Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pengobatan Penyakit Menurut Budaya Orang Muna di Kecamatan Batalaiworu Kabupaten Muna

Jurnal Penelitian Budaya · Vol. 4 No. 2 (2019)

DOI
10.33772/jpeb.v4i2.8980
ISSN
2502-3268
Published
2019-10-31
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Orang Muna sebagai sebuah masyarakat memiliki budaya terhadappengobatan penyakit yang dapat diidentifikasi dan disebarluaskan untukdilestarikan Tujuan artikel ini adalah mengidentifikasi dan mendeskripsikanbudaya orang Muna terhadap pengobatan penyakit. Teori untuk membaca dataadalah pemikiran Rivers (1915: 59-65) tentang tiga pandangan dunia yangberbeda (gaib, religi, dan naturalistik) dapat menghubungkan sistem-sistemkepercayaan, dan tiap-tiap pandangan memiliki model perilaku pengobatanyang sesuai. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pemilihan informandalam penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling. Pengumpulandata dalam penelitian ini dilakukan dengan cara obserfasi, dokumentasi, danwawancara mendalam. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa orang Munamasih aktif melakukan pengobatan penyakit menurut budaya yang dilakukanoleh seorang bhisa (dukun) untuk menyembuhkannya. Orang Muna penyakitmempercayai bahwa ada sebahagian penyakit yang tidak dapat disembuhkanmelalui pengobatan medis/dokter dan hanya dapat di sembuhkan melaluipengobatan secara tradisional yang dilakukan seorang bhisa (dukun). Selainterdapat juga penyakit yang dapat disembuhkan melalui pengobatanmenggunakan ramuan. Penyebab orang Muna mempertahaknannya karenakeyakinan, biaya, dan adanya rasa takut untuk melakukan pengobatan secaramedis.Kata kunci; Budaya, orang Muna, kepercayaan, pengobatan, penyakit,tradisi

Collaboration network of the authors

40 authors · 84 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Politeknik Negeri Ujung Pandang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La Ode DirmanAffiliation unknown3
Syahrun SyahrunUniversitas Sulawesi Tenggara3
La Ode SahidinUniversitas Halu Oleo3
Irianto IbrahimAffiliation unknown3
Rahmat JayaAffiliation unknown2
Sumiman UduUniversitas Halu Oleo2
La AtaAffiliation unknown2
Akhmad MarhadiUniversitas Halu Oleo2
Zulfiah LarisuUniversitas Halu Oleo1
Maulid TaemboUniversitas Halu Oleo1
Zahrani ZahraniUniversitas Halu Oleo1
Ansor PutraUniversitas Halu Oleo1
Fari ausAffiliation unknown1
Wa Kuasa BakaAffiliation unknown1
Agustiani HalraAffiliation unknown1
Wa Ode Hikma Dani SyamsuddinAffiliation unknown1
Munaser ArifinAffiliation unknown1
La Ode Ali BasriAffiliation unknown1
Erlin IpoAffiliation unknown1
Nasruddin SuyyutiAffiliation unknown1
LA ODE ARUPALAKAAffiliation unknown1
Abdul JalilPoliteknik Negeri Ujung Pandang1
Srimelni AmandasariAffiliation unknown1
Feri AngriawanAffiliation unknown1
Syaifuddin SyaifuddinAffiliation unknown1
Nurzalma Alfianti SaidAffiliation unknown1
La TaenaAffiliation unknown1
Muliyono MuliyonoAffiliation unknown1
La Ode Topo JersAffiliation unknown1
Wa OdeEnis Wilda NingsiAffiliation unknown1
Muhammad BaharuddinAffiliation unknown1
Eva AsnaityAffiliation unknown1
La Ode Ali BasriAffiliation unknown1
Sunartin SunartinAffiliation unknown1
I Ketut SuardikaUniversitas Halu Oleo1
I Putu SudarmikaAffiliation unknown1
La Ode Muhamad SaufAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPeB/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengobatan Penyakit Menurut Budaya Orang Muna di Kecamatan Batalaiworu Kabupaten Muna</dc:title>
	<dc:creator>Bainudin, Bainudin</dc:creator>
	<dc:creator>Niampe, La</dc:creator>
	<dc:creator>Aso, La</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Orang Muna sebagai sebuah masyarakat memiliki budaya terhadappengobatan penyakit yang dapat diidentifikasi dan disebarluaskan untukdilestarikan Tujuan artikel ini adalah mengidentifikasi dan mendeskripsikanbudaya orang Muna terhadap pengobatan penyakit. Teori untuk membaca dataadalah pemikiran Rivers (1915: 59-65) tentang tiga pandangan dunia yangberbeda (gaib, religi, dan naturalistik) dapat menghubungkan sistem-sistemkepercayaan, dan tiap-tiap pandangan memiliki model perilaku pengobatanyang sesuai. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pemilihan informandalam penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling. Pengumpulandata dalam penelitian ini dilakukan dengan cara obserfasi, dokumentasi, danwawancara mendalam. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa orang Munamasih aktif melakukan pengobatan penyakit menurut budaya yang dilakukanoleh seorang bhisa (dukun) untuk menyembuhkannya. Orang Muna penyakitmempercayai bahwa ada sebahagian penyakit yang tidak dapat disembuhkanmelalui pengobatan medis/dokter dan hanya dapat di sembuhkan melaluipengobatan secara tradisional yang dilakukan seorang bhisa (dukun). Selainterdapat juga penyakit yang dapat disembuhkan melalui pengobatanmenggunakan ramuan. Penyebab orang Muna mempertahaknannya karenakeyakinan, biaya, dan adanya rasa takut untuk melakukan pengobatan secaramedis.Kata kunci; Budaya, orang Muna, kepercayaan, pengobatan, penyakit,tradisi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPeB/article/view/8980</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jpeb.v4i2.8980</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Penelitian Budaya; Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Budaya</dc:source>
	<dc:source>2502-3268</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jpeb.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPeB/article/view/8980/6557</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Penelitian Budaya</dc:rights>
</oai_dc:dc>