Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PERAN KEPEMIMPINAN INFORMAL PU’UTOBU DALAM PENYELESAIAN SENGKETA SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SUKU TOLAKI

Jurnal Penelitian Budaya · Vol. 4 No. 1 (2019)

DOI
10.33772/jpeb.v4i1.6612
ISSN
2502-3268
Published
2019-02-11
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran informal Pu’utobu dalam peneyelesaian sengketa sosial budaya masyarakat Suku Tolaki di Kecamatan Meluhu kabuapaten konawe. Peran informal kepemimpinan Pu’utobuadalah sebagaipemerintahan wilayah yang masing-masing wilayah ini dikuasai dan bertanggung jawab kepada pemerintahan Siwole Mbatohu yaitu empat penjuru pemerintahan daerah yang telah diuraikan sebelumnya. Pemerintahan Pu’utobu ini merupakan pemerintahan perantara antara pemerintahan wonua melalui Siwole Mbatohu kemudian diteruskan kepada pemerintahan desa (napo) yang disebut o’napo. Pemerintahan Pu’utobu berkewajiban menyambaikan segala perintah dari pemerintahan wonua kepada pemerintahan o’napo yang berada di wilayah kekuasaannya.Pu’utobu mempunyai kewajiban untuk meneruskan segala usul permintaan dari pemerintahan napo kepada pemerintahan siwole mbatohu, dan diteruskan lagi kepada pemerintahan wonua yang dipimpin oleh seorang mokole (kepala negeri).Seorang Pu’utobu sebagai kepala wilayah mempunyai aparat pemerintahan di tingkat wilayahnya, yaitu tingkat pabitara, tolea, posudo dan tamalaki yang ditunjuk dan diangkat dari salah seorang yang menonjol prestasinya dari aparat pemerintahan di bawahnya.Tugas-tugas yang dilaksanakan aparat pemerintahan Pu’utobu ini adalah segala masalah perselisihan yang tidak dapat diselesaikan oleh pemerintahan onapo, dan atau segala perselisihan yang terjadi antara pemerintahan o’napo dalam wilayah kekuasaannya.Kata kunci: kepemimpinan, Pu’utobu, sengketa, sosial budaya, masyarakat

Collaboration network of the authors

40 authors · 87 co-authorship links · 7 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Universitas Muhammadiyah Kendari
  • Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Aryuni Salpiana JabarUniversitas Halu Oleo7
Tanzil TanzilUniversitas Halu Oleo7
Sarmadan SarmadanAffiliation unknown3
Bakri YusufUniversitas Halu Oleo3
Muhammad AlifuddinInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Bahtiar BahtiarUniversitas Halu Oleo2
La Ode Ali BasriAffiliation unknown2
La NiampeAffiliation unknown2
I Ketut SuardikaUniversitas Halu Oleo2
Dewi AnggrainiAffiliation unknown2
Rety Reka MerlinsAffiliation unknown2
Ambo UpeUniversitas Halu Oleo2
Sarpin SarpinUniversitas Halu Oleo2
Syaifudin Suhri KasimUniversitas Halu Oleo2
Nurjannah NurjannahInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
H.M. Ichlas MappilawaUniversitas Sulawesi Tenggara1
St. Fatmawati. L.Affiliation unknown1
La Ode Sidu MarafadAffiliation unknown1
Watiyani WatiyaniUniversitas Halu Oleo1
Nurul Rezky FitrianaAffiliation unknown1
Rizky NovriAffiliation unknown1
Nurpaisah NurpaisahAffiliation unknown1
Meegawati Asrul TawuloAffiliation unknown1
Santriani SantrianiAffiliation unknown1
Rizky Novri DamayantiUniversitas Halu Oleo1
Pirda WahyuningsiUniversitas Halu Oleo1
Rina AstutiUniversitas Sembilanbelas November Kolaka1
Dewi RahmawatiUniversitas Halu Oleo1
La SadilaUniversitas Halu Oleo1
Abdillah Al-HasniUniversitas Halu Oleo1
Ryan Rezky PrasetyoAffiliation unknown1
Ryan R ezky PrasetyoAffiliation unknown1
La Ode MontasirAffiliation unknown1
Jamiludin JamiludinUniversitas Halu Oleo1
Nasruddin SuyutiAffiliation unknown1
Muhammad RasyiduAffiliation unknown1
Laode DirmanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPeB/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERAN KEPEMIMPINAN INFORMAL PU’UTOBU DALAM PENYELESAIAN SENGKETA SOSIAL BUDAYA  MASYARAKAT SUKU TOLAKI</dc:title>
	<dc:creator>Suarni, Suarni</dc:creator>
	<dc:creator>Moita, Sulsalman</dc:creator>
	<dc:creator>Syahrun, Syahrun</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui peran informal Pu’utobu dalam peneyelesaian sengketa sosial budaya masyarakat Suku Tolaki di Kecamatan Meluhu kabuapaten konawe. Peran informal kepemimpinan Pu’utobuadalah sebagaipemerintahan wilayah yang masing-masing  wilayah ini dikuasai dan bertanggung jawab kepada pemerintahan Siwole Mbatohu yaitu empat penjuru pemerintahan daerah yang telah diuraikan sebelumnya. Pemerintahan Pu’utobu ini merupakan pemerintahan perantara antara pemerintahan wonua melalui Siwole Mbatohu kemudian diteruskan kepada pemerintahan desa (napo) yang disebut o’napo. Pemerintahan Pu’utobu berkewajiban menyambaikan segala perintah dari pemerintahan wonua kepada pemerintahan o’napo yang berada di wilayah kekuasaannya.Pu’utobu mempunyai kewajiban untuk meneruskan segala usul permintaan dari pemerintahan napo kepada pemerintahan siwole mbatohu, dan diteruskan lagi kepada pemerintahan wonua yang dipimpin oleh seorang mokole (kepala negeri).Seorang Pu’utobu sebagai kepala wilayah mempunyai aparat pemerintahan di tingkat wilayahnya, yaitu tingkat pabitara, tolea, posudo dan tamalaki yang ditunjuk dan diangkat dari salah seorang yang menonjol prestasinya dari aparat pemerintahan di bawahnya.Tugas-tugas yang dilaksanakan aparat pemerintahan Pu’utobu ini adalah segala masalah perselisihan yang tidak dapat diselesaikan oleh pemerintahan onapo, dan atau segala perselisihan yang terjadi antara pemerintahan o’napo dalam wilayah kekuasaannya.Kata kunci: kepemimpinan, Pu’utobu, sengketa, sosial budaya, masyarakat</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-02-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPeB/article/view/6612</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jpeb.v4i1.6612</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Penelitian Budaya; Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Budaya</dc:source>
	<dc:source>2502-3268</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jpeb.v4i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPeB/article/view/6612/5631</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Penelitian Budaya</dc:rights>
</oai_dc:dc>