Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Ritual Mosehe Sebagai Akomodasi Konflik Keluarga Pada Masyarakat Tolaki Mekongga di Kecamatan Wundulako

Jurnal Penelitian Budaya · Vol. 8 No. 2 (2023) · pp. 34–47

DOI
10.33772/jpeb.v8i2.46295
ISSN
2502-3268
Published
2023-12-05
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui pelaksanaan ritual mosehe dalam penyelesaian konflik keluarga etnis Tolaki mekongga di Kecamatan Wundulako. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi pengamatan (observation) dan wawancara mendalam (Indeepth Interview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual mosehe merupakan ritual penyucian yang dapat gunakan untuk mengakomodasi konflik keluarga baik berupa sengketa warisan dan konflik perkawinan pada etnis Tolaki mekongga di Kecamatan Wundulako, ritual mosehe dilaksanakan dalam beberapa tahap meliputi ritual pembuka, ritual inti dan ritual penutup. Ritual mosehe sangat disakralkan oleh masyarakat etnis Tolaki mekongga di Kecamatan Wundulako, dan telah terbukti efektif dalam penyelesaian konflik keluarga baik yang belum maupun yang telah ditangani oleh kepolisian dan pengadilan, bahkan dalam konteks yang sama ritual mosehe dapat meminimalisir munculnya kembali konflik baru. Ritual mosehe tidak dapat dilakukan oleh semua pemangku adat Tolaki mekongga tetapi hanya dapat dilakukan oleh busehe yang kewenangannya diwariskan melalui sistem keturunan. Kata kunci: Resolusi konflik, Kearifan lokal, Ritual mosehe, Tolaki mekongga.

Collaboration network of the authors

10 authors · 21 co-authorship links · 1 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Peribadi PeribadiUniversitas Halu Oleo1
Samsul SamsulUniversitas Halu Oleo1
Muhammad Rizal ArsyadUniversitas Halu Oleo1
Juhaepa JuhaepaUniversitas Halu Oleo1
Sarpin SarpinUniversitas Halu Oleo1
Syahrun SyahrunUniversitas Sulawesi Tenggara1
Jamiludin JamiludinUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPeB/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Ritual Mosehe Sebagai Akomodasi Konflik Keluarga Pada Masyarakat Tolaki Mekongga di Kecamatan Wundulako</dc:title>
	<dc:creator>Montasir, La Ode</dc:creator>
	<dc:creator>Aulia, Aliyah</dc:creator>
	<dc:creator>Pertiwi, Annisa</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui pelaksanaan ritual mosehe dalam penyelesaian konflik keluarga etnis Tolaki mekongga di Kecamatan Wundulako. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi pengamatan (observation) dan wawancara mendalam (Indeepth Interview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual mosehe merupakan ritual penyucian yang dapat gunakan untuk mengakomodasi konflik keluarga baik berupa sengketa warisan dan konflik perkawinan pada etnis Tolaki mekongga di Kecamatan Wundulako, ritual mosehe  dilaksanakan dalam beberapa tahap meliputi ritual pembuka, ritual inti dan ritual penutup. Ritual mosehe sangat disakralkan oleh masyarakat etnis Tolaki mekongga di Kecamatan Wundulako, dan telah terbukti efektif dalam penyelesaian konflik keluarga baik yang belum maupun yang telah ditangani oleh kepolisian dan pengadilan, bahkan dalam konteks yang sama ritual mosehe dapat meminimalisir munculnya kembali konflik baru. Ritual mosehe tidak dapat dilakukan oleh semua pemangku adat Tolaki  mekongga tetapi hanya dapat dilakukan oleh busehe yang kewenangannya diwariskan melalui sistem keturunan.

Kata kunci: Resolusi konflik, Kearifan lokal, Ritual mosehe, Tolaki mekongga.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-12-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPeB/article/view/46295</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jpeb.v8i2.46295</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Penelitian Budaya; Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Budaya; 34-47</dc:source>
	<dc:source>2502-3268</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jpeb.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPeB/article/view/46295/19387</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Penelitian Budaya</dc:rights>
</oai_dc:dc>