Jurnal SINTA 2
PEMBOBOTAN KALIMAT BERDASARKAN FITUR BERITA DAN TRENDING ISSUE UNTUK PERINGKASAN MULTI DOKUMEN BERITA
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi · Vol. 13 No. 1 (2015) · pp. 38–44
- ISSN
- 2406-8535, 1412-6389
- Published
- 2015-01-01
- Publisher
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember
- Language
- eng
Abstract
Ringkasan berita diartikan sebagai teks yang dihasilkan dari satu atau lebih kalimat yang menyampaikan informasi penting dari berita. Salah satu fase penting dalam peringkasan adalah pembobotan kalimat (sentence scoring). Dimana pada peringkasan berita, metode pembobotannya sebagian besar menggunakan fitur dari berita sendiri. Padahal dalam satu topik berita dimungkinkan adanya multiple issue. Dari multiple issue biasanya hanya ada satu isu yang menjadi pokok pembicaraan yang disebut dengan Trending Issue. Trending Issue inilah yang harusnya dipertimbangkan pada proses peringkasan berita sehingga ringkasan yang dihasilkan lebih koheren. Penelitian ini bertujuan untuk meringkas multi berita menggunakan metode pembobotan berdasarkan Trending Issue dengan tetap mempertimbangkan fitur penting berita, yaitu word frequency, TF-IDF, posisi kalimat, dan kemiripan kalimat terhadap judul (NeFTIS). Dimana Trending Issue didapatkan dari data Twitter dengan cara mengelompokkan tweets kemudian melakukan ekstraksi isu pada tiap kelompok yang terbentuk. Selanjutnya tiap isu diberikan bobot menggunakan konsep Cluster Importance (CI). Isu dengan bobot terbesar yang akan dipilih sebagai Trending Issue. Ada 5 tahap yang dilakukan untuk menghasilkan ringkasan multi berita dengan menggunakan NeFTIS, yaitu ekstraksi Trending Issue, seleksi berita, ekstraksi fitur berita, penghitungan total bobot kalimat, dan penyusunan ringkasan. Untuk mengukur kualitas sistem digunakan metode evaluasi ROUGE-1 dengan menganalisa performa dari hasil ringkasan dengan menggunakan metode pembobotan NeFTIS dibandingkan dengan hasil ringkasan dengan hanya menggunakan fitur berita (NeFS). Hasil rata-rata max-ROUGE-1 untuk seluruh variasi jumlah kalimat yang menyusun ringkasan (n) menunjukan bahwa metode pembobotan NeFTIS lebih akurat dibanding dengan metode pembobotan NeFS dengan nilai rata-rata max-ROUGE-1 terbesar 0.8201 untuk n=30.
Collaboration network of the authors
40 authors · 85 co-authorship links · 7 across different organisations · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember
- University of Brawijaya
- Universitas Muhammadiyah Malang
- University of Indonesia
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Nanik Suciati | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 11 |
| Agus Zainal Arifin | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 6 |
| Handayani Tjandrasa | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 4 |
| Agus Budi Raharjo | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 4 |
| Hilya Tsaniya | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 4 |
| Siti Rochimah | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 3 |
| Anny Yuniarti | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 3 |
| Rizka Wakhidatus Sholikah | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 3 |
| Yudhi Purwananto | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 3 |
| Fahrur Rozi | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 3 |
| Hari Ginardi | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 2 |
| Ahmad Saikhu | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 2 |
| Apriantoni Apriantoni | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 2 |
| Bilqis Amaliah | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| M. Rahmat Widyanto | University of Indonesia | 1 |
| Khoirul Umam | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Fidi Wincoko Putro | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Gulpi Qorik Oktagalu Pratamasunu | Affiliation unknown | 1 |
| Khadijah Fahmi Hayati Holle | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Jayanti Yusmah Sari | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Arif Fadllullah | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Dasrit Debora Kamudi | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Muhamad Nasir | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Mutmainnah Muchtar | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Dhian Kartika | Affiliation unknown | 1 |
| Evan Tanuwijaya | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Yuita Arum Sari | University of Brawijaya | 1 |
| Ratih Kartika Dewi | University of Brawijaya | 1 |
| Umi Laili Yuhana | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Daniel Siahaan | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Dian Saputra | Affiliation unknown | 1 |
| Esti Yuniar | Affiliation unknown | 1 |
| Junaidi Junaidi | Affiliation unknown | 1 |
| Febriliyan Samopa | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Ade Afrian | Affiliation unknown | 1 |
| Faida Royani | Affiliation unknown | 1 |
| Yos Nugroho | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.