Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

STUDI MANAJEMEN LOGISTIK OBAT DI GUDANG OBAT UPTD PUSKESMAS PUUWATU KOTA KENDARI TAHUN 2022

Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo · Vol. 4 No. 2 (2023)

DOI
10.37887/jakk.v4i2.43160
ISSN
2797-6831
Published
2023-07-25
Publisher
Departemen AKK FKM UHO
Language
eng

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Proses pengelolaan obat di Puskesmas akan berjalan efektif dan efisien bila ditunjang dengan pengelolaan manajemen logistik obat yang baik. Kegiatan pengelolaan obat meliputi perencanaan, pengadaan, penyimpanan, distribusi, penggunaan dan pengendalian obat yang dikelola, agar pengelolaan obat dapat berjalan dengan baik maka diatur dalam suatu manajemen yaitu manajemen logistik obat. Pada pelaksanaan manajemen logistik obat di UPTD Puskesmas Puuwatu masih ada beberapa kendala seperti stok obat yang melebihi kebutuhan, obat yang kehabisan stok sehingga pasien membeli obat diluar atau mengganti resep yang cara kerjanya hampir sama, obat yang kadaluarsa hanya disimpan didalam gudang dan penghapusan hanya sebatas pelaporan sehingga belum terlaksana dengan baik. Tujuan: Mengetahui pelaksanaan manajemen logistik obat di gudang obat UPTD Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Tahun 2022. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini berjumlah 4 orang, yang terdiri dari 2 informan kunci dan 2 informan biasa. Hasil: Perencanaan di Gudang Obat UPTD Puskesmas Puuwatu didasarkan pada metode konsumsi yang digunakan pada tahun sebelumnya, pengadaan di Gudang Obat UPTD Puskesmas Puuwatu menggunakan Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat setiap bulan, pendistribusian di dilakukan kapan saja apabila obat di Gudang Obat tersedia, penyimpanan di Gudang Obat dilakukan dengan baik, hanya ada beberapa dos yang menumpuk dikarenakan kondisi ruangan Gudang Obat yang sempit dan penghapusan di Gudang Obat UPTD Puskesmas Puuwatu dilakukan dengan cara memisahkan obat yang sudah rusak atau kadaluarsa kemudian dimasukkan di dos dan dilabeli obat rusak atau kadaluarsa. Kesimpulan: Perencanaan obat yang dilakukan menggunakan metode konsumsi, pengadaan obat berdasarkan Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat dan pendistribusian obat ke masing – masing unit sudah dilakukan dengan baik. Penyimpanan obat masih kurang baik karena terdapat banyak dos – dos obat yang menumpuk dilantai dikarenakan ruangan gudang obat yang sempit dan penghapusan yang dilakukan hanya memasukkan obat rusak/kadaluarsa kedalam dos dan dilabeli obat rusak/kadalursa. Sehingga pihak puskesmas diharapkan untuk meningkatkan sarana prasarana pada penyimpanan obat. Abstract Background Behind: Management process medicine at the Health Center will walk effective And efficient when supported with management management logistics good medicine. Activity management drug covers planning, procurement, storage, distribution, use And control managed drugs, order management drug can walk with Good so arranged in something management that is management logistics medicine. In the implementation of drug logistics management at the UPTD Puuwatu Health Center there are still a number of obstacles such as stock excess drug _ needs, drugs that are out of stock so patients buy drugs outside or change prescriptions that work almost the same way, drugs that are expired only saved in the warehouse And deletion only limited reporting so it's not done well. Objective: Know the implementation of drug logistics management at the Puuwatu Health Center Kendari City UPTD drug warehouse in 2022. Method: The type of research used is descriptive qualitative with in-depth interviews. There were 4 informants in this study, consisting of 2 key informants and 2 casual informants. Results: Planning in the Warehouse Medicines UPTD Puskesmas Puuwatu based on method consumption used in the previous year, procurement in Warehouse Medicines UPTD Puskesmas Puuwatu use Report usage And Sheet Request Drug every month, when will the distribution take place? just if medicine in Warehouse Drug available, storage in Warehouse Drug done with well, only There is a few piles of dos because condition room Warehouse Narrow medicine _ And deletion in Warehouse Medicines UPTD Puskesmas Puuwatu done with method separate medicine already _ damaged or expired Then put in dos and labeled drug damaged or expired. Conclusion: Drug planning is carried out using the consumption method, drug procurement based on Usage Reports and Drug Request Sheets and drug distribution to each unit have been carried out properly. Drug storage is still not good because there are lots of boxes of medicines piled up on the floor due to the narrow space in the medicine warehouse and the removal is done only putting damaged/expired drugs into boxes and labeled damaged/expired drugs. So that the puskesmas is expected to improve the infrastructure for drug storage.

Collaboration network of the authors

40 authors · 294 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Sriwijaya University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Suhadi SuhadiAffiliation unknown16
Nani YuniarUniversitas Halu Oleo10
Arum Dian PratiwiUniversitas Halu Oleo9
La Ode Ali Imran AhmadAffiliation unknown9
Asnia ZainuddinUniversitas Halu Oleo6
Lymbran TinaAffiliation unknown6
Irma IrmaAffiliation unknown6
Lisnawaty LisnawatyAffiliation unknown6
Zainab HikmawatiUniversitas Halu Oleo5
Sabril MunandarAffiliation unknown5
Yasnani YasnaniUniversitas Halu Oleo5
Jumakil JumakilUniversitas Halu Oleo5
Nurmaladewi NurmaladewiUniversitas Halu Oleo4
Fithria FithriaUniversitas Halu Oleo4
Jafriati JafriatiUniversitas Halu Oleo4
Harleli HarleliUniversitas Halu Oleo3
Elisabeth Yoseph SukariaAffiliation unknown3
CECE SURIANI ISMAILAffiliation unknown3
Paridah ParidahUniversitas Halu Oleo3
Rastika Dwiyanti LiaranAffiliation unknown3
Fifi Nirmala GAffiliation unknown3
La Ode Ahmad SaktiansyahUniversitas Halu Oleo3
Muh AmirUniversitas Halu Oleo2
Farit RezalAffiliation unknown2
Rahim AkaUniversitas Halu Oleo2
Nur FajarAffiliation unknown2
Syawal Kamiluddin SaptaputraAffiliation unknown2
Fifi NirmalaUniversitas Halu Oleo2
Hariati LestariUniversitas Halu Oleo2
Jusniar Rusli AfaUniversitas Halu Oleo2
Siti Rabbani KarimunaUniversitas Halu Oleo2
Indrawati IndrawatiSriwijaya University2
Febriana MuchtarAffiliation unknown2
La Ode Muhamad SetyUniversitas Halu Oleo2
Pitrah AsfianAffiliation unknown2
Fikki PrasetyaAffiliation unknown2

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/jakk-uho/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STUDI MANAJEMEN LOGISTIK OBAT DI GUDANG OBAT UPTD PUSKESMAS PUUWATU KOTA KENDARI TAHUN 2022</dc:title>
	<dc:creator>Maisarah, Amira Shafa</dc:creator>
	<dc:creator>Sabilu, Yusuf</dc:creator>
	<dc:creator>Kalza, Lade Albar</dc:creator>
	<dc:creator>Rahman, Rahman</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak 
Latar Belakang: Proses pengelolaan obat di Puskesmas akan berjalan efektif dan efisien bila ditunjang dengan pengelolaan manajemen logistik obat yang baik. Kegiatan pengelolaan obat meliputi perencanaan, pengadaan, penyimpanan, distribusi,  penggunaan dan pengendalian obat yang dikelola, agar pengelolaan obat dapat berjalan dengan baik maka diatur dalam suatu manajemen yaitu manajemen logistik obat. Pada pelaksanaan manajemen logistik obat di UPTD Puskesmas Puuwatu masih ada beberapa kendala seperti stok obat yang melebihi  kebutuhan, obat yang kehabisan stok sehingga pasien membeli obat diluar atau mengganti resep yang cara kerjanya hampir sama, obat yang kadaluarsa hanya disimpan didalam gudang dan penghapusan hanya sebatas pelaporan sehingga belum terlaksana dengan baik.

Tujuan: Mengetahui pelaksanaan manajemen logistik obat di gudang obat UPTD Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Tahun 2022.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini berjumlah 4 orang, yang terdiri dari 2 informan kunci dan 2 informan biasa.

Hasil: Perencanaan di Gudang Obat UPTD Puskesmas Puuwatu didasarkan pada metode konsumsi yang digunakan pada tahun sebelumnya, pengadaan di Gudang Obat UPTD Puskesmas Puuwatu menggunakan Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat setiap bulan, pendistribusian di dilakukan kapan saja apabila obat di Gudang Obat tersedia, penyimpanan di Gudang Obat dilakukan dengan baik, hanya ada beberapa dos yang menumpuk dikarenakan kondisi ruangan Gudang Obat yang sempit dan penghapusan di Gudang Obat UPTD Puskesmas Puuwatu dilakukan dengan cara memisahkan obat yang sudah rusak atau kadaluarsa kemudian dimasukkan di dos dan dilabeli obat rusak atau kadaluarsa. 

Kesimpulan: Perencanaan obat yang dilakukan menggunakan metode konsumsi, pengadaan obat berdasarkan Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat dan pendistribusian obat ke masing – masing unit sudah dilakukan dengan baik. Penyimpanan obat masih kurang baik karena terdapat banyak dos – dos obat yang menumpuk dilantai dikarenakan ruangan gudang obat yang sempit dan penghapusan yang dilakukan hanya memasukkan obat rusak/kadaluarsa kedalam dos dan dilabeli obat rusak/kadalursa. Sehingga pihak puskesmas diharapkan untuk meningkatkan sarana prasarana pada penyimpanan obat.

Abstract
Background Behind : Management process medicine at the Health Center will walk effective And efficient when supported with management management logistics good medicine. Activity management drug covers planning , procurement , storage , distribution , use And control managed drugs , order management drug can walk with Good so arranged in something management that is management logistics medicine . In the implementation of drug logistics management at the UPTD Puuwatu Health Center there are still a number of obstacles such as stock excess drug _  needs , drugs that are out of stock so patients buy drugs outside or change prescriptions that work almost the same way, drugs that are expired only saved in the warehouse And deletion only limited reporting so it's not done well.

Objective : Know the implementation of drug logistics management at the Puuwatu Health Center Kendari City UPTD drug warehouse in 2022.
Method : The type of research used is descriptive qualitative with in-depth interviews. There were 4 informants in this study, consisting of 2 key informants and 2 casual informants.

Results : Planning in the Warehouse Medicines UPTD Puskesmas Puuwatu based on method consumption used in the previous year , procurement in Warehouse Medicines UPTD Puskesmas Puuwatu use Report usage And Sheet Request Drug every month , when will the distribution take place ? just if medicine in Warehouse Drug available , storage in Warehouse Drug done with well , only There is a few piles of dos because condition room Warehouse Narrow medicine _ And deletion in Warehouse Medicines UPTD Puskesmas Puuwatu done with method separate medicine already _ damaged or expired Then put in dos and labeled drug damaged or expired .

Conclusion : Drug planning is carried out using the consumption method, drug procurement based on Usage Reports and Drug Request Sheets and drug distribution to each unit have been carried out properly. Drug storage is still not good because there are lots of boxes of medicines piled up on the floor due to the narrow space in the medicine warehouse and the removal is done only putting damaged/expired drugs into boxes and labeled damaged/expired drugs. So that the puskesmas is expected to improve the infrastructure for drug storage.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Departemen AKK FKM UHO</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-07-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jakk-uho/article/view/43160</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jakk.v4i2.43160</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo; Vol 4, No 2 (2023): JAKK (Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan)</dc:source>
	<dc:source>2797-6831</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jakk.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/jakk-uho/article/view/43160/18850</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo</dc:rights>
</oai_dc:dc>