Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Bentuk-Bentuk Budaya Pada Masyarakat Multietnik Di Kecamatan Puriala Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara

Jurnal Penelitian Budaya · Vol. 7 No. 1 (2022) · pp. 23–33

DOI
10.33772/jpeb.v7i1.24981
ISSN
2502-3268
Published
2022-04-30
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Entin Haryanti (G2H120004) dengan judul “Pola Interaksi Budaya Pada Masyarakat Multietnik di Kecamatan Puriala Kabupaten Konawe” dibawah bimbingan bapak Prof. Dr. La Niampe, M.Hum selaku pembimbing I dan bapak Dr. Abul Alim, S.Pd., M.Si selaku pembimbing IITujuan penelitian ini adalah Untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk budaya pada masyarakat multietnik di Kecamatan Puriala, Kabupaten KonaweMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi (pengamatan), wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan teknik purposive sampling data yang dianalisis menggunakan teknik sebagai berikut: reduksi data, sajian data, penarikan kesimpulan.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa masyarakat multietnik mempunyai kebudayaan yang beragam serta mempunyai bentuk-bentuk budaya yang berbeda-beda pada setiap etnik yaitu seperti etnik Tolaki, etnik Jawa, etnik Sunda, etnik Bugis, etnik Tator, etnik Muna dan etnik Buton. Namun hanya sebagian etnik saja yang masih mempertahankan kebudayaanya serta dalam kegiatan budaya pada masyarakat multientik tetap berlangsung dengan baik oleh karena itu masyarakat tidak dapat terpisahkan terhadap kebudayaannya, karena dalam setiap pelaksanaan kebudayaan mempunyai manfaat bagi kehidupan mereka pada etnik Tolaki terdapat budaya kalosara dan tari lulo. Etnik Jawa terdapat budaya slametan dan kesenian tari ebeg. Etnik Sunda terdapat budaya pernikahan dan slametan, serta etnik Bugis terdapat budaya antama balla dan budaya pernikahan. Oleh karena itu masyarakat multkultur di Kecamatan Puriala telah melestarikan kebudayaannya karena memiliki penghargaan lebih tinggi karena kebudayaan merupakan suatu bagian yang terpenting dalam mempertahankan masyarakat tersebut sehingga mampu melaksanakan kebudayaanya sampai sekarang. Kata kunci: Bentuk, Budaya, Masyarakat, Multietnik

Collaboration network of the authors

18 authors · 30 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Wa Ode SifatuUniversitas Halu Oleo1
Wa Ode JuladaAffiliation unknown1
Hasriman Danaosa PomiliAffiliation unknown1
Sitti HafsahAffiliation unknown1
Ruslan RuslanAffiliation unknown1
La TaenaAffiliation unknown1
I Ketut SuardikaUniversitas Halu Oleo1
Bobiy BobiyAffiliation unknown1
Sulsalman MoitaUniversitas Halu Oleo1
AJEMAIN AJEMAINAffiliation unknown1
La Taena La TaenaAffiliation unknown1
Jamil JamilAffiliation unknown1
Aso La AsoAffiliation unknown1
La Ode SahidinUniversitas Halu Oleo1
Mardiman MardimanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPeB/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Bentuk-Bentuk Budaya Pada Masyarakat Multietnik Di Kecamatan Puriala Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara</dc:title>
	<dc:creator>Haryanti, Entin</dc:creator>
	<dc:creator>La Niampe, La Niampe</dc:creator>
	<dc:creator>Alim, Abdul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Entin Haryanti (G2H120004) dengan judul “Pola Interaksi Budaya Pada Masyarakat Multietnik di Kecamatan Puriala Kabupaten Konawe” dibawah bimbingan bapak Prof. Dr. La Niampe, M.Hum selaku pembimbing I dan bapak Dr. Abul Alim, S.Pd., M.Si selaku pembimbing IITujuan penelitian ini adalah Untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk budaya pada masyarakat multietnik di Kecamatan Puriala, Kabupaten KonaweMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi (pengamatan), wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan teknik purposive sampling data yang dianalisis menggunakan teknik sebagai berikut: reduksi data, sajian data, penarikan kesimpulan.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa masyarakat multietnik mempunyai kebudayaan yang beragam serta mempunyai bentuk-bentuk budaya yang berbeda-beda pada setiap etnik yaitu  seperti etnik Tolaki, etnik Jawa, etnik Sunda, etnik  Bugis, etnik Tator, etnik Muna dan etnik Buton. Namun hanya sebagian etnik saja yang masih mempertahankan kebudayaanya serta dalam kegiatan budaya pada masyarakat multientik  tetap berlangsung dengan baik oleh karena itu masyarakat tidak dapat terpisahkan terhadap kebudayaannya, karena dalam setiap pelaksanaan kebudayaan mempunyai manfaat bagi kehidupan mereka pada etnik Tolaki terdapat budaya kalosara dan tari lulo. Etnik Jawa terdapat budaya slametan dan kesenian tari ebeg. Etnik Sunda terdapat budaya pernikahan dan slametan, serta etnik Bugis terdapat budaya antama balla dan budaya pernikahan. Oleh karena itu masyarakat multkultur di Kecamatan Puriala telah melestarikan kebudayaannya karena memiliki penghargaan lebih tinggi karena kebudayaan merupakan suatu bagian yang terpenting dalam mempertahankan masyarakat tersebut sehingga mampu melaksanakan kebudayaanya sampai sekarang. Kata kunci: Bentuk, Budaya, Masyarakat, Multietnik </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPeB/article/view/24981</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jpeb.v7i1.24981</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Penelitian Budaya; Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Budaya; 23-33</dc:source>
	<dc:source>2502-3268</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jpeb.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPeB/article/view/24981/14961</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPeB/article/downloadSuppFile/24981/4659</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Penelitian Budaya</dc:rights>
</oai_dc:dc>