode Ali Imran AhmadAffiliation unknown4
Febriana MuchtarAffiliation unknown4
Yusuf SabiluUniversitas Halu Oleo3
Nurmaladewi NurmaladewiUniversitas Halu Oleo3
Junaid JunaidAffiliation unknown3
Irma IrmaAffiliation unknown3
Akifah AkifahUniversitas Halu Oleo3
Wa Ode SalmaAffiliation unknown2
Harleli HarleliUniversitas Halu Oleo2
Agnes Mersatika HartoyoAffiliation unknown2
Rahman RahmanAffiliation unknown2
Jumakil JumakilUniversitas Halu Oleo2
Jafriati JafriatiUniversitas Halu Oleo2
Nani YuniarUniversitas Halu Oleo2
Vebi Yogawana PutriAffiliation unknown2
Irma YunawatiUniversitas Halu Oleo2
Wa Ode NurcahyantiAffiliation unknown1
Yustiani YustianiAffiliation unknown1
Juan Helkia NicolasAffiliation unknown1
Nurzahra SaputriAffiliation unknown1
Nina SyukriyahAffiliation unknown1
Wa Ode Wulandari EkaAffiliation unknown1
Wa Ija IjaAffiliation unknown1
NUR HIKMAAffiliation unknown1
Wa Ode Gita AsiyahAffiliation unknown1
Wa Ode Widya AstutiAffiliation unknown1
Nur DelimaAffiliation unknown1
Paridah ParidahUniversitas Halu Oleo1
Wa MeliAffiliation unknown1
Nikra Astriyanti CitraAffiliation unknown1
Fidelia Anisa GitaAffiliation unknown1
Yusuf Musyafir KoleworaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/gikes/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA BLUD UPTD PUSKESMAS BENU-BENUA  KOTA KENDARI TAHUN 2023</dc:title>
	<dc:creator>Fadilah, Zahra</dc:creator>
	<dc:creator>Lisnawaty, Lisnawaty</dc:creator>
	<dc:creator>Salsabila, Syefira</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak 
Indonesia saat ini menghadapi masalah triple burden malnutrition, dimana selain harus menangani masalah overnutrition, undernutrition dan juga defisiensi mikronutrien. Fokus utama saat ini adalah mengatasi masalah undernutrition yang mana salah satunya adalah stunting. Sesuai dengan PERPRES Nomor 72 Tahun 2021 dalam rangka pencapaian target nasional prevalensi Stunting sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 21 ditetapkan target antara yang harus dicapai sebesar l4% (empat belas persen) pada tahun 2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor Risiko Kejadian Stunting di BLUD UPTD Puskesmas Benu- Benua Kota Kendari tahun 2023, ditinjau dari pola pemberian makan, riwayat pemberian ASI, dan sanitasi lingkungan. Jenis Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain penelitian case-control. Populasi pada penelitian ini adalah balita 4-60 bulan di wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Benu-benua Kota Kendari yang berjumlah 1.585, untuk jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 64 balita dengan rincian 32 balita kasus dan 32 balita kontrol. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pola pemberian makan merupakan faktor risiko kejadian stunting dengan pengaruh yang signifikan (OR=6,120; CI95%:1,880-19,919; p=0,03), riwayat pemberian ASI merupakan faktor risiko kejadian stunting dengan pengaruh yang tidak signifikan (OR=2,164; CI95%:0,790-5,923; p=0,133) dan sanitasi lingkungan merupakan faktor risiko kejadian stunting dengan pengaruh yang tidak signifikan (OR=2,778; CI95%:0,497-15,517; p=0,244) nilai p0,05 .

Kata kunci: stunting, balita, pola pemberian makan. riwayat pemberian ASI, dan sanitasi lingkungan






Abstract  
Indonesia is currently facing the triple burden of malnutrition, which besides having to deal with overnutrition, undernutrition and also micronutrient deficiencies. The main focus at the moment is overcoming the problem of undernutrition, one of which is stunting. In accordance with PERPRES Number 72 of 2021 in the context of achieving the national target for the prevalence of stunting as referred to in Article 4 paragraph 21, the intermediate target is set at 14% (fourteen percent) in 2024. The purpose of this study is to determine the risk factors for stunting in BLUD UPTD Benu-Benua Health Center, Kendari City in 2023, in terms of feeding patterns, history of breastfeeding, and environmental sanitation. This type of research uses an analytic observational method with a case-control research design. The population in this study were toddlers aged 4-60 months in the working area of the BLUD UPTD Puskesmas Benu-Benua, Kendari City, totaling 1,585. The number of samples in this study were 64 toddlers with details of 32 toddlers cases and 32 toddlers controls. The results showed that feeding pattern was a risk factor for stunting with a significant effect (OR=6.120; CI95%: 1.880-19.919; p=0.03), history of breastfeeding was a risk factor for stunting with an insignificant effect (OR =2.164; CI95%: 0.790-5.923; p=0.133) and environmental sanitation is a risk factor for stunting with an insignificant effect (OR=2.778; CI95%: 0.497-15.517; p=0.244) value p0.05 .

Keywords: Stunting, Toddlers, Feeding Patterns, History of Breastfeeding, Environmental Sanitation</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Gizi FKM UHO</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-01-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/gikes/article/view/47110</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jgki.v4i4.47110</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia; Vol 4, No 4 (2024): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia</dc:source>
	<dc:source>2797-5894</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jgki.v4i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/gikes/article/view/47110/19724</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>