Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PENYEBAB PERBEDAAN JUMLAH MAHAR DALAM KAWIN PINANG (PIKA BHEKA-BHEKA) PADA MASYARAKAT ETNIS CIA CIA (STUDI DI DESA WABULA KECAMATAN WABULA KABUPATEN BUTON PROVINSI SULAWESI TENGGARA)

SELAMI IPS · Vol. 12 No. 2 (2020) · pp. 141–154

DOI
10.36709/selami.v12i2.10846
ISSN
2745-6501, 1410-2323
Published
2020-02-01
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini yaitu: a. untuk mengetahui alasan terjadinya perbedaan Jumlah mahar dalam kawin pinang (pika bheka-bheka) pada masyarakat etnis Cia Cia di Desa Wabula Kecamatan Wabula Kabupaten Buton; b. untuk mengetahui proses penyelesaian perbedaan jumlah mahar dalam kawin pinang (pika bheka-bheka). penelitian ini dilaksanakan di Desa Wabula Kecamatan Wabula Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis peneltian yang digunakan adalah jenis penelitian berdasarkan taraf penelitian yaitu penelitian deskriptif yang hanya menggambarkan keadaan objek dengan analisis kualitatif. Subyek penelitian ini terdiri dari 5 (lima) orang yang terdiri dari 2 (dua) orang tokoh ada Wabula sebagai orang yang mengatur tata cara adat dalam pelaksanaan perkawinan pinang (pika bheka-bheka), Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wabula, 1 (satu) orang Imam/Khatib dan 1 (satu) orang Pegawai Pencatat Nikah (PPN). Teknik pengumpulan data yaitu: wawancara dan dokumenter. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perkawinan adat etnis Cia Cia menurut praktek hukum adat Wabula yang didasarkan pada stratifikasi sosial masyarakat etnis Cia Cia terdiri dari golongan Kaomu, Awalaka, dan Maradika. Adapun jumlah mahar dalam setiap golongan tersebut sangatlah berbeda-beda. Keturunan Sultan dan Sapati akan masuk dalam Kaomu (bangsawan) yang memiliki mahar 150 bhoka untuk jabatan Sultani dan 125 bhoka untuk jabatan Sapati. Golongan Awalaka merupakan golongan yang berasal dari keturunan Bontotoa (jabatan untuk kepala kampung) yang memiliki mahar sebanyak 100 bhoka. Sementara golongan maradika memiliki mahar 12 bhoka 4 kupa. Cara penyelesaian jumlah mahar untuk perkawinan berbeda golongan dapat diselesaikan dengan cara maradika manadikana (kesepakatan adat berdasarkan yang ditetapkan oleh tokoh adat) berdasarkan hukum adat yang berlaku. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa perbedaan jumlah mahar yang terjadi pada masyarakat etnis Cia Cia menurut praktek hukum adat yang tidak tertulis disebabkan oleh stratifikasi yang terjadi di dalam suatau masyarakat tersebut yakni golongan Kaomu, golongan Awalaka, dan golongan maradika. Perbedaan jumlah mahar pada masyarakat etnis Cia Cia dapat diselesaikan dengan cara mardika manadikana.Kata Kunci: Perbedaan Jumlah Mahar, Penyelesaian Jumlah Mahar, dan Perkawinan Pinang

