Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Zonasi Wilayah Pesisir Pantai Batauga Berbasis Kajian Risiko dan Mitigasi Bencana Gelombang Ekstrem dan Abrasi di Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan

Jurnal Perencanaan Wilayah · Vol. 7 No. 1 (2022) · pp. 54–65

DOI
10.33772/jpw.v7i1.23503
ISSN
2502-4205
Published
2022-04-25
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Kecamatan Batauga merupakan ibukota Kabupaten Buton Selatan yang secara geografis rawan terhadap bencana pesisir seperti bencana gelombang ekstrem dan abrasi. Bencana ini umumnya terjadi pada awal tahun yaitu antara bulan Januari hingga bulan Maret yang telah menyebabkan kerusakan berat pada talud sepanjang kurang lebih 3.195 meter yang tersebar di kelurahan Majapahit, Kelurahan Masiri, Kelurahan Laompo, dan Kelurahan Majapahit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) tingkat ancaman bencana gelombang ekstrem dan abrasi, (2) tingkat risiko bencana gelombang ekstrem dan abrasi, (3) konsep mitigasi bencana gelombang ekstrem dan abrasi, dan (4) konsep zonasi berbasis mitigasi bencana gelombang ekstrem dan abrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei yang dideskripsikan secara kualitatif dan kuantitatif, yang bertujuan untuk memberikan gambaran serta mendeskripsikan berbagai fenomena yang ada dan membandingkannya dengan teori yang ada beserta data yang diperoleh dari berbagai instansi yang berkaitan. Analisis indeks ancaman, kerentanan, kapasitas, dan risiko menggunakan Perka No. 1 dan No. 2 tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Hasil analisis bencana ini kemudian akan menjadi dasar bagi konsep pola mitigasi dan rencana zonasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ancaman gelombang ekstrem dan abrasi di wilayah pesisir Batauga secara keseluruhan adalah sedang dengan total nilai ancaman berkisar antara 1,9 – 2,3. Tingkat risiko bencana gelombang ekstrem dan abrasi di wilayah pesisir pantai Batauga terdiri dari dua yaitu risiko rendah dan risiko tinggi. Luas wilayah dengan risiko tinggi adalah 41,58 Km² (36,13%) yang berada di wilayah pesisir Lawela, Lampanairi, Bola dan Poogalampa dengan nilai risiko 1,84 – 1,97. Sedangkan luas tingkat risiko rendah adalah 73,52 Km² (63,87%) di wilayah pesisir Bandar Batauga, Busoa, Lakambau, Laompo, Masiri, dan Majapahit. Konsep Mitigasi yang ditawarkan ada tiga yaitu pola proteksi, pola adaptif, dan pola do nothing. Konsep zonasi berdasarkan mitigasi bencana gelombang ekstrem dan abrasi yang ditawarkan ada tiga zona yaitu zona proteksi (152,23 Ha), zona adaptif (257,05 Ha), dan zona do-nothing (19,17 Ha).Kata kunci: gelombang ekstrem, abrasi, ancaman bencana, risiko bencana, mitigasi, rencana zonasi

Collaboration network of the authors

39 authors · 118 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hasria HasriaAffiliation unknown3
Erwin AnshariAffiliation unknown2
La Ode ResteleAffiliation unknown2
Ali OktoUniversitas Halu Oleo2
Harziman NingratAffiliation unknown1
Analuddin AnaluddinUniversitas Halu Oleo1
Lukman YunusAffiliation unknown1
Hasbullah SyafAffiliation unknown1
Irfan IdoAffiliation unknown1
Ansyahrul MukmininAffiliation unknown1
La Ode NgkoimaniUniversitas Halu Oleo1
Nelly SofyanaAffiliation unknown1
Rimba HamidUniversitas Halu Oleo1
Maharusu MaharusuAffiliation unknown1
La Maronta GalibAffiliation unknown1
Irham IrhamAffiliation unknown1
Deniyatno DeniyatnoAffiliation unknown1
Firdaus FirdausAffiliation unknown1
Suparwi SuparwiAffiliation unknown1
Jamal HarimudinAffiliation unknown1
Erna YulisariAffiliation unknown1
M. Alfaruq M. AlfaruqAffiliation unknown1
Suryawan A Suryawan AAffiliation unknown1
Ahmad IskandarAffiliation unknown1
Adi IstiyonoAffiliation unknown1
Sawaludin SawaludinAffiliation unknown1
Muhamad SugitoAffiliation unknown1
Nurgiantoro NurgiantoroAffiliation unknown1
Maryam MaryamAffiliation unknown1
Laode Muh. Iradat SalihinAffiliation unknown1
Hasnawati HasnawatiUniversitas Halu Oleo1
Ahmad HidayatAffiliation unknown1
Noor Husna KhairisaAffiliation unknown1
Iradat SalihinAffiliation unknown1
La Ode Muhammad Yasir HayaAffiliation unknown1
Lias LiasAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/ppw/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Zonasi Wilayah Pesisir Pantai Batauga Berbasis Kajian Risiko dan Mitigasi Bencana Gelombang Ekstrem dan Abrasi di Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan</dc:title>
	<dc:creator>Azkiah, Eny</dc:creator>
	<dc:creator>Muliddin, Muliddin</dc:creator>
	<dc:creator>Syafani, Jamhir</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kecamatan Batauga merupakan ibukota Kabupaten Buton Selatan yang secara geografis rawan terhadap bencana pesisir seperti bencana gelombang ekstrem dan abrasi. Bencana ini umumnya terjadi pada awal tahun yaitu antara bulan Januari hingga bulan Maret yang telah menyebabkan kerusakan berat pada talud sepanjang kurang lebih  3.195 meter yang tersebar di kelurahan Majapahit, Kelurahan Masiri, Kelurahan Laompo, dan Kelurahan Majapahit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) tingkat ancaman bencana gelombang ekstrem dan abrasi, (2) tingkat risiko bencana gelombang ekstrem dan abrasi, (3) konsep mitigasi  bencana gelombang ekstrem dan abrasi, dan (4) konsep zonasi berbasis mitigasi bencana gelombang ekstrem dan abrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei yang dideskripsikan secara kualitatif dan kuantitatif, yang bertujuan untuk memberikan gambaran serta mendeskripsikan berbagai fenomena yang ada dan membandingkannya dengan teori yang ada beserta data yang diperoleh dari berbagai instansi yang berkaitan. Analisis indeks ancaman, kerentanan, kapasitas, dan risiko menggunakan Perka No. 1 dan No. 2 tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Hasil analisis bencana ini kemudian akan menjadi dasar bagi konsep pola mitigasi dan rencana zonasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ancaman gelombang ekstrem dan abrasi di wilayah pesisir Batauga secara keseluruhan adalah sedang dengan total nilai ancaman berkisar antara  1,9 – 2,3. Tingkat risiko bencana gelombang ekstrem dan abrasi di wilayah pesisir pantai Batauga terdiri dari dua yaitu risiko rendah dan risiko tinggi. Luas wilayah dengan risiko tinggi adalah 41,58 Km² (36,13%) yang berada di wilayah pesisir Lawela, Lampanairi, Bola dan Poogalampa dengan nilai risiko 1,84 – 1,97. Sedangkan luas tingkat risiko rendah adalah 73,52 Km² (63,87%) di wilayah pesisir Bandar Batauga, Busoa, Lakambau, Laompo, Masiri, dan Majapahit. Konsep Mitigasi yang ditawarkan ada tiga yaitu pola proteksi, pola adaptif, dan pola do nothing. Konsep zonasi berdasarkan mitigasi bencana gelombang ekstrem dan abrasi yang ditawarkan ada tiga zona yaitu zona proteksi (152,23 Ha), zona adaptif (257,05 Ha), dan zona do-nothing (19,17 Ha).Kata kunci: gelombang ekstrem, abrasi, ancaman bencana, risiko bencana, mitigasi, rencana zonasi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/ppw/article/view/23503</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jpw.v7i1.23503</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Perencanaan Wilayah; Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Perencanaan Wilayah; 54-65</dc:source>
	<dc:source>2502-4205</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jpw.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/ppw/article/view/23503/14784</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/ppw/article/downloadSuppFile/23503/4266</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Eny Azkiah, Muliddin Muliddin, Jamhir Syafani</dc:rights>
</oai_dc:dc>