Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Performansi Ritual Poitolu pada Masyarakat Etnik Muna di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara

Jurnal Penelitian Budaya · Vol. 4 No. 2 (2019)

DOI
10.33772/jpeb.v4i2.8981
ISSN
2502-3268
Published
2019-10-30
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan prosesi dan kelengkapan kelengkapan isi haroa turuntana (dulang) dalam ritual poitolu (memperingati malam ke-3 setelah penguburan mayat yang diritualkan) pada etnik Muna, dan (2) menganalisis makna yang terkandung pada kelengkapan isi haroa turuntana dalam ritual poitolu pada etnik Muna. Teori yang digunakan untuk menganalisis makna yang terkandung pada kelengkapan isi haroa turuntana dalam ritual poitolu pada etnik Muna adalah teori semiotika. Penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan jenis dataprimer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan dan wawancara mendalam. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan interpretatif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)Prosesi pelaksanaan ritual poitolu pada etnik Muna dimulai dengan kabubusino koburu (penyiraman bumbungan timbunan kuburan mayat yang diritualkan) dilakukan oleh lebe (pegawai syarah agama) pada sore hari, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa haroa turuntana pada ritual poitolu di rumah tempat meninggalnya mayat yang diritualkan. (2) Makna yang terkandung pada kelengkapan isi haroa turuntana ritual poitolu pada etnik Muna merupakan simbol anggota tubuh manusia, misalnya: pisang raja sebagai simbol kaki dan jari-jarinya, satu piring besar nasi putih yang dicampur dengan beras merah sebagai simbol kepala, lapa-lapa sebagai simbol lengan, kue cucur sebagi simbol daun telinga, wadhe sebagai simbol daging, pisang goreng sebgai simbol lidah, dan seterusnya.Kata kunci:Ritual, po itolu, etnik Muna

Collaboration network of the authors

40 authors · 87 co-authorship links · 3 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La Ode DirmanAffiliation unknown3
La NiampeAffiliation unknown2
Rahmat JayaAffiliation unknown2
Zulfiah LarisuUniversitas Halu Oleo1
La Ode SahidinUniversitas Halu Oleo1
Maulid TaemboUniversitas Halu Oleo1
Zahrani ZahraniUniversitas Halu Oleo1
Ansor PutraUniversitas Halu Oleo1
Fari ausAffiliation unknown1
La AtaAffiliation unknown1
Bainudin BainudinAffiliation unknown1
Wa Kuasa BakaAffiliation unknown1
Agustiani HalraAffiliation unknown1
Munaser ArifinAffiliation unknown1
La Ode Ali BasriAffiliation unknown1
Erlin IpoAffiliation unknown1
Nasruddin SuyyutiAffiliation unknown1
LA ODE ARUPALAKAAffiliation unknown1
Feri AngriawanAffiliation unknown1
La TaenaAffiliation unknown1
Muliyono MuliyonoAffiliation unknown1
La Ode Topo JersAffiliation unknown1
Wa OdeEnis Wilda NingsiAffiliation unknown1
Muhammad BaharuddinAffiliation unknown1
Syahrun SyahrunUniversitas Sulawesi Tenggara1
Eva AsnaityAffiliation unknown1
I Ketut SuardikaUniversitas Halu Oleo1
I Putu SudarmikaAffiliation unknown1
La Ode Muhamad SaufAffiliation unknown1
Hesti HestiUniversitas Sulawesi Tenggara1
Zakiyah Mustafa HusbaAffiliation unknown1
Irianto IbrahimAffiliation unknown1
Karsadi KarsadiAffiliation unknown1
Sahyudin SahyudinAffiliation unknown1
Wa Ode SifatuUniversitas Halu Oleo1
Gusria GusriaAffiliation unknown1
Haerun AnnaAffiliation unknown1
Anna AnnaAffiliation unknown1
Kadir MasalesiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPeB/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Performansi Ritual Poitolu pada Masyarakat Etnik Muna di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara</dc:title>
	<dc:creator>Aso, La</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan prosesi dan kelengkapan kelengkapan isi haroa turuntana (dulang) dalam ritual poitolu (memperingati malam ke-3 setelah penguburan mayat yang diritualkan) pada etnik Muna, dan (2) menganalisis makna yang terkandung pada kelengkapan isi haroa turuntana dalam ritual poitolu pada etnik Muna. Teori yang digunakan untuk menganalisis makna yang terkandung pada kelengkapan isi haroa turuntana dalam ritual poitolu pada etnik Muna adalah teori semiotika. Penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan jenis dataprimer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan dan wawancara mendalam. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan interpretatif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)Prosesi pelaksanaan ritual poitolu pada etnik Muna dimulai dengan kabubusino koburu (penyiraman bumbungan timbunan kuburan mayat yang diritualkan) dilakukan oleh lebe (pegawai syarah agama) pada sore hari, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa haroa turuntana pada ritual poitolu di rumah tempat meninggalnya mayat yang diritualkan. (2) Makna yang terkandung pada kelengkapan isi haroa turuntana  ritual poitolu pada etnik Muna merupakan simbol anggota tubuh manusia, misalnya: pisang raja sebagai simbol kaki dan jari-jarinya, satu piring besar nasi putih yang dicampur dengan beras merah sebagai simbol kepala, lapa-lapa sebagai simbol lengan, kue cucur sebagi simbol daun telinga, wadhe sebagai simbol daging, pisang goreng sebgai simbol lidah, dan seterusnya.Kata kunci:Ritual, po itolu, etnik Muna</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-10-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPeB/article/view/8981</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jpeb.v4i2.8981</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Penelitian Budaya; Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Budaya</dc:source>
	<dc:source>2502-3268</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jpeb.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPeB/article/view/8981/6553</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Penelitian Budaya</dc:rights>
</oai_dc:dc>