Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

ADAT PERTUNANGAN PADA MASYARAKAT LIYA (Studi di Desa Liya Onemelangka Kecamatan Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi)

SELAMI IPS · Vol. 4 No. 48 (2018)

DOI
10.36709/selami.v4i48.8509
ISSN
2745-6501, 1410-2323
Published
2018-12-19
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Abstrak: Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah prosedur pelaksanaan pertunangan menurut adat masyarakat Suku Liya Di Desa Liya Onemelangka. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui prosedur pelaksanaan pertunangan menurut adat Masyarakat Liya di Desa Liya Onemelangka Kecamatan Wangiwangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini bersifat deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan secara sistematis mengenai tata cara atau proses pelaksanaan pertunangan (poheporae) pada masyarakat Liya di Desa Liya Onemelangka Kecamatan wangi wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Informan dalam penelitian ini yakni 5 orang yang terdiri dari Kepala Desa Liya Onemelangka, 2 orang tokoh adat, 2 orang tokoh agama, serta 2 (dua) orang responden yaitu satu (1) pasang suami-isteri yang pernah mengalami pertunangan sebelum Perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Prosedur pelaksanaan pertunanga pada masyarakat Liya terdiri dari beberapa tahapan, antara lain yaitu; Potandai (pemilihan jodoh),merupakan tahap pertama dalam adat pertunangan pada Masyarakat Liya yaitu tahap pemilihan jodoh sekaligus penyelidikan yang dilakukan oleh pihak laki-laki terhadap perempuan atau gadis yang akan menjadi bakal calon istri untuk anak muda mereka), Pasola (menanyakan status perempuan) yaitu tahap yang dilakukan untuk mengetahui status dari perempuan yang akan di lamar apakah sudah memiliki pacar atau janda dan apakah ia mau menerima laki-laki yang hendak menjadikannya sebagai calon istri atau tidak), Dhua fala, merupakan tindak lanjut dari pasola yaitu menanyakan kembali jawaban atas lamaran yang disampaikan oleh pihak laki-laki sebelumnya apakah diterima ataukah ditolak, Potumpu, yaitu tahap peminangan, Kabutu’a, yaitu pemberian barang-barang kebutuhan pokok dan barang-barang perlengkapan wanita dari pihak laki-laki atau sebaliknya, Rangkami, yaitu pemberian pokok adat atau tanda pengikat sebagai bukti kesungguhan hati dari laki-laki terhadap perempuan/gadis yang telah dipinang. Berdasarkan uraian pembahasan di dalam penulisan hasil penelitian ini, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa prosedur pelaksanaan pertunanga pada masyarakat Liya terdiri dari beberapa tahapan, antara lain yaitu Potandai, Pasola, Dhua Fala, Potumpu, Kabutu’a, dan Rangkami. Kata kunci: Adat, Pertunangan, Masyarakat

Collaboration network of the authors

29 authors · 49 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Islam Negeri Palopo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sulfa SulfaAffiliation unknown3
Karsadi KarsadiAffiliation unknown3
Erniati ErniatiAffiliation unknown1
Salimin AAffiliation unknown1
Wa Ode Titi IsmawatiAffiliation unknown1
Irawaty IrawatyUniversitas Halu Oleo1
Anggraeni AnggraeniAffiliation unknown1
Harnia HarniaAffiliation unknown1
Masruddin MasruddinUniversitas Islam Negeri Palopo1
Syahbuddin SyahbuddinAffiliation unknown1
Beni HasriantoAffiliation unknown1
Mariani MarianiAffiliation unknown1
Marni MarniUniversitas Halu Oleo1
Nurfa NurfaAffiliation unknown1
A Resky Amaliyah KAffiliation unknown1
Misran Safar SafarAffiliation unknown1
Ramsia RamsiaAffiliation unknown1
Samiruddin TAffiliation unknown1
Fesri Dwi Rindi AntikaAffiliation unknown1
Muh. YusufUniversitas Halu Oleo1
Sumarwan SumarwanAffiliation unknown1
Rajuddin NurAffiliation unknown1
Andi Syahrir PAffiliation unknown1
Adrian AdrianAffiliation unknown1
La JujuAffiliation unknown1
Sundi KombaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/selami/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ADAT PERTUNANGAN PADA MASYARAKAT LIYA (Studi di Desa Liya Onemelangka Kecamatan Wangi-wangi Selatan  Kabupaten Wakatobi)</dc:title>
	<dc:creator>Saputra, Muhammad Hendri</dc:creator>
	<dc:creator>Samiruddin T, Samiruddin T</dc:creator>
	<dc:creator>Reni, Wa Ode</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak: Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah prosedur pelaksanaan pertunangan menurut adat masyarakat Suku Liya Di Desa Liya Onemelangka. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui prosedur pelaksanaan pertunangan menurut adat Masyarakat Liya di Desa Liya Onemelangka Kecamatan Wangiwangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini bersifat deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan secara sistematis mengenai tata cara atau proses pelaksanaan pertunangan (poheporae) pada masyarakat Liya di Desa Liya Onemelangka Kecamatan wangi wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Informan dalam penelitian ini yakni 5 orang yang terdiri dari Kepala Desa Liya Onemelangka, 2 orang tokoh adat, 2 orang tokoh agama, serta 2 (dua) orang responden yaitu satu (1) pasang suami-isteri yang pernah mengalami pertunangan sebelum Perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Prosedur pelaksanaan pertunanga pada masyarakat Liya terdiri  dari beberapa tahapan, antara lain yaitu; Potandai (pemilihan jodoh),merupakan tahap pertama dalam adat pertunangan pada Masyarakat Liya  yaitu tahap pemilihan jodoh sekaligus penyelidikan yang dilakukan oleh pihak laki-laki terhadap perempuan atau gadis yang akan menjadi bakal calon istri untuk anak muda mereka), Pasola (menanyakan status perempuan) yaitu tahap yang dilakukan untuk mengetahui status dari perempuan yang akan di lamar apakah sudah memiliki pacar atau janda dan apakah ia mau menerima laki-laki yang hendak menjadikannya sebagai calon istri atau tidak), Dhua fala, merupakan tindak lanjut dari pasola yaitu menanyakan kembali jawaban atas lamaran yang disampaikan oleh pihak laki-laki sebelumnya apakah diterima ataukah ditolak, Potumpu, yaitu tahap peminangan, Kabutu’a, yaitu pemberian barang-barang kebutuhan pokok dan barang-barang perlengkapan wanita dari pihak laki-laki atau sebaliknya, Rangkami, yaitu pemberian pokok adat atau tanda pengikat sebagai bukti kesungguhan  hati dari  laki-laki terhadap perempuan/gadis yang telah dipinang. Berdasarkan uraian pembahasan di dalam penulisan hasil penelitian ini, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa prosedur pelaksanaan pertunanga pada masyarakat Liya terdiri  dari beberapa tahapan, antara lain yaitu Potandai, Pasola, Dhua Fala, Potumpu, Kabutu’a, dan Rangkami. Kata kunci: Adat, Pertunangan, Masyarakat</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-12-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/selami/article/view/8509</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/selami.v4i48.8509</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">SELAMI IPS; Vol 4, No 48 (2018): Selami IPS</dc:source>
	<dc:source>2745-6501</dc:source>
	<dc:source>1410-2323</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/selami/article/view/8509/6210</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 SELAMI</dc:rights>
</oai_dc:dc>