Collaboration network of the authors

37 authors · 70 co-authorship links · 2 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Abdul Halim MomoAffiliation unknown3
Arsidik AsuruAffiliation unknown2
Salim SalimUniversitas Halu Oleo1
Darnawati DarnawatiUniversitas Halu Oleo1
Jamiludin JamiludinUniversitas Halu Oleo1
La BatiaUniversitas Halu Oleo1
Yanti YantiAffiliation unknown1
Sulfa SulfaAffiliation unknown1
La Ode JuhardinAffiliation unknown1
Nerlin NerlinAffiliation unknown1
Siti HanadiraAffiliation unknown1
Erniati ErniatiAffiliation unknown1
Wa Ode ReniAffiliation unknown1
Samiruddin T Samiruddin TAffiliation unknown1
Anggraeni AnggraeniAffiliation unknown1
Andriani AndrianiUniversitas Halu Oleo1
Andi Syahrir PAffiliation unknown1
Syahbuddin SyahbuddinAffiliation unknown1
Chichi ChichiAffiliation unknown1
Riska RiskaUniversitas Sembilanbelas November Kolaka1
Ridwan RidwanUniversitas Islam Negeri Ar-Raniry1
Desy H SadirAffiliation unknown1
Hamuni HamuniAffiliation unknown1
Adi IndrawanAffiliation unknown1
Rayon AlimranAffiliation unknown1
Jamaluddin JamaluddinAffiliation unknown1
Fercee PrimulaAffiliation unknown1
Ali HadaraAffiliation unknown1
Ali Muh. NaimAffiliation unknown1
Wulandari WulandariAffiliation unknown1
Dahniar DahniarUniversitas Halu Oleo1
Femi FemiAffiliation unknown1
Muliha HalimUniversitas Halu Oleo1
Irma yantiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/selami/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENYEBAB PERBEDAAN JUMLAH MAHAR DALAM KAWIN PINANG (PIKA BHEKA-BHEKA) PADA MASYARAKAT ETNIS CIA CIA (STUDI DI DESA WABULA KECAMATAN WABULA KABUPATEN BUTON PROVINSI SULAWESI TENGGARA)</dc:title>
	<dc:creator>Santi, Santi</dc:creator>
	<dc:creator>A, Salimin</dc:creator>
	<dc:creator>Irawaty, Irawaty</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak: Tujuan dari  penelitian ini yaitu: a. untuk mengetahui alasan terjadinya perbedaan Jumlah mahar dalam kawin pinang (pika bheka-bheka) pada masyarakat etnis Cia Cia di Desa Wabula Kecamatan Wabula Kabupaten Buton; b. untuk mengetahui proses penyelesaian perbedaan jumlah mahar dalam kawin pinang (pika bheka-bheka). penelitian ini dilaksanakan di Desa Wabula Kecamatan Wabula Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis peneltian yang digunakan adalah jenis penelitian berdasarkan taraf penelitian yaitu penelitian deskriptif yang hanya menggambarkan keadaan objek dengan analisis kualitatif . Subyek penelitian ini terdiri dari 5 (lima) orang yang terdiri dari 2 (dua) orang tokoh ada Wabula sebagai orang yang mengatur tata cara adat dalam pelaksanaan perkawinan pinang (pika bheka-bheka), Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wabula, 1 (satu) orang Imam/Khatib dan 1 (satu) orang Pegawai Pencatat Nikah (PPN). Teknik pengumpulan data yaitu: wawancara dan dokumenter. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perkawinan adat etnis Cia Cia menurut praktek hukum adat Wabula yang  didasarkan pada stratifikasi sosial masyarakat etnis Cia Cia terdiri dari golongan Kaomu, Awalaka, dan Maradika. Adapun jumlah mahar dalam setiap golongan tersebut sangatlah berbeda-beda. Keturunan Sultan dan Sapati akan masuk dalam Kaomu (bangsawan) yang memiliki mahar 150 bhoka untuk jabatan Sultani dan 125 bhoka untuk jabatan Sapati. Golongan Awalaka merupakan golongan yang berasal dari keturunan Bontotoa (jabatan untuk kepala kampung) yang memiliki mahar sebanyak 100 bhoka.  Sementara golongan maradika memiliki mahar 12 bhoka 4 kupa. Cara penyelesaian jumlah mahar untuk perkawinan berbeda golongan dapat diselesaikan dengan cara maradika manadikana (kesepakatan adat berdasarkan yang ditetapkan oleh tokoh adat) berdasarkan hukum adat yang berlaku. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa perbedaan jumlah mahar yang terjadi pada masyarakat etnis Cia Cia menurut praktek hukum adat yang tidak tertulis disebabkan oleh stratifikasi yang terjadi di dalam suatau masyarakat tersebut yakni golongan Kaomu, golongan Awalaka, dan golongan maradika. Perbedaan jumlah mahar pada masyarakat etnis Cia Cia dapat diselesaikan dengan cara mardika manadikana.Kata Kunci: Perbedaan Jumlah Mahar, Penyelesaian Jumlah Mahar, dan  Perkawinan Pinang</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-02-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/selami/article/view/10846</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/selami.v12i2.10846</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">SELAMI IPS; Vol 12, No 2 (2019): Selami IPS; 141-154</dc:source>
	<dc:source>2745-6501</dc:source>
	<dc:source>1410-2323</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/selami/article/view/10846/7661</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 SELAMI</dc:rights>
</oai_dc:dc>