Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 2

PENGENALAN PENY AKIT NODA PADA CITRA DAUN TEBU BERDASARKAN CIRI TEKSTUR FRACTAL DIMENSION CO-OCCURRENCE MATRIX DAN L*a*b* COLOR MOMENTS

JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi · Vol. 12 No. 2 (2014) · pp. 27–36

DOI
10.12962/j24068535.v12i2.a320
ISSN
2406-8535, 1412-6389
Published
2014-07-01
Publisher
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Language
eng

Abstract

Penyakit yang menyerang tebu dapat disebabkan oleh bakteri, jamur maupun virus. Penyakit noda merupakan penyakit pada tanaman tebu yang disebabkan oleh jamur dengan menampakkan lesi atau bercak pada permukaan daun. Penyakit noda tersebut dapat menghambat proses fotosintesis yang akan berakibat menurunkan produksi gula karena mempengaruhi pertumbuhan tebu. Upaya pengendalian dini dapat dilakukan dengan mengenali jenis penyakit melalui lesinya yang bermanfaat dalam menentukan tindakan penanganan yang tepat. Lesi yang disebabkan oleh penyakit noda masing-masing dapat dikenali secara visual karena memiliki ciri warna dan tekstur yang unik. Tetapi pengamatan secara visual memiliki beberapa kekurangan seperti subjektifitas dan kurang akurat. Penelitian ini mengusulkan pengenalan penyakit noda tanaman tebu yang terdiri dari noda cincin, noda karat, dan noda kuning berdasarkan fitur tekstur yang merupakan kombinasi dari konsep Gray Level Co-Occurrence Matrix (GLCM) dan dimensi fraktal yang dinamakan Fractal Dimension Co-Occurrence Matrix (FDCM). Sedangkan fitur warna didapatkan dari perhitungan statistik col or moments pada citra L*a*b*. Kombinasi fitur tersebut menghasilkan 12 fitur warna dan 6 fitur tekstur yang kemudian digunakan sebagai masukan klasifikasi k-Nearest Neighbor (KNN). Pengenalan penyakit noda pada tanaman tebu menggunakan metode tersebut dapat menghasilkan akurasi tertinggi 90%.

Collaboration network of the authors

40 authors · 81 co-authorship links · 17 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • University of Brawijaya
  • Universitas Airlangga
  • Hasanuddin University
  • University of Indonesia
  • North Sumatra Islamic University
  • Universitas Muhammadiyah Malang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Nanik SuciatiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember9
Diana PurwitasariInstitut Teknologi Sepuluh Nopember8
Handayani TjandrasaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember7
Siti RochimahInstitut Teknologi Sepuluh Nopember4
Anny YuniartiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember3
Ahmad SaikhuInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Hilya TsaniyaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Hendra MesraHasanuddin University2
Riyanarto SarnoInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Eha Renwi AstutiUniversitas Airlangga2
Ramadhan Hardani PutraUniversitas Airlangga2
Yuita Arum SariUniversity of Brawijaya2
Mustika MentariInstitut Teknologi Sepuluh Nopember2
Bilqis AmaliahInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
M. Rahmat WidyantoUniversity of Indonesia1
Agus Zainal ArifinInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Siti MutrofinInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Jayanti Yusmah SariInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Mutmainnah MuchtarInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Evan TanuwijayaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Ratih Kartika DewiUniversity of Brawijaya1
Yudhi PurwanantoInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Junaidi JunaidiNorth Sumatra Islamic University1
Faida RoyaniAffiliation unknown1
Dewi RosidaAffiliation unknown1
Nur HayatinUniversitas Muhammadiyah Malang1
Rizal Setya PerdanaUniversity of Brawijaya1
Fahrur RoziInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Ahmad Hayam BrilianAffiliation unknown1
Aditya BagusmulyaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Mirza Galih KurniawanInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Christian Sri Kusuma AdityaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Mamluatul Hani’ahAffiliation unknown1
Aryo HartoInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Yunan Helmi MahendraInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Nursanti Novi ArisaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Mohammad SholikInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/oai, first harvested 26 Okt 2026, last seen 26 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PENGENALAN PENY AKIT NODA PADA CITRA DAUN TEBU BERDASARKAN CIRI TEKSTUR FRACTAL DIMENSION CO-OCCURRENCE MATRIX DAN L*a*b* COLOR MOMENTS</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ratnasari, Evy Kamilah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ginardi, Hari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Fatichah, Chastine</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Penyakit yang menyerang tebu dapat disebabkan oleh bakteri, jamur maupun virus. Penyakit noda merupakan penyakit pada tanaman tebu yang disebabkan oleh jamur dengan menampakkan lesi atau bercak pada permukaan daun. Penyakit noda tersebut dapat menghambat proses fotosintesis yang akan berakibat menurunkan produksi gula karena mempengaruhi pertumbuhan tebu. Upaya pengendalian dini dapat dilakukan dengan mengenali jenis penyakit melalui lesinya yang bermanfaat dalam menentukan tindakan penanganan yang tepat. Lesi yang disebabkan oleh penyakit noda masing-masing dapat dikenali secara visual karena memiliki ciri warna dan tekstur yang unik. Tetapi pengamatan secara visual memiliki beberapa kekurangan seperti subjektifitas dan kurang akurat. Penelitian ini mengusulkan pengenalan penyakit noda tanaman tebu yang terdiri dari noda cincin, noda karat, dan noda kuning berdasarkan fitur tekstur yang merupakan kombinasi dari konsep Gray Level Co-Occurrence Matrix (GLCM) dan dimensi fraktal yang dinamakan Fractal Dimension Co-Occurrence Matrix (FDCM). Sedangkan fitur warna didapatkan dari perhitungan statistik col or moments pada citra L*a*b*. Kombinasi fitur tersebut menghasilkan 12 fitur warna dan 6 fitur tekstur yang kemudian digunakan sebagai masukan klasifikasi k-Nearest Neighbor (KNN). Pengenalan penyakit noda pada tanaman tebu menggunakan metode tersebut dapat menghasilkan akurasi tertinggi 90%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Institut Teknologi Sepuluh Nopember</dc:publisher>
	<dc:date>2014-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/article/view/320</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.12962/j24068535.v12i2.a320</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi; Vol 12, No 2, Juli 2014; 27-36</dc:source>
	<dc:source>2406-8535</dc:source>
	<dc:source>1412-6389</dc:source>
	<dc:source>10.12962/j24068535.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://juti.if.its.ac.id/index.php/juti/article/view/320/267</dc:relation>
</oai_dc:dc>