Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

TRADISI KAMPANAA DALAM PERNIKAHAN ETNIS OMBONOWULU DI DESA SANGI-SANGI KECAMATAN LAONTI KABUPATEN KONAWE SELATAN

Jurnal Penelitian Budaya · Vol. 4 No. 1 (2019)

DOI
10.33772/jpeb.v4i1.6611
ISSN
2502-3268
Published
2019-02-11
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mendeskripsikan prosesi tradisi kampanaa dalam pernikahan etnis Ombonowulu di Desa Sangi-Sangi Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan; (2) untuk menganalisis makna tradisi kampanaa dalam pernikahan etnis Ombonowulu di Desa Sangi-Sangi Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan. Tekhnik pengumpulan data digunakan dengan cara: (1) observasi partisipan; (2) wawancara mendalam dan (3) studi dokumen. Teknik analisis data dilakukan dengan cara: (1) pengumpulan data; (2) reduksi data; (3) penyajian data dan (4) menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosesi tradisil kampanaa dilaksanakan dua tahap: (1) Tahap pertama dilaksanakan pada saat pelamaran atau biasa disebut adat kecil, dengan uang adat 2 boka atau senilai Rp.48.000-. Uang adat tahap pertama dibagi dua, yaitu satu bagian diberikan kepada pihak perempuan dan satu bagian lagi diberikan kepada tokoh-tokoh adat.Pembagian uang adat tahap pertama merupakan kesaksian pihak keluarga perempuan dan tokoh-tokoh adat bahwa perempuan telah sah dilamar. (2) Tahap kedua dilaksanakan pada saat pernikahan atau biasa disebut adat besar, dengan uang adat 7 boka 2 suku atau senilai Rp.384.000.-. Pada tahap kedua, uang adat dibagi tiga, yaitu satu bagian diberikan kepada tokoh-tokoh adat, sedangkan dua bagian diberikan kepada pihak perempuan.Pembagian uang adat tahap kedua bertujuan sebagai kesaksian keluarga pihak perempuan dan tokoh-tokoh adat bahwa yang menikah telah selesai melaksanakan adat dan telah sah dinikahkan dimata adat. Makna simbolik yang terkandung dalam tradisi kampanaa yaitu: (1) Kain putih dimaknai sebagai awal manusia dilahirkan di dunia dalam keadaan bersih, dalam hal ini bersih dari dosa sebagimana halnya kain putih dalam keadaan putih dan bersih; (2) wadah yang persegi empat dimaknai sebagai bentuk tubuh manusia,di mana tubuh manusia terdapat empat bagian yaitu muka, belakang, samping kanan dan samping kiri; (3) Buah pinang dimaknai sebagai jantung manusia; (4) Gambir yang berwarna mera dimaknai sebagai darah; (5) Daun siri dimaknai sebagai bentuk tulang rusuk manusia.Kata kunci: Tradisi Kampanaa, Makna Simbolik, Etnis Ombonowulu

Collaboration network of the authors

40 authors · 82 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La Ode DirmanAffiliation unknown3
Syahrun SyahrunUniversitas Sulawesi Tenggara3
La Ode SahidinUniversitas Halu Oleo3
Irianto IbrahimAffiliation unknown3
Rahmat JayaAffiliation unknown2
Sumiman UduUniversitas Halu Oleo2
Bainudin BainudinAffiliation unknown2
Zulfiah LarisuUniversitas Halu Oleo1
Maulid TaemboUniversitas Halu Oleo1
Zahrani ZahraniUniversitas Halu Oleo1
Ansor PutraUniversitas Halu Oleo1
Fari ausAffiliation unknown1
Wa Kuasa BakaAffiliation unknown1
Agustiani HalraAffiliation unknown1
Wa Ode Hikma Dani SyamsuddinAffiliation unknown1
Munaser ArifinAffiliation unknown1
La Ode Ali BasriAffiliation unknown1
Erlin IpoAffiliation unknown1
Nasruddin SuyyutiAffiliation unknown1
LA ODE ARUPALAKAAffiliation unknown1
Feri AngriawanAffiliation unknown1
Syaifuddin SyaifuddinAffiliation unknown1
Akhmad MarhadiUniversitas Halu Oleo1
Nurzalma Alfianti SaidAffiliation unknown1
La TaenaAffiliation unknown1
Muliyono MuliyonoAffiliation unknown1
La Ode Topo JersAffiliation unknown1
Wa OdeEnis Wilda NingsiAffiliation unknown1
Muhammad BaharuddinAffiliation unknown1
Eva AsnaityAffiliation unknown1
La Ode Ali BasriAffiliation unknown1
Sunartin SunartinAffiliation unknown1
I Ketut SuardikaUniversitas Halu Oleo1
I Putu SudarmikaAffiliation unknown1
La Ode Muhamad SaufAffiliation unknown1
Hesti HestiUniversitas Sulawesi Tenggara1
Hasdairta LaniampeAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPeB/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TRADISI KAMPANAA DALAM PERNIKAHAN ETNIS OMBONOWULU DI DESA SANGI-SANGI KECAMATAN LAONTI KABUPATEN KONAWE SELATAN</dc:title>
	<dc:creator>Ata, La</dc:creator>
	<dc:creator>Niampe, La</dc:creator>
	<dc:creator>Aso, La</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan : (1) untuk mendeskripsikan prosesi tradisi kampanaa dalam pernikahan etnis Ombonowulu di Desa Sangi-Sangi Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan; (2) untuk menganalisis makna tradisi kampanaa dalam pernikahan etnis Ombonowulu di Desa Sangi-Sangi Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan. Tekhnik pengumpulan data digunakan dengan cara: (1) observasi partisipan; (2) wawancara mendalam dan (3) studi dokumen. Teknik analisis data dilakukan dengan cara: (1) pengumpulan data; (2) reduksi  data; (3) penyajian data dan (4) menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa prosesi tradisil kampanaa dilaksanakan dua tahap : (1) Tahap pertama dilaksanakan pada saat pelamaran atau biasa disebut adat kecil, dengan uang adat 2 boka atau senilai Rp.48.000-. Uang adat tahap pertama dibagi dua, yaitu satu bagian diberikan kepada pihak perempuan dan satu bagian lagi diberikan kepada tokoh-tokoh adat.Pembagian uang adat tahap pertama merupakan kesaksian pihak keluarga perempuan dan tokoh-tokoh adat bahwa perempuan telah sah dilamar. (2) Tahap kedua dilaksanakan pada saat pernikahan atau biasa disebut adat besar, dengan uang adat 7 boka 2 suku atau senilai Rp.384.000.-. Pada tahap kedua, uang adat dibagi tiga, yaitu satu bagian diberikan kepada tokoh-tokoh adat, sedangkan dua bagian diberikan kepada pihak perempuan.Pembagian uang adat tahap kedua bertujuan sebagai kesaksian keluarga pihak perempuan dan tokoh-tokoh adat bahwa yang menikah telah selesai melaksanakan adat dan telah sah dinikahkan dimata adat. Makna simbolik yang terkandung dalam tradisi kampanaa yaitu : (1) Kain putih dimaknai sebagai awal manusia dilahirkan di dunia dalam keadaan bersih, dalam hal ini bersih dari dosa sebagimana halnya kain putih dalam keadaan putih dan bersih; (2) wadah yang persegi empat dimaknai sebagai bentuk tubuh manusia,di mana tubuh manusia terdapat empat bagian yaitu muka, belakang, samping kanan dan samping kiri; (3) Buah pinang dimaknai sebagai jantung manusia; (4) Gambir yang berwarna mera dimaknai sebagai darah; (5) Daun siri dimaknai sebagai bentuk tulang rusuk manusia.Kata kunci: Tradisi Kampanaa, Makna Simbolik, Etnis Ombonowulu </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-02-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPeB/article/view/6611</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jpeb.v4i1.6611</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Penelitian Budaya; Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Budaya</dc:source>
	<dc:source>2502-3268</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jpeb.v4i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPeB/article/view/6611/5627</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Penelitian Budaya</dc:rights>
</oai_dc:dc